image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia

Melawan Corona

Kolom

Image

Petugas tata lingkungan Taman Mini Indonesia Indah menyemprotkan cairan disinfektan di area rumah ibadah di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Penyemprotan disifektan tersebut dilakukan guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 di area tersebut yang kerap dikunjungi masyarakat. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Virus Corona atau Covid-19 terus menebar teror. Laiknya virus, wujudnya tak terlihat oleh kasat mata. Penyebarannya begitu cepat dan masif. Dalam hitungan hari, sudah ada 227 kasus, 19 meninggal, dan 11 sembuh.

Di Iran, sebagai negara dengan tingkat penularan virus Corona tertinggi kedua di dunia, setelah China. Pejabat-pejabatnya menutup-nutupi penyebaran virus Corona. Pemerintahnya enggan membuka kasus virus Corona. Akhirnya Iran kecolongan, dalam waktu singkat, warga negaranya banyak yang mati karena Corona.

Bahkan pejabat-pejababat tingginya pun terkena Corona. Wakil presiden, Eshaq Jahangiri, menteri warisan budaya, wakil menteri kesehatan, dan presiden komite olimpiade nasional, Reza Salehi Amiri, positif terinfeksi virus Corona.

baca juga:

Lihat postingan ini di Instagram

Jumlah kasus Corona meningkat sebanyak 83 orang menjadi 309 orang,15 orang dinyatakan sembuh, dan 25 orang meninggal dunia, data per pukul 15.30 WIB hari ini, Kamis (19/3). -- Pantau terus data kasus virus Corona di Indonesia hanya di @Akuratco #Akuratco #BeritaTerkini #BeritaPilihan #InfoTerkini #Berita #JakartaHariIni #Kesehatan #VirusCorona #Penyakit #Virus #lockdownJakarta #COVID19 #Kemenkes #Jakarta #Indonesia #Trending #TrendingTopic #Viral #Instagram #InstaLike #Like4Like

Sebuah kiriman dibagikan oleh AKURATCO (@akuratco) pada

Pemerintah dianggap lamban, dalam menangani persoalan pandemi global, yang dibawa virus Corona. Pejabat-pejabatnya merasa sombong dan angkuh. Membuat statement masing-masing, dan ajang cari panggung untuk bisa tampil sebagai pahlawan.

Karena lamban dalam membuat keputusan. Ragu dalam membuat kebijakan. Jangan heran dan jangan aneh, jika Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, terserang dan terinfeksi virus Corona yang menggila. Dan mungkin banyak menteri lainnya, yang suspec Corona. Tapi bisa saja ditutup-tutupi.

Ketika Corona sedang mewabah di Wuhan China. Pejabat kita mengatakan, Indonesia zero Corona. Disaat negara-negara lain, membuat langkah-langkah antisipatif untuk mengurangi penyebaran virus Corona. Kita masih berdebat. Kita masih berdiskusi. Dan kita masih berebut, soal kewenangan.

Soal data penyebaran virus Corona. Data pemerintah provinsi DKI Jakarta, dengan data pemerintah pusat juga terjadi perbedaan. Aneh tapi nyata. Tapi itulah yang terjadi.

Apa sesungguhnya yang terjadi, pada pemerintah pusat. Publik menganggapnya, lamban dalam tanggap darurat terhadap penyebaran virus Corona. Pemprov DKI Jakarta, lebih cepat dalam melakukan langkah-langkah antisipatif dan melakukan inisiatif meliburkan dan menutup sekolah-sekolah dan tempat-tempat wisata.

DKI Jakarta darurat Corona. Corona bukan hanya mengintai warga Jakarta. Tetapi juga warga-warga lain, yang hilir mudik masuk Jakarta. Kebijakan Anies meliburkan sekolah, juga diikuti oleh kepala daerah-kepala daerah lain.

