image
Login / Sign Up

Kontroversi RUU Ketahanan Keluarga, Hikam: Jebul Isