breaking news: Bob Hasan Wafat di RSPAD, Dimakamkan di Ungaran

image
Login / Sign Up

Kisah Para Malaikat Tak Bersayap Selamatkan Puluhan Siswa di Tragedi Susur Sungai Sempor

Kumoro Damarjati

Susur Sungai Sempor

Image

Sudiro alias Mbah Rois ketika menunjukkan lokasi para siswa terombang-ambing di Sungai Sempor, Senin (24/2/2020) | AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

AKURAT.CO, Tragedi hanyutnya siswa-siswi SMPN 1 Turi peserta Susur Sungai Sempor di Dukuh, Donokerto, Turi, Sleman, DIY, Jumat (21/2/2020) lalu, menyisakan awan kelabu bagi mereka yang ditinggalkan. Sementara 239 orang dinyatakan selamat, sepuluh orang lainnya menjadi korban dalam musibah tersebut.

Kesepuluh korban yang sempat hanyut telah ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga. Isak tangis mengiringi proses pemakaman mereka.

Korban berjatuhan bisa dipastikan berlipat ganda. Tentunya, jika tanpa uluran tangan dari para malaikat tak bersayap di sekitar lokasi hanyutnya para siswa-siswi peserta Susur Sungai Sempor.

baca juga:

Kodir batal mancing

Sudarwanto alias Kodir saat ditemui di rumahnya, Kembangarum, Donokerto, Turi, Sleman, DIY, Senin (24/2/2020). AKURAT.CO/Kumoro Damarjati


Sudarwanto alias Kodir (37), tengah menyiapkan kail pancingnya sebelum ia mendengar jeritan dari arah utara ia berdiri di tepian Sungai Sempor. Dilihatnya kepala para siswa muncul dan tenggelam ke dalam air sambil terbawa arus, yang tak lain adalah sumber teriakan tadi.

Mereka yang hanyut itu adalah siswa-siswi pramuka SMPN 1 Turi peserta sisir Sungai Sempor. "Teriak, tolong-tolong gitu. Saya lihat ada yang keli (hanyut)," kata warga Kembangarum, Donokerto, Turi itu saat dijumpai di kediamannya, Senin (24/2/2020).

Niat melepas penat usai seharian menguras keringat di sawah, batal. Hobi memancing, pikirnya, bisa ditunda lain waktu. "Saya langsung cari jalan ke atas. Jalan ke selatan lalu nyemplung ke air," aku pria berambut gondrong ini.

Tanpa alat bantu, tubuh berototnya jadi andalan untuk melawan arus, menerjang sungai yang lagi deras-derasnya. Kedalaman maksimal yang ia berhasil raba, kurang lebih dua meter. Tapi, nyali Kodir pantang ciut.

"Saya bopong, pegangin doang. Kalau (anak) sudah nggak kuat pegangan ya saya gendong. Ada itu yang nyaris pingsan, cowok dan cewek," kata anak ke-3 dari pasangan Madyo Sumarto dan Sukiyem ini.

Kacau. Begitulah situasi yang mampu ia gambarkan saat itu. Badan cuma satu, tetapi teriakan minta tolong datang hampir dari semua penjuru sungai.

"Yang sana minta diselamatkan, yang sini juga. Semua minta tolong. Akhirnya, beberapa nggak sempat saya pinggirkan. Saya ke tengahkan dulu di atas batu. Yang penting aman," katanya tegas.

Sebenarnya, Kodir tak sendirian saat itu. Ada adik laki-lakinya, Tri Nugroho Santoso (23) yang ikut mengevakuasi. Namun, apa daya. Beberapa anak sempat luput dari cengkeramannya. Harapannya cuma semoga anak itu bisa terselamatkan. Bagaimanapun caranya.

"Akhirnya, warga datang menolong. Ada yang membawa tangga untuk jembatan anak-anak menyeberang dari batu ke tepi. Sudah nggak tahu lagi berapa yang saya tolong saat itu. Dua puluhan mungkin. Sudah jadi kewajiban kita kan, tolong menolong," ungkapnya.

Mbah Rois, kakek tua yang gesit sekali

Sudiro alias Mbah Rois ketika menunjukan lokasi para siswa terombang-ambing di Sungai Sempor, Senin (24/2/2020). AKURAT.CO/Kumoro Damarjati


Kodir bukan satu-satunya penyelam dadakan dalam peristiwa itu. Di detik yang sama sebelum kejadian, ada Ahmad Hidayat alias Sudiro alias Mbah Rois (71) yang tengah berada di sisi utara Kodir hendak memancing.

"Lagi bersih-bersih makam. Kan ada makam leluhur. Niatnya Minggu itu acaranya, tapi saya dahului sehabis salat Jumat," kata pria asli warga Dukuh, Donokerto, Turi, Sleman tersebut saat dijumpai di rumahnya.

Azan pertanda asar baru saja berkumandang saat ia coba mengehela napas panjang usai bersih-bersih pusara leluhur. Hingga didengarnya dari kejauhan, gelak tawa para siswa-siswi pramuka SMPN 1 Turi di sekitaran daerah aliran Sungai Sempor.

"Batinku, kok hujan-hujan gini main di sungai itu gimana," ujarnya.

Kekhawatiran pria yang berprofesi sebagai petani ini jadi kenyataan. Petaka datang saat tiba-tiba anaknya mengabarinya ada sejumlah siswa-siswi terseret arus air bah yang mendadak menerjang dari utara.

Tanpa babibu, Mbah Rois langsung menuju lokasi. Memotong jalur sungai yang menyeret para siswa ke arah selatan. Dilihatnya saat itu beberapa dari mereka mencoba berpegangan pada batu besar maupun akar pohon yang menjulur ke perairan.

Bak kiper yang ogah kebobolan, dia menjaga dan meraih satu per satu siswa-siswi tersebut. Sebisa dan sebanyak mungkin dengan tubuhnya yang tak lagi belia.

"Saya sudah nggak mikir apa-apa lagi. Nggak tahu juga tenaga datang dari mana. Yang penting, mereka harus selamat," ucapnya lantang.

Sebagian yang terombang-ambing, bisa diseretnya ke tengah. Sebagian lagi ke pinggir. Ada yang dituntun, ada pula yang ia gendong.

Beruntung, saat itu juga ada siswa yang inisiatif dan cekatan menggunakan keahlian tali-temalinya untuk mengikat tubuhnya ke badan Mbah Rois. Sehingga, memudahkannya menaiki tebing berbatu. Tetapi, ada pula yang malah berontak, entah panik atau alasan lainnya.

"Pas saya gendong itu terus gerak-gerak, lha saya malah terus nginjak batu kan, kejepit. Telapak kaki saya sobek. Tapi, ya nggak kerasa, nggak tahu kenapa," tawanya geli.

Sudiro alias Mbah Rois, Wardi Sugito, dan Suparman saat dijumpai di kediamannya, Dukuh, Donokerto, Turi, Sleman, DIY, Senin (24/2/2020). AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Sejurus kemudian, dilihatnya para warga lain yang sudah berdiri di tepian sungai. Di antaranya, kakak Mbah Rois, yakni Wardi Sugito (80) dan Suparman (59), adiknya. Bahu membahu, para veteran ini berupaya mengangkat anak-anak dari air.

"Ada yang setelah itu lari ke masjid untuk kasih pengumuman. Lha kami di sini nyoba menyelamatkan anak-anak yang di batu tengah sungai. Pakai bambu atau tangga buat nyeberang," kata Wardi.

Dengan cara itu juga, mereka menepikan anak-anak yang telah diselamatkan Kodir. Setidaknya puluhan nyawa bisa mereka selamatkan dari insiden ini.

"Paling, selangkung (25), Mas," kata Suparman.

Tak lantas merasa bangga, heran malah. Lantaran, ketiganya ini mendengar kabar jika pembina pramuka Susur Sungai Sempor ini sudah diperingatkan warga akan bahaya menyusuri perairan di kala cuaca seperti kemarin.

"Itu kan di atas sudah hujan, tapi malah (pembina) bilang, sudah biasa ngadepin air," tutur Mbah Rois menutup.

Aksi heroik duo Bakir dan Wahyu

Bakir (kanan) dan Wahyu (kiri) menceritakan kesaksiannya di salah satu ruang kelas SMPN 1 Turi, Donokerto, Turi, Sleman, DIY, Jumat (21/2/2020). AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Aksi heroik tak hanya ditunjukkan oleh mereka-mereka yang sudah paruh baya. Adalah Ahmad Bakir dan Wahyu Wijaya, dua siswa kelas 8 SMPN 1 Turi, peserta Susur Sungai Sempor yang jadi penyelamat bagi belasan rekannya.

Bakir bercerita sesaat sebelum kejadian. Di mana waktu itu langit sempat mendung, disusul hujan deras. Kemudian reda dan diakhiri gerimis kala mereka tiba dan mulai membelah Sungai Sempor. Sekitar pukul 15.00 WIB.

Dijelaskannya, saat itu ada beberapa regu yang menceburkan diri ke air. Satu kelas, biasanya ada empat regu, anggotanya dua laki-laki dan dua perempuan.

"Pas pertama datang, nggak kerasa kalau air tiba-tiba semakin besar semakin besar, posisi saya sudah di pinggir. Langsung tak suruh naik semua gitu. Pertama nyebur itu sepaha (air), ada yang seperut," kata warga Bangunsari, Bangunkerto, Turi, Sleman, saat ditemui di SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020) malam.

Tapi, situasi, menurut dia memang berubah cepat. Air keburu meninggi sebelum semua siswa berhasil ke tepian. Ada siswa yang saking paniknya, malah meladeni gulungan arus. Membuatnya lemas dan nyaris semaput.

"Kalau yang di tengah-tengah itu sempat panik terus saya minta untuk tidak panik. Kalau panik kan semakin susah diselamatkan," kata siswa kelas 8 ini.

Tak sia-sia Bakir ikut pramuka selama ini. Ia yang tak membawa tambang, putar otak mencari akar rambat tanaman untuk dibuat tali guna mengevakuasi rekan-rekannya.

"Saya sempat menolong enam anak, ketarik semua pakai tali (akar). Saya lemparkan ke tengah terus saya tarik ke pinggir, terus selamat," akunya.

"Tali pramuka nggak ada yang bawa. Tadinya satu kelas dikasih dewan penggalang satu. Di sana sudah mencar semua," sambung dia.

Lain halnya dengan Wahyu. Warga Wonokerto, Turi, kelas 8 ini memilih mengandalkan kemampuan berenangnya. Total, enam nyawa sukses ia selamatkan berkat stamina kudanya.

Padahal, saat itu dia sendiri sudah tak lagi bisa memijakkan kakinya ke dasar sungai. Untung saja, saat itu Wahyu menemukan batu besar sebagai tameng supaya dirinya tidak terseret arus.

"Waktu berenang (menyelematkan) arusnya deras, berani karena reflek. Mau gimana lagi, wong temannya (dalam bahaya)," ucap lelaki pemalu yang butuh ditarik-tarik untuk mau bercerita ini.

Duo siswa berpotongan cepak ini tak sempat melihat berapa banyak rekannya saat itu yang luput dari genggamannya. Yang jelas, mereka telah berusaha sekuat tenaga. Sebelum akhirnya pertolongan dari warga datang. Warga, bukan pembina pramuka yang seharusnya mendampingi mereka.

"Tidak tahu pembinanya ke mana. Pembina lima orang, guru sini semua. Sebelum acara kami sudah bilang, pak udan pak, tapi dijawab, yowes rapopo ming udan kok le (yasudah nggak papa, cuma ujan kok). Ada yang bilang gitu," tandas Bakir.[]

Editor: Nafilah

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Kasus Pasien Positif Virus Corona di DIY Bertambah 6 Orang

Image

News

Wabah Corona

DIY Siapkan Bansos bagi Warga Kurang Mampu Terdampak Corona

Image

News

Wabah Corona

FOTO Upaya Pencegahan Corona di Yogyakarta

Image

News

Pria Paruh Baya Mendadak Ambruk di Simpang Empat Nol Kilometer Jogja, Diduga Alami Serangan Jantung

Image

News

Pemkot Yogyakarta Ingatkan Warga Tak Sembarang Terapkan Lockdown

Image

Hiburan

Wabah Corona

Jadi Garda Depan Tangani Pandemi Corona, 10 Potret Cindri Wahyuni Istri Mendiang Bani Seventeen

Image

News

Wabah Corona

Imbas Corona, Pemda DIY Pelototi Empat Terminal untuk Hadapi Gelombang Mudik

Image

News

Tiga Hari Berturut-Turut, Merapi Kembali Erupsi

Image

News

Merapi Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Terpantau 3 Ribu Meter

komentar

Image

2 komentar

Image
Kelik Sumardiyanta

Harapan kami selanjutnya agar partisipasi warga Dukuhsempor & pemuda outbond semporvalley juga ikut di depankan infonya karena mereka ikut bahu membahu dalam pertolongan ini.

Image
Kelik Sumardiyanta

Kami sekeluarga terutama mbah Rois / mBah Diro mengucapkan terimakasih untuk semua doa kebaikan dan apresiasi yang sdh di berikan oleh semua pihak.

terkini

Image
News
Wabah Corona

Pakar Nilai Penetapan Darurat Kesehatan Lebih Tepat Daripada Darurat Sipil

Mengedepankan penggunaan kedaruratan kesehatan masyarakat daripada darurat sipil adalah langkah yang tepat dan cermat

Image
News
Wabah Corona

Cek Kesiapsiagaan Penanganan Corona, Anggota DPD RI Kunjungi Kodam XVIII/Kasuari

“Kita sudah punya kontingensi, maka langkah-langkah tindakan preventif sudah kita siapkan untuk ke depan”

Image
News
Wabah Corona

Minimalisir Penyebaran Corona, Pangdam Kasuari Ikuti Gerakan Penyemprotan Disinfektan

"Masih banyak kegiatan lain yang dilakukan Kodam XVIII/Kasuari atas perintah Pangdam dalam rangka menghadapi pandemi virus Corona“

Image
News

Fraksi PAN Dukung Presiden Jokowi Terbitkan Perppu Kebijakan Keuangan Negara

Kami memahami pelebaran ini sebagai benteng pertahanan saja.

Image
News
Wabah Corona

Pemerintah Diminta Realokasi Anggaran Pembangunan Ibukota Negara Baru Untuk Penanganan COVID-19

Kalau memang dana membeli APD ini nggak cukup maka hentikan proyek-proyek infrastruktur,

Image
News
Wabah Corona

Mahfud Md Tegaskan Pemerintah Pusat dan Daerah Kompak Hadapi COVID-19

Jangan mencoba berpikir pemerintah daerah dan pemerintah pusat itu tidak kompak, selama ini sudah kompak

Image
News

Produksi APD untuk Tenaga Medis, Faiza Bordir Dukung Upaya Penanganan Covid-19

Jamak diketahui bahwa Faiza Bordir cukup kondang sebagai penyedia busana muslim dan handycraft khas bordir ini.

Image
News

Waspada Corona, Kabupaten Tabanan Gelar Sidang Paripurna Melalui Video Conference

Sidang kali ini membahas kewajiban konstitusional kepala daerah kepada DPRD

Image
News
Wabah Corona

Pasien Covid-19 Asal Bojonggede dan Cileungsi Meninggal Dunia

"Data malam ini, total ada 13 kasus positif COVID-19, dua diantaranya sudah sembuh dan satu meninggal dunia," kata Ade Yasin.

Image
News

Penjelasan Bahwa Garis Nasab Nabi Muhammad Sampai ke Nabi Ibrahim as

Nabi Muhammad saw adalah manusia yang terbebas dari dosa dan berasal dari garis keturunan yang mulia.

terpopuler

  1. Tolak Darurat Sipil, Hamdan Zoelva: Lockdown Cukup dengan UU Tentang Kekarantinaan Kesehatan

  2. Pusat dan Jakarta Harusnya Rukun Tangani Covid-19, Ulil: Sejak Awal, Anies Mau Serius Nangani Masalah Ini, Dituduh Cari Panggung oleh Pemerintah Pusat

  3. Justin Bieber Ingin Jadi Suami Sempurna Untuk Hailey Baldwin

  4. Tolak Darurat Sipil, Said Didu: Ya Allah Lindungi Kami Dari Kedholiman Ini

  5. Mbah Mijan: Masih Nanya Kita Kapan Lockdown, Kita Gimana, dan Lain-lain, Padahal yang Tanya Gitu Statusnya Sobat Rebahan

  6. Dunia Dilanda Covid-19, KKB Berulah Menebar Teror di Timika

  7. Allah di Sepertiga Malam Terakhir Turun ke Bumi, Apa Makna Sesungguhnya 'Turun'?

  8. Politisi Demokrat: Darurat Sipil Ini Kebijakan Cuci Tangan Dan Power Oriented

  9. Kota Surabaya Tidak Perlu Dikarantina, Politikus PDIP: Kita Harus Waspada, Tetapi Tidak Khawatir Berlebihan, Ini Bukan Akhir dari Semuanya, Ayo Bersama-sama Bangkit!

  10. Anies Baswedan Perintah Lockdown Wilayah Jatipulo?

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Image
Abdul Aziz SR

Omnibus Law dan Kuasa Kaum Kapitalis

Image
Achmad Fachrudin

Covid-19, Media dan Kekuasaan

Image
Reza Fahlevi

Mari Sudahi Polemik Tuntutan Lockdown

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Hiburan

5 Fakta Menarik Nissa Sabyan yang Mengawali Karier Sebagai Penyanyi di Acara Hajatan

Image
Ekonomi

Tingkatkan Ekonomi Perajin Tekstil Indonesia, Ini 6 Fakta Menarik Denica Flesch, Pendiri SukkhaCitta

Image
News

Wabah Corona

Cosplay Jadi Sultan Maroko hingga Raja Minyak Urut, 5 Potret Fahri Hamzah saat WFH