Dan pemerintah pusat pun, melalui Mendikbud RI, meliburkan sekolah-sekolah di seluruh pelosok negeri. Bahkan beberapa daerah, seperti kota Solo dan Malang, sudah melakukan lockdown. Walaupun akhirnya direvisi karena tak boleh oleh pemerintah pusat.

Ibarat perang. Musuhnya tak kelihatan. Tak tahu musuh ada dimana. Jika perang konvensional, musuh masih bisa terlihat. Namun perang melawan Corona. Kita tak tahu virus tersebut ada dimana.

Memang bukan saatnya lagi, kita saling menyalahkan. Namun kebijakan lamban dari pemerintah pusat membuat rakyat panik. Panik bukan hanya karena penyebaran virus Corona. Tetapi juga panik, jika tak keluar rumah tak bisa makan. Tak keluar rumah, maka tak punya uang.

Saya mendengar keluh-kesah teman-teman yang bekerja di Bali, dan tempat-tempat lainnya di Indonesia. Tiap saat nyawanya terancam. Tiap waktu, mereka harus berhadap-hadapan dengan turis asing.

Jika tak kerja, mereka tak makan. Jika mereka tak berinteraksi dengan para turis, mereka tak punya uang. Mereka tak bisa diam di rumah. Karena harus mengail rupiah. Tak keluar rumah, lalu siapa yang jamin makan keluarganya.

Rezeki memang Tuhan sudah atur dan tentukan. Namun tanpa ikhtiar manusia. Rezeki juga tak akan datang. Kebijakan belajar dan kerja di rumah, merupakan kebijakan yang baik dan positif. Namun kebijakan tersebut juga harus solutif.

Bagaimana caranya warga yang diam, belajar, dan kerja di rumah juga bisa makan, kenyang, tak memikirkan beras dan susu anak-anaknya.

Di republik ini, Corona juga mudah dipolitisasi. Anies yang menginisiasi, untuk meliburkan sekolah dan menutup tempat liburan, dianggap tak sepaham dengan kebijakan pemerintah pusat. Anies yang membatasi interaksi warga, dengan cara membatasi transportasi publik, juga dibully.

Kebijakan Anies, terkait pembatasan transportasi publik itu baik. Namun karena implementasi di lapangan, dan kesiap-siagaan pemprov kurang baik, akhirnya banyak protes dari warga. Karena mengakibatkan antrian panjang dan berdesak-desakan. Yang dikhawatirkan, virus Corona menyebar satu sama lain, di kerumunan dan antrian-antrian itu.

Nilai tukar Dolar sudah menyentuh angka Rp 15.000, warga yang terinfeksi juga makin bertambah. Yang meninggal dunia juga makin banyak. Masyarakat sudah mulai memborong makanan, untuk stok di rumah. Harga-harga juga sudah mulai naik. Jika ini tidak diantisipasi, maka Indonesia bisa goyang.  

Melawan virus Corona, harus menjadi sebuah gerakan kebudayaan. Gerakan kesadaran. Dan gerakan kebersamaan.

Membangun sikap gotong-royong, menyamakan hati dan persepsi, tak saling menyalahkan, apalagi saling membully, harus menjadi kesadaran kita semua. Yang kaya menolong yang miskin, yang berlebih memberi mereka yang kesulitan. Agar sesama anak bangsa, kompak dalam memerangi wabah Corona yang sudah menggurita.

Corona merupakan bagian dari bencana. Sekaligus juga musibah. Musibah pasti akan mendatangkan hikmah. Hikmah teguran Tuhan pada mereka yang lalim. Hikmah peringatan pada kita, yang mungkin saja alfa pada Tuhan. Atau hikmah apapun yang bisa membuat kita dewasa dan saling menjaga.

Nyawa warga negara, lebih penting dari sekedar stabilitas ekonomi. Ekonomi yang stabil memang penting. Namun nyawa-nyawa putra-putra bangsa, juga jauh lebih penting. Ekonomi harus dijaga. Namun nyawa masyarakat juga harus dipelihara.

