Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Pengakuan Pembina Pramuka Tersangka Susur Sungai, Ada yang Tinggalkan Siswa untuk Transfer Uang

Kumoro Damarjati

Susur Sungai Sempor

Pengakuan Pembina Pramuka Tersangka Susur Sungai, Ada yang Tinggalkan Siswa untuk Transfer Uang

Tiga tersangka kasus susur Sungai Sempor, IYA, DDS, dan R, saat dihadirkan di Polres Sleman, Selasa (25/2/2020) | AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

AKURAT.CO, Tiga orang pembina Pramuka SMPN 1 Turi telah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus tewasnya sepuluh siswi saat kegiatan susur Sungai Sempor di Dukuh, Donokerto, Turi, Sleman. Selain lalai, ketiganya disebut minim persiapan.

Tiga tersangka yang telah diumumkan sebelumnya yakni IYA (36), warga Caturharjo, Sleman; R (58), warga Turi, Sleman; dan DDS (58), warga Ngaglik, Sleman. Ketiganya dihadirkan dalam sesi jumpa pers di Polres Sleman, Selasa (25/2/2020).

"Pada saat seluruh pembina ini, yang dimotori oleh ketiga yang kita tetapkan tersangka, itu sama sekali tidak ada kesiapan-kesiapannya. Karena 249 siswa yang hanya ikut, tunduk, taat kepada mereka, sementara gejala-gejala alam sudah bisa terbaca, saat itu mendung, sangat gelap hitam, dan saat mulai menyusuri, itu sudah mulai ada tanda-tanda hujan, gerimis," kata Wakapolres Sleman, Kompol Akbar Bantilan, Selasa.

baca juga:

Akbar menyebut, para pembina tidak bisa membaca gejala alam tersebut dan memutuskan untuk melanjutkan kegiatan susur sungai. Padahal, mereka yang sudah mengantongi sertifikat Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka ini seharusnya mampu memahami manajemen risiko. R juga diketahui sebagai Ketua Gugus Depan Pramuka SMPN 1 Turi.

Akbar menambahkan, dalam pendampingan kegiatan susur sungai, hanya empat dari tujuh pembina yang ditugasi mengawasi kegiatan 249 siswa di lapangan. Selain itu, para peserta juga tidak dilengkapi alat pengamanan yang memadai.

"Tetapi, kesiapan-kesiapan itu yang tidak dipikirkan oleh mereka. Dan akhirnya berdampak kepada siswa-siswi, yang menyebabkan sepuluh meninggal dunia," lanjut Akbar.

Akbar kembali menjelaskan, bahwa ketiga pembina yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan itu adalah para tersangka ini. Padahal, ide bentuk kegiatan dan pemilihan lokasi merupakan inisiatif mereka, terutama IYA.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

"Tapi, yang bersangkutan (IYA) justru tidak ikut turun. Bahkan pergi karena ada urusan yang dia kerjakan. Yang bersangkutan ada keperluan mentransfer uang di bank. Sehingga, dia meninggalkan siswa-siswi ini jalan dan diampu oleh empat orang pembina," paparnya.

IYA, menurut Akbar, baru kembali pasca kejadian. Ikut melakukan langkah-langkah pertolongan, meski beberapa siswa dan rekan pembina terlanjur hanyut.

Ketiga tersangka kini terancam dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan nyawa melayang dan Pasal 360 KUHP perihal kelalaian yang mengakibatkan orang lain terluka. Ancaman hukumannya lima tahun penjara.

Pengakuan Tersangka

Sementara IYA, menyebut sesaat sebelum kegiatan susur sungai dilakukan, cuaca masih normal. Selain itu, menurutnya, ketika para siswa diberangkatkan yakni sekitar pukul 13.30 WIB, hujan belum turun.

"Kemudian saya cek sungai di atasnya, di jembatan itu airnya juga tidak deras. Kemudian di tempat start, saya cek airnya juga nggak masalah," katanya.

"Di situ juga ada teman saya yang sudah terbiasa ngurusi susur Sungai Sempor itu, sehingga saya juga yakin aja tidak akan terjadi apa-apa," ungkap IYA sambil terus memegangi tasbihnya.

Kegiatan susur sungai dipilih karena ingin mengenalkan alam kepada para siswa. Selain itu, para peserta diminta untuk menyusuri sungai di tepian, bukan di tengah sungai.

Sementara R mengaku tidak berada di lapangan mendampingi anak-anak karena menurut pembagian tugas, ia diposkan untuk piket jaga di sekolah. "Di samping itu setiap nanti anak-anak habis susur sungai itu harus ada pencatatan, waktu itu saya menunggui di sekolah," ujarnya.

"Di samping saya menunggui barang-barang anak-anak karena anak-anak itu kan paginya masih masuk, terus lanjutan dengan jamnya kegiatan kepramukaan," sambung R.

R melanjutkan, usianya yang nyaris memasuki masa pensiun itulah yang membuat dirinya lebih menempatkan diri di sekolah. "Saya juga nggak pernah meninggalkan, sebelum anak-anak pulang semuanya," tegasnya.

Sementara DDS yang merupakan pembina yang didatangkan dari luar sekolah, menurut Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rudy Prabowo, menanti para siswa di titik akhir susur sungai. "Dia menunggu di jembatan finish," bebernya.

Dengan segala pengakuan tersangka ini, polisi masih perlu mengupas peran masing-masing untuk kepastian pidananya. Penambahan tersangka, juga masih memungkinkan.

Adapun untuk barang bukti yang berhasil diamankan dalam kasus ini berjumlah 48 buah. Di antaranya, tiga unit handphone, satu bendel Program Harian Ekstra Pramuka SMP N 1 Turi, lima tongkat Pramuka, sejumlah seragam Pramuka, dan beberapa sepatu tanpa pasangan. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

News

Bumi Perkemahan Bukit Klangon di Sleman Tutup Sementara

Image

News

Aksi Kecam Emmanuel Macron di Yogyakarta, Ajak Boikot Produk Prancis dan Tuntut Minta Maaf

Image

News

Pesepeda di Sleman Diduga Disiram Soda Api oleh Orang Tak Dikenal

Image

News

Pameran Sultan HB II di Keraton Yogyakarta, dari Era Putra Mahkota hingga Bertakhta

Image

Gaya Hidup

4 Spot Terbaik Melihat Gunung Merapi dari Yogyakarta, Bisa Sambil Ngopi Lho

Image

News

Nekat Nuthuk, PKL dan Juru Parkir di Yogyakarta Bakal Langsung Disanksi

Image

News

Ajukan Verifikasi, Bioskop di Kota Yogyakarta Mulai Buka

Image

News

10 Tahun Berlalu, 7 Potret Kenangan Letusan Gunung Merapi 2010

Image

News

BPPTKG: Waktu Erupsi Merapi Berikutnya Kian Dekat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
MPR RI

Bamsoet Ungkap Imbas Bagi Pelaku Usaha Kecantikan Akibat Pandemi COVID-19

Menurutnya, pelaku usaha kecantikan seperti dokter kulit juga terkena imbasnya.

Image
News

BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Jakarta Akan Diguyur Hujan Ringan Hingga Sedang

Sementara pada siang hari, hujan ringan diprediksi akan terjadi di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Image
News

PMI Siap Bantu Penanganan Gempa Turki

Bantuan diberikan mengingat hubungan PMI dengan Bulan Sabit Merah sudah terjali sejak lama

Image
News
DPR RI

Anggota TNI Dianiaya Klub Moge, Komisi I DPR Ingatkan Penggguna Jalan Tidak Arogan

Siapapun yang melakukan pemukulan atau tindakan kekerasan adalah tindak pidana yang wajib diproses secara hukum.

Image
News

7 Orang Jadi Saksi dalam Kasus Pembacokan Ustadz di Aceh

Para saksi digali keterangannya seputas perkara kriminal tersebut

Image
News

JK Perkirakan Pandemi Covid-19 Berakhir 2022 Mendatang

Pasalnya, vaksin Covid-19 baru bisa diproduksi pada Maret 2021

Image
News

Kanwil Kemenag DKI Pastikan Pelaksanaan Umroh Sesuai Prokes Covid-19

Karena ini untuk memastikan peserta umroh tak tertular Covid-19

Image
News

Kasus Positif Covid-19 di Madiun Hari Ini Bertambah 158 Orang

Salh satu pasien berusia 71 tahun

Image
News

Akademisi: ASN Harus Netral Demi Hasilkan Pilkada Berkualitas

Karena netralitas ASN menentukan kualitas Pilkada

Image
News

PKS Apresiasi Pernyataan Jokowi Atas Perkataan Presiden Macron

Presiden dinilai peka menjawab keresahan masyarakat

terpopuler

  1. Syarif Hasan: Kartun yang Menistakan Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi

  2. Tak Terima Disanksi Ringan, PDIP Minta Anies Tindak Tegas Guru SMAN 58 Jakarta

  3. Novel Bamukmin: Presiden Perancis Telah Buat Kegaduhan di Dunia

  4. Anies Dapat Penghargan Jakarta Kota Terbaik Dunia, Gilbert: Saingannya Sekelas Kota Kabupaten

  5. Gerindra: Kalau Projo Mau Jabatan Minta Saja Sama Presiden

  6. DKI Terpilih Jadi Kota Terbaik di Dunia, Anies Baswedan: Ini Kemenangan Kedua Warga Jakarta

  7. Novak Djokovic Kandas di Perempat Final Vienna Terbuka

  8. Kasus Guru SMAN 58 Jakarta, DPRD DKI: Sekolah Negeri Basisnya Pancasila

  9. Denny Siregar: Bang Refly, Sugi Gak Mau Dipenjara Sendirian Katanya

  10. Mau Bisnis Frozen Food Banjir Cuan? Coba Deh 6 Tips Ini!

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Dr. Akhmad Shunhaji, M.A.

Respon Quranik terhadap Pola Pembelajaran di Masa Pandemi

Image
UJANG KOMARUDIN

Degradasi Legitimasi Jokowi

Image
Achsanul Qosasi

Berkoperasi dalam Pandemi

Image
Egy Massadiah

Menyapa Pohon, Menjaga Alam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

Sosok AKP Agung, Ikut Tangani Kasus Penistaan Agama Ahok

Image
Ekonomi

Biar Berkah, Pelajari Kiat Jadi Pedagang Cemerlang Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Image
News

5 Potret Terbaru Ganjar Pranowo, Makin Gagah dengan Kumis dan Brewok