image
Login / Sign Up

Terkait Omnibus Law, Eks Timses Tuding Banyak Menteri Tak Pahami Visi Besar Jokowi

Kosim Rahman

Image

Ratusan ribu buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan aksi di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Soebroto, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). Dalam aksinya mereka menolak Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan juga menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang mulai berlaku per 1 Januari lalu. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Mantan Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf, Ade Irfan Pulangan, menilai bahwa banyak aparatur negara termasuk pembantu Presiden tidak mempunyai pemahaman yang utuh atas Visi Jokowi terhadap Omnibus law.

Akibatnya, Ade mengungkapkan, banyak penjelasan menteri ataupun staf Presiden yang seakan bertentangan dengan niat dan tujuan Presiden Jokowi dalam usulan Omnibus law Cipta Kerja.

Sebagai contoh adanya kesalahan fatal pada pasal 170 RUU Cipta Kerja yang telah diserahkan Pemerintah kepada DPR RI, yang disebut salah ketik sangat bertentangan dengan doktrin hukum dan sistem hirarki hukum di Indonesia.

baca juga:

"Omnibus law merupakan ide, gagasan yang sangat baik dan brilian dari Presiden Jokowi. Ini merupakan sebuah terobosan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia di tengah kondisi perkenomian global yang sampai saat ini kurang membaik. Sehingga untuk memudahkan para investor tetap menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi favorit," ungkap Ade melalui siaran pers, Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

Menurut Ade, sangat disayangkan dalam pelaksanaannya gagasan dan terobosan ini tidak bisa disampaikan dengan baik oleh aparatur negara. Sehingga, keterangan yang mereka sampaikan ke publik cenderung menimbulkan salah persepsi, bahkan dapat menimbulkan kegaduhan. Ade menilai, mungkin saja mereka tidak memiliki pemahanan yang benar dan utuh terhadap Omnibus law ini.

"Pemahaman yang salah dari aparatur pemerintahan itu tidak mampu menterjemahkan keinginan Presiden Jokowi terhadap Omnibus law," ujarnya.

Wasekjen PPP itu mendorong Presiden melakukan pembaharuan kepada seluruh aparatur pemerintahan untuk memberikan pemahaman yang utuh tentang Visi-misi dan keinginan Presiden agar tercipta suasana irama yang sama, baik dari sisi komunikasi maupun pemikiran.

Sehingga, Ade mengatakan, terobosan Omnibus law itu bisa dijalankan dengan baik dan tidak menimbulkan pemahaman yang salah. Menurut Ade, Kementerian Koordinator Perekonomian dan Satgas Omnibus law layak diberikan Kartu Merah atas kinerjanya yang buruk, karena telah ditunjuk sebagai penanggungjawab dalam pengajuan RUU Cipta kerja dan harus segera dievaluasi oleh Presiden Jokowi.

"Untuk pertama tentu saja diharapkan agar RUU Cipta Kerja yang merupakan bagian dari Omnibus law ini segera dibahas dan jika diperlukan perbaikan juga bisa segera diperbaiki. Ke depannya memang sangat dibutuhkan adanya Badan Legislasi Nasional untuk dapat mencermati usulan regulasi yang diinginkan agar tidak keliru serta dapat melakukan sinkronisasi atas semua regulasi baik dari pusat sampai ke daerah," katanya.[]

Editor: Deni Muhtarudin

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Kiai Ma'ruf Dorong MUI Keluarkan Fatwa Haram Mudik Lebaran di Tengah Covid-19

Image

Iptek

Wabah Corona

Ribuan Mobil Terancam Ditarik, Driver Grab Tagih Janji Jokowi

Image

News

Wabah Corona

Satu Staf Diberitakan Positif Covid-19, KSP: Hingga Jumat Sore Ini Alhamdulillah Semuanya Sehat Walafiat

Image

News

Wabah Corona

Fokus Tangani Covid-19, PAN Minta Pembahasan RUU Omnibus Law Ditunda

Image

News

Penyebar Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi Ditangkap di Jakarta Utara

Image

News

Bukan Mandataris MPR Lagi, Presiden Jokowi Tidak Bisa Gunakan Perppu 23/1959 Untuk Darurat Sipil