Jangan saling mempolitisir Corona, demi kepentingan politik sesaat. Jika pemerintah pusat atau pemprov berprestasi, tentu harus diapresiasi. Namun jika gagal, maka mereka harus minta maaf pada rakyat.

Virus Corona tak bisa dilawan hanya dengan himbauan. Tetapi harus dilawan dengan kesadaran. Kesadaran untuk hidup sehat, rajin bersih-bersih, tak meludah disembarang tempat, membiasakan cuci tangan, dan membangun kesadaran, untuk saling menguatkan dan waspada atas ancaman virus Corona.

Kita hargai Jokowi, yang sudah membentuk, gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Dan kita apresiasi juga kesediaan Doni Monardo, menerima amanah sebagai ketua tim pelaksana gugus tugas tersebut. Kita tunggu saja aksinya nyatanya.  

Di banyak negara, kepala negaranya sendiri, yang turun langsung memimpin dalam memerangi virus Corona. Ada yang sukses. Ada juga yang gagal. Ada yang cepat. Ada juga yang lambat, dalam merespons penyebaran virus mematikan tersebut.

Apapaun yang terjadi saat ini. Kita harus husnudzon kepada siapapun. Kepada pemerintah pusat atau pun pemerintah daerah. Namun jika mereka tak bekerja dengan baik, wajib hukumnya bagi warga, untuk melakukan protes.

Negara ini emang asyik. Di tengah-tengah pemerintah, sedang getol-getolnya menghimbau dan menginstruksi warganya, untuk belajar dan bekerja di rumah. Justru banyak warga, yang berlibur dan bersenang-senang. Aneh tapi nyata. Tapi itulah Indonesia.

Tanamkan mainset dan kesadaran untuk waspada secara dini. Jangan menyepelekan virus Corona. Jangan santai-santai saja dalam menghadapinya. Jangan juga tak peduli dalam menanggulanginya. Jika sudah kena, kepada siapa anda akan mengadu. Dan kepada siapa anda akan berkeluh kesah.

Jika sudah kena, anda akan diisolasi. Dan bisa juga mati. Maka jagalah diri anda dan keluarga. Sayangi diri kita. Cintai bangsa ini. Dengan saling menjaga dan mengingatkan, agar tidak keluar rumah, jika tak terpaksa.

 

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Image

News

Kolom

Pilkada di Tengah Corona

Image

News

Kolom

Alturisme

Image

Ekonomi

Investasi dan Hakikat Pembangunan

Image

News

Kolom

Kaum Miskin di Tengah Badai Virus Corona

Image

News

Kolom

Al-Isra Wal-Mi'raj dan Covid 19

Image

News

Kolom

Putusan Progresif MK Tentang Keserentakan Pemilu (Bagian 1)

Image

News

Kolom

Reinkarnasi Partai Demokrat : Dulu SBY, Sekarang AHY

Image

News

Kolom

Disfungsi-Korupsi Parlemen dan Pemilih Pragmatis

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

IDI: Selain APD, Petugas Kesehatan Juga Butuhkan Hal Ini

Pemerintah harus tahu masalah ini.

Image
News

Legislator PAN Desak Pemerintah Adakan Kajian Agar Dana Desa Bisa Digunakan untuk Mengantisipasi Penyebaran Covid-19

Ia berpendapat, penyebaran virus ini sangat cepat, maka dari itu perlu antisipasi dan langkah taktis untuk memutus mata rantai penyebarannya

Image
News
Wabah Corona

Jubir Covid-19 Minta Pemprov DKI Pantau Jamaah Masjid Jami Jakbar

Pemerintah daerah harus selalu mendampingi.

Image
News
Wabah Corona

IDI: Pemerintah Belum Buka Data Terkait Petugas Kesehatan yang Terpapar Covid-19

Baru-baru ini saya mendapat laporan dari kawan-kawan di Jawa Timur ada sembilan dokter PPDS

Image
News
Wabah Corona

Amnesty International Indonesia Desak Pemerintah Lindungi Tenaga Kesehatan, Penuhi APD dan Rapid Test

Desakan disampaikan dalam surat terbuka yang dikirim kepada Presiden Joko Widodo, Selasa 24 Maret 2020.

Image
News
Wabah Corona

Bupati Aceh Besar Minta Kemenhub Tutup Sementara Bandara Sultan Iskandar Muda

Pernyataan itu disampaikannya terkait surat penutupan bandara yang diajukan ke Kementerian Perhubungan.

Image
News

Bicara Peran Orang Kaya dan Orang Miskin, Staf Pribadi SBY ke Jubir COVID-19: Kurang Bijak di Kala Kesulitan Seperti Ini

Yurianto mengatakan apabila hal itu bisa dilakukan secara kompak, maka Indonesia akan berhasil memerangi Covid-19.

Image
News
Wabah Corona

Hendri: Sebentar Lagi Ada yang Nuduh Wali Kota Tegal Lagi Cari Panggung Mau Jadi Gubernur Jateng! Jangan Ya, Jangan Gitu

Keputusan isolasi wilayah dilakukan setelah ada seorang warga Kota Tegal yang terinfeksi Covid-19.

Image
News
Wabah Corona

Jokowi Diminta Lepaskan Ego Ekonomi dan Utamakan Keselamatan Warga

Ekonomi tetap terpuruk dan warga tidak juga merasa aman.

Image
News
DPR RI

Formappi: DPR Tak Bisa Biarkan Pemerintah Bekerja Sendiri

Hal itu disampaikan peneliti Formappi, Lucius Karus, saat menanggapi keputusan DPR yang akan tetap menggelar Rapat Paripurna.

terpopuler

  1. Bantah Hoax, SOHO Buktikan Imboost & Imboost Force Baik untuk Imun Tubuh

  2. Telkomsel Berikan Kuota Gratis kepada Pelanggan untuk Akses ke Situs Resmi Informasi COVID-19

  3. Kelebihan Kapasitas, Sebagian Tenaga Medis yang Diinapkan di Hotel Grand Cempaka Dipindahkan

  4. Daerah-daerah Mulai Lakukan Isolasi, Pemerintah Pusat Godok Aturan Mainnya

  5. Tak Kuat Lawan Corona, Wakil Ketua DPD PDIP Jabar Meninggal

  6. Mengenal Muezza, Kucing Peliharaan dan Kesayangan Rasulullah

  7. Pasien Positif Corona Sembuh: Jangan Percaya Berita Hoaks, Nyatanya Bisa Sembuh

  8. Makin Mengkhawatirkan, Komnas HAM Desak Jokowi Berlakukan Karantina Wilayah

  9. Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut Bantah Gubernur Edy Rahmayadi di Isolasi

  10. Nasib TKI Saat Malaysia Lockdown, Kades: Ada Keluarga yang Jual Ternak sampai Perhiasan untuk Dikirim Agar Tetap Bisa Makan

ibunda jokowi

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Zainul A Sukrin

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Image
Reza Fahlevi

Gotong Royong Melawan Covid-19

Image
Azhar Ilyas

Video Call Jadi Komunikasi ‘Normal’ Sejak Pandemi Covid-19

Image
Ujang Komarudin

Pilkada di Tengah Corona

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Masuk Forbes hingga Hobi Berkebun, Ini 5 Fakta Menarik Amanda Susanti, Pendiri Sayurbox

Image
News

Diberhentikan Secara Tidak Hormat, 5 Fakta Penting Komisioner KPU Evi Novida Ginting

Image
News

Wabah Corona

Sri Mulyani hingga Retno Marsudi, 8 Potret Menteri Srikandi Jalani WFH