Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Zainul A. Sukrin

Direktur Politika Institute

Reinkarnasi Partai Demokrat : Dulu SBY, Sekarang AHY

Kolom

Image

Komandan Kogasma (Komando Tugas Bersama) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan pidato politiknya di Kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019). Dalam pidato politik AHY mengambil tema 'Rekomendasi Partai Demokrat Kepada Presiden Mendatang'. AHY juga mengatakan akan meneruskan program Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjabat sebagai presiden ke-6. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Partai Demokrat merupakan partai yang paling berjaya setelah reformasi digulirakan. Dicetuskan tahun pada 9 September 2001, Partai Demokrat langsung menjadi partai pemenang pemilu di tahun 2004 dan 2009.

Kejayaan Partai Demokrat tidak terlepas dari munculnya sosok baru di pantas politik nasional yaitu Sosilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada saat itu. SBY dan Partai Demokrat mampu menjawab kegelisahan dan kecemasan rakyat. Terutama ketidakpercayaan terhadap elite dan partai politik lama yang korup.

Karena pragmatisme politik sangat akut, Partai Demokrat tidak hanya menjelma sebagai partai oligarki. Akan tetapi lebih dari itu, Partai Demokrat menjadi partai keluarga dan kerabat. Ikatan Yudhoyonoisme akan selalu mewarisi tampuk kekuasaan partai. Ruang kompetisi cenderung tertutup. Namun kadang kala bisa terbuka di luar keluarga Yudhoyono, tetapi syaratnya harus loyal pada keluarga tersebut.

baca juga:

Maka aklamasinya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Kongres Ke-5 Partai Demokrat bukan sesuatu yang membuat jantung kita copot. Arah politik Partai Demokrat sudah terbaca sejak AHY mundur dari militer dan dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 oleh SBY. Tapi seutuhnya, proses aklamasi tersebut sebagai reinkarnasi Partai Demokrat. Terutama pertempuran politik dan kepentingan keluarga Yudhoyono di panggung politik nasional.

Dulu untuk Kepentingan SBY

Pada 9 September 2001 bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun SBY yang ke 52 Partai Demokrat dicetuskan di Puri Cikeas. Kelahiran Partai Demokrat tersebut menyampaikan pesan tersirat, bahwa Partai Demokrat merupakan miliknya, dan seutuhnya dibentuk untuk melayani ambisi politik dirinya.

Ide awal mendirikan partai politik yaitu setelah SBY kalah dalam bursa pemilihan wakil presiden pada 27 Juli 2001. Kandidat pada saat itu antara lain, Hamzah Haz, Akbar Tanjung, Agum Gumerlar, Siswono Yudohusodo, dan SBY. Sebagai pendatang baru di dunia politik, SBY dapat diperhitungkan. Pada sidang umum MPR RI, SBY mendulang suara tidak kurang 122 suara dari Fraksi Utusan Golongan. Suara SBY merupakan suara terbanyak ketiga, setelah Hamza Haz sebagai pemenang dan Akbar Tanjung.

Dibalik tampilnya SBY di gelanggang politik, Vence Rumangkang merupakan aktor yang selalu mendorongnya. Termasuk bursa pencalonan wakil presiden. Setelah kalah dari pencalonan bursa wakil presiden tersebut, Vence Rumangkang lah yang kembali membakar ambisi SBY untuk menjadi presiden Indonesia pada pemilu 2004. Termasuk mendesak SBY untuk segera mendirikan partai politik baru sebagai kereta politiknya. Nama Partai Demokrat juga merupakan dari hasil diskusi antara SBY dan Vence Rumangkang.

Tarikan sejarah di atas, menyimpulkan bahwa Partai Demokrat sebagai lokomotif yang menarik gerbong yang berisi seluruh ambisi dan kepentingan SBY. Artinya orientasi politik partai tercurahkan kepada SBY. Segala keputusan partai terpusat di SBY. Anas Urbaningrum tergelincir sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di tahun 2013 karena berbeda kepentingan dan tidak loyal sejak Kongeres Partai Demokrat tahun 2010 di Bandung. Anas tidak direstui pada kongres tersebut.

Jadi Partai Demokrat dicetuskan tahun 2001 sejatinya sebagai kereta politik SBY untuk menjadikannya presiden Indonesia. Dan tujuan itu terlampui sukses dan jaya dengan tempo yang singkat. Kejayaan Partai Demokrat tidak bisa dipisahkan dengan SBY, sehingga labelisasi seorang strategi lebih cocok dibadingkan seorang demokrat. SBY dapat mengorganisasi ketidakpuasaan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap elite dan partai politik lama yang korup. SBY sukses membaca kebutuhan masyarakat pada saat itu.

Karena tujuan Partai Demokrat sudah tercapai, kejayaan Partai Demokrat pun runtuh seketika. Partai Demokrat mendapatkan sambaran yang sama dengan partai lama yaitu ketidakpercayaan masyarakat karena kader dan elite partai terlibat kasus korupsi. Kasus-kasus korupsi seperti Kasus Hambalang, Wisma Atlet, SKK Migas, Century melibatkan kader dan elite Partai Demokrat. Kasus-kasus tersebut sebagai tanda telah tercapainya tujuan dan selesainya kejayaan Partai Demokrat.

Sekarang Kepentingan AHY

Kehendak SBY saat ini yaitu ingin mengembalikan kejayaan. Baik itu, Partai Demokrat yang diluluhlantahkan oleh ketidakpercayaan masyarakat maupun kejayaan trah Yudhoyono sendiri. Oleh sebabnya, di balik proses aklamasi AHY, ada reinkarnasi Partai Demokrat. Aklamsi hanya sebagai tanda atau simbol dari adanya tujuan atau orientasi baru dari Partai Demokrat. Kalau tujuan awal dicetuskannya Partai Demokrat di tahun 2001 untuk melayani kepentingan SBY, namun setelah aklamasi kemarin melayani kepentingan AHY.

AHY dan Partai Demokrat saat ini seperti dua sisi koin. Kepentingan Partai Demokrat adalah kepentingan AHY, atau pun sebaliknya. Partai Demokrat saat ini seperti belasan tahun yang lalu. Hanya pembedanya ialah yang ditarik oleh partai adalah seluruh kepentingan dan ambisi AHY. Partai Demokrat akan membabat jalan untuk menjadikan AHY sebagai presiden Indonesia kedepan. Sangat sulit memungkiri orientasi atau tujuan utama Partai Demokrat setelah aklamasi ini.

Akan tetapi AHY tidak otonom. SBY yang sebenarnya yang memiliki ambisi besar ingin menjadikan AHY sebagai presiden Indonesia. Hasrat SBY menggebu pada arah baru Partai Demokrat ini. Apalagi SBY membaca dengan seksama, bahwa masyarakat kembali jenuh dengan figur dan tingkah elite-elite sekarang yang korup, tidak konsisten, dan menalan ludah sendiri.

Pola ini yang digunakan oleh SBY dulu dan sekarang untuk AHY. Mengorganisasi ketidakpuasaan masyarakat lagi. Setelah itu menawarkan alternatif baru sesuai kebutuhan masyarakat. Kalau dulu SBY dan Partai Demokrat sebagai figur baru dan partai baru di tengah kejenuhan masyarakat atas elite dan partai korup. AHY sekarang figur milinel dengan arah baru Partai Demokrat sebagai partai anak muda. Dan ini lah pangsa pasar politik kedepan.

Artinya keberadaan Partai Demokrat dalam pentas politik nasional hanya berfungsi menjadi kereta politik untuk menjadikan AHY sebagai presiden untuk periode kedepan. Partai Demokrat bertempur di pemilu untuk AHY. Dan ini kunci reinkarnasi yang disebut di atas, atau dari sejarah aklamasi Partai Demokrat.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Demokratisasi di Tengah Badai Pandemi

Image

News

Mengukuhkan Persaudaraan Sosial

Image

News

Menjual Tubuh

Image

News

Organisasi Penggerak Pendidikan

Image

News

Tapak Ir. H. Joko Widodo dan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul

Image

News

Penentu Sukses Pilkada di Masa Pandemi

Image

News

Kolom

Rebranding Pilkada Serentak 2020

Image

News

Kolom

Kontroversi RUU HIP

Image

News

Kolom

New Normal dan Mengerucutnya Oligarki

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

KPK Tidak Perlu Ambil Alih Kasus Djoko Tjandra, Cukup Lakukan Supervisi

Kasus Djoko Tjandra sudah dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia dan Kejagung.

Image
News

Sirine Ambulans Terdengar Nyaring di TPU Tegal Alur

Tim Akurat.co menyambangi TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.

Image
News

Pasca Penembakan, Belum Ada Penebalan Personel di Papua

TNI-Polri di Papua masih mengidentifikasi dan memburu para pelaku penembakan pendeta Yeremia.

Image
News
Wabah Corona

Marak Pelanggaran Protokol COVID-19, Sultan: Terapkan Sanksi Secara Konsisten dan Jangan Segan

Operasi penegakan protokol COVID-19 di DIY pada 19-20 September 2020, menjaring 800an pelanggaran

Image
News

Soal Pilkada 2020, Nasir Djamil Minta Jokowi Pertimbangkan Kaidah Usul Fiqh ini

Nasir meminta Mendagri untuk tidak menganggap desakan penundaan itu sebagai wujud menumbuhkan pesimisme.

Image
News

Calon Kepala Daerah Diminta Tidak Mengajarkan Korupsi ke Masyarakat

Salah satu yang harus digencarkan yakni dengan tidak mengarahkan masyarakat untuk menerima uang, sembako ataupun sarung dari cakada

Image
News

Kwik Kian Gie Kutip Pernyataan UAS Soal Penanganan Covid-19

Kwik mengusulkan agar dibentuk tim berlatar belakang pakar dari beragam disiplin ilmu pengetahuan.

Image
News

Gotong Royong Jadi Kunci Kepala Daerah PDIP Tangani Covid-19 di Daerahnya

Kades dan BPD dengan didukung Puskesmas dan Camat sigap dengan menyiapkan rumah isolasi berbasis desa untuk para pendatang.

Image
News

Ketahuan Swafoto Tak Pakai Masker, PM Selandia Baru Minta Maaf

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern meminta maaf pada Senin (21/9) usai berswafoto tanpa memakai masker

Image
News

Lengkapi Bukti-bukti, Bareskrim Kembali Limpahkan Berkas Perkara Djoko Tjandra

Unsurnya belum terpenuhi seperti alat bukti yang nantinya dihadirkan di persidangan belum terpenuhi, dan perlu diperiksa saksi-saksi lain.

terpopuler

  1. Saidiman: Pelajaran Agama Perlu Dihapus dari Kurikulum Sekolah Negeri

  2. Kalau Pilkada Dilaksanakan di Tengah Pandemi, KAMI: Jokowi Ingkar Janji

  3. Karier 6 Zodiak Ini Cemerlang di Sisa Akhir 2020, Selamat Ya!

  4. Suasana Malam Yogyakarta di Masa Pandemi Tampak Ramai, Warganet: Ngeri... Ngeri...

  5. Sindir Kepala Daerah, Teddy Gusnaidi: Kegedean Bacot di Media, tapi Tidak Punya Nyali

  6. 5 Nama Anak Artis Unik Banget, Anakku Lelaki Hoed hingga Air Rumi Akbar 1453

  7. Gagal Bujuk PBB Jatuhkan Sanksi ke Iran, AS Terancam 'Dikucilkan Maksimal'

  8. Viral Video Kelompok Maluku Bentrok dengan BPPKB, Kapolsek : Itu Hoaks

  9. 5 Serba-serbi Madiun, Pusat Salah Satu Perguruan Pencak Silat Tertua di Indonesia hingga Miliki Pabrik Kereta Api

  10. Gambar Kim Jong-un Dijadikan Kertas Bekas, Korea Utara Perintahkan 'Inspeksi' Nasional

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Image
Khalifah Al Kays Yusuf dan Tim Riset ALSA

Dampak Kebijakan PSBB Terhadap Hak Pekerja

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit

Pandemi COVID-19 dan Bencana Ekologis Planet Bumi

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Dilema Mayoritas-Minoritas dalam Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Pesona Mutiara Annisa Baswedan dengan Rambut Pendek, Lebih Fresh!

Image
News

5 Potret Pramono Anung saat Bersepeda, Capai Puluhan Kilometer!

Image
News

5 Potret Annisa Yudhoyono saat Berhijab, Pesonanya Terpancar!