image
Login / Sign Up

Mahfud MD Jamin Tak Ada Tindakan Represif saat Demo Tolak Omnibus Law

Bayu Primanda

Image

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD saat memberikan sambutan di depan nelayan yang akan berangkat ke Natuna di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (6/1/2020). Mahfud MD menyatakan, pemerintah akan mengirim 120 nelayan yang berasal dari Pantai Utara Jawa (Pantura) untuk mencari ikan di Perairan Natuna. Nelayan tersebut akan difasilitasi oleh pemerintah untuk melaut dan mencari ikan di perairan Natuna | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menjamin tidak ada tindakan represif dari aparat keamanan saat Buruh melakukan aksi menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

Jaminan itu disampaikan Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (26/2/2020), menanggapi hasil pertemuan dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang meminta jangan sampai ada Buruh yang menjadi korban kekerasan aparat saat melakukan aksi.

"Saya katakan, kalau itu kita jamin karena memang ada SOP-nya (standar operasional prosedur) dan polisi sendiri menjamin akan menangani dan menghadapi Demo dengan terukur," tegasnya.

Ia menegaskan aparat keamanan dalam menjalankan tugas pengamanannya sesuai SOP tidak boleh melanggar hak asasi manusia (HAM) dan menghalangi orang untuk menyatakan pendapat.

Mahfud menegaskan bahwa menyatakan pendapat, termasuk unjuk rasa dilindungi Undang-Undang Nomor 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan banyak sekali saluran yang bisa digunakan untuk menyampaikan aspirasi, dan mempersilakan jika yang ingin mengajak berdialog.

"Saya kan tidak tahu ada berapa ratus organisasi Buruh. Yang mau datang, datang aja saya terima. Kalau tidak datang masak mau saya panggil-panggil paksa. Kan mereka punya sumber saluran sendiri," kata Mahfud.

Sebelumnya, Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan agar jangan sampai ada tindak kekerasan aparat terhadap Buruh dalam aksi-aksi menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

"Jangan juga nanti kami dihadap-hadapkan kan karena kami tidak setuju dengan Omnibus Law ini berhadapan dengan aparat," katanya, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Hal tersebut disampaikannya usai bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud MD yang memimpin Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Tingkat Menteri terkait Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

Mengenai rencana aksi yang akan dilakukan untuk menolak RUU Cipta Kerja, Said menyampaikan rencananya akan ada aksi gabungan semua serikat Buruh saat rapat paripurna setelah masa reses DPR RI.

"Kalau dalam dekat ini kami akan aksi besar-besaran bersama, gabungan semua serikat Buruh. Itu rapat paripurna DPR yang pertama, mungkin tanggal 23 Maret 2020 setelah reses," katanya.

Masa reses anggota DPR RI dijadwalkan berlangsung mulai 27 Februari-22 Maret 2020 sehingga DPR juga menunda pembahasan RUU Cipta Kerja hingga selesai masa reses.

Dalam pertemuan itu, hadir pula Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, serta perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.[]

baca juga:

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Musni Umar: SBY Turun Gunung, Berarti Ada Masalah Besar di Bangsa Kita

Image

News

Wabah Corona

Semangati Rakyat Indonesia di Tengah Covid-19, SBY Ciptakan Lagu 'Cahaya Dalam Kegelapan'

Image

News

Wabah Corona

Sindir SBY, Rustam: Seorang Presiden Seharusnya Tidak Mengkritik Presiden yang Menggantikannya

Image

News

Wabah Corona

SBY: Dalam Hati Saya Harus Bertanya Mengapa Harus Ada Kegaduhan Sosial Politik Seperti Ini?

Image

News

Bernie Sanders Mundur dari Persaingan Jadi Capres Demokrat, Buka Jalan Bagi Joe Biden

Image

News

Wabah Corona

Buruh Pabrik ini Berharap Bekasi Terapkan PSBB

Image

News

Wabah Corona

Ada 5000 Orang Lebih Buruh di Jabar yang di-PHK Dampak dari COVID-19

Image

News

Wabah Corona

Ganjar: Bagi Buruh yang di PHK Silahkan Daftar Kartu Prakerja

Image

News

Wabah Corona

Pemprov DKI Jakarta Catat 30.137 Buruh di-PHK Gara-gara Covid-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Bikin Geger, Aksi Vandalisme 'Sudah Krisis Saatnya Membakar' di Tangerang, Polisi Turun Tangan

Pegiat media sosial Denny Siregar menyebut bahwa pelaku vandalisme di Tangerang sudah tertangkap

Image
News

Dua Anggota KKB Papua Tewas Ditembus Timah Panas

Satu orang anggota KKB diamankan.

Image
News

Ini 33 Titik Pemeriksaan Mobil Selama PSBB Berlangsung

Pengendara yang tidak mengindahkan kebijakan PSBB akan diberi sanksi mulai perintah penurunan penumpang, hingga tilang

Image
News

Kasus Baru 219, Pasien Positif Covid-19 di Tanah Air Capai 3.512 Orang

Terdapat 219 kasus baru.

Image
News
Wabah Corona

Ketua Komisi I DPR Ajak Wartawan Peduli Keselamatan Diri di Tengah Pandemi

Kepada para wartawan yang menjadi garda terdepan di saat pandemi seperti saat ini, kami mohon juga untuk melakukan disiplin mandiri

Image
News

Hari Pertama PSBB, Warga Malah Berkerumun di Kalideres, Apa Penyebabnya?

Di hari pertama penerapan PSBB di Jakarta terkesan tidak berjalan mulus.

Image
News

Pernah Diklaim Donald Trump Ampuh Basmi Corona, Efektivitas Obat Malaria Ini sedang Diteliti

Permintaan obat ini meroket sejak AS jadi pusat pandemi

Image
News

Satlantas Jakarta Barat Dirikan Tiga Pos Pemantauan PSBB

Tidak ada penindakan, jadi ini kan hari pertama dan pergubnya sendiri baru keluar jam 11 malam

Image
News
Wabah Corona

Kemenag Imbau Perayaan Waisak Dilaksanakan di Rumah

Untuk mencegah penyebaran corona.

Image
News
Wabah Corona

26 Sampel Swab Warga NTT Dinyatakan Negatif Corona

"Saat ini NTT sudah mengirim sebanyak 43 sampel swab untuk diperiksa di Jakarta“

terpopuler

  1. Pengakuan Pembakar Waria di Cilincing: Teriakan Mira Saat Disiram Bensin Terus Terngiang

  2. Perawat Inggris yang Pakai Kantong Plastik karena Kekurangan APD Dinyatakan Positif Corona

  3. Fadli Zon hingga Sri Mulyani, Potret Kenangan 7 Pejabat Tanah Air Bersama Glenn Fredly

  4. Delapan Tahun Menikah, Ini 10 Potret Harmonis Dewi Sandra dan Agus Rahman

  5. Sindir SBY, Rustam: Seorang Presiden Seharusnya Tidak Mengkritik Presiden yang Menggantikannya

  6. DKI Jakarta Bakal Terapkan PSBB, Andi Arief ke Jokowi: Depok, Bekasi, Bogor dan Tangerang Perlu Perlakuan Sama

  7. Fadli Zon: Zaman Pemerintahan SBY Indonesia Jauh Lebih Demokratis

  8. Usai Makamkan Glenn Fredly, Mutia Ayu Tak Banyak Bicara

  9. Menuju Liang Lahat, Jenazah Glenn Fredly Dikawal Komunitas Satu Darah

  10. Takut Tularkan Corona, Pria Malaysia Jalan Kaki Selama Tiga Hari ke Kampung Halaman Sepulang dari Jepang

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

PSBB dan Masa Depan Jakarta

Image
Achsanul Qosasi

Krisis dan Sikap Satria Pemimpin

Image
Zainul A. Sukrin

Perppu Corona, Ujungnya Dimana?

Image
Prakoso Permono

Bayang-bayang Ancaman Teror di Tengah Pandemi

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jaga Kesehatan Tubuh, Potret 7 Pejabat Tanah Air Olahraga di Tengah Pandemi Virus Corona

Image
News

Wabah Corona

7 Potret Kompak Ridwan Kamil dan Istri Bahu Membahu Atasi Virus Corona di Jawa Barat

Image
Ekonomi

Glenn Fredly Meninggal, Erick Thohir: Selamat Tinggal, Karyamu Selalu Abadi