Image

News

Wabah Corona

DPR Sepakat Lanjutkan Pembahasan Omnibus Law

Image

News

Wabah Corona

FOTO Menkeu Serahkan Surat Presiden Terkait Perppu 1/2020 ke DPR

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Dana Rp405,1 Triliun untuk Tangani COVID-19 Perlebar Defisit APBN Jadi 5,07 Persen

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kemenkes Tidak Anjurkan Pemda dan Masyarakat Gunakan Bilik Disinfeksi

"Tidak menganjurkan penggunaan bilik desinfeksi di tempat dan fasilitas umum (TFU) serta permukiman,"

Image
News

Polda Jatim Mendirikan 95 Posko Observasi Pemudik

"Posko tersebar di 39 Polres se-Jatim, kemudian ditempatkan juga di pelabuhan, bandara, stasiun, maupun terminal,"

Image
News

Pakar: Perlakukan Limbah Medis Pasien COVID-19 Dengan Hati-hati

"Kami sudah berbicara dengan orang-orang yang terlibat dalam penanganan manajemen limbah saat SARS, Ebola, flu babi dan sebagainya,"

Image
News

Gubernur: Jumlah Pasien Positif COVID-19 di Surabaya 77 Orang

"Jumlah pasien positif COVID-19 bertambah 33 orang, sedangkan kemarin 44 orang sehingga totalnya 77 orang di Surabaya,"

Image
News

Pemprov Jabar Percepat Penanganan COVID-19 Melalui Balai Kesehatan

Balai ini menjadi bagian paling penting dan signifikan dalam kampanye Jawa Barat menanggulangi dan melawan COVID-19.

Image
News

2.002 Napi di Jateng Dikeluarkan Dari Lapas Cegah Penyebaran COVID-19

"Jumlahnya terus berubah sampai 7 April 2020 karena masih berproses terus,"

Image
News

Pemda DIY Siapkan Lahan Pemakaman Khusus Pasien Virus Corona

"Apabila masyarakat tidak menerima kita sudah ada, kabupaten sudah menyiapkan,"

Image
News

Semua Pasien Positif Corona Asal Magetan Dinyatakan Sembuh

"Kemarin hari Kamis (2/4/2020) ada lima pasien yang dinyatakan sembuh,"

Image
News

Jakarta Pusat Terima Sekitar 3.000 Alat Rapid Test COVID-19

"Kalau 'rapid test' kita dapat lebih dari 3.000 tapi tidak lebih dari 3.500 alat,"

Image
News

Pemerintah Diminta Siapkan Program Pemulihan Transportasi Umum

“Saat bisnis angkutan umum terimbas Covid-19, hendaknya pemerintah dapat menyiapkan program pemulihan bagi bisnis transportasi umum,”

terpopuler

  1. Sultan DIY Bocorkan Rencana Pusat Hambat Pemudik, dari Naikkan Tarif Tiket hingga Atur Jarak di Mobil Pribadi

  2. Ratusan Jasad Ditemukan Tergeletak di Rumah dan Jalanan, Presiden Ekuador Bangun Penampungan Korban COVID-19

  3. Buat Onar Selama Lockdown, Presiden Filipina Rodrigo Duterte Tak Segan Tembak Mati Warganya

  4. Pernah Pacari Angel Lelga, 5 Fakta Tak Terduga Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana

  5. Arab Saudi Minta Umat Islam Tunda Rencana Ibadah Haji sampai Pandemi Corona Berakhir

  6. Kompak Abis, 10 Potret Akrab Lima Anak Enno Lerian dan Priambodo Soesetyo

  7. Jokowi: Guru Tak Fokus Kegiatan Belajar-mengajar, Tapi Lebih Banyak Dipakai Buat Hal-hal Berkaitan Administrasi, Ini Tolong Digarisbawahi

  8. Sering Tak Disadari, Ini 5 Kebiasaan yang Membuat Rezeki Susah Datang

  9. Jubir Presiden 'Kepleset' Soal Masyarakat Diperbolehkan Mudik, Fadli Zon: Urusan Komunikasi Publik Saja Belepotan

  10. Kecewa Berat, Ferguson: UFC Harus Cabut Gelar Milik Khabib

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Image
Achsanul Qosasi

Corona, Subsistensi dan Kredit

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Istri Wakil Bupati Luwu Timur, Anny Ali

Image
News

Siapkan Akomodasi Bagi Tim Medis, 8 Potret Wali Kota Bandung Turun Langsung Perangi Virus Corona

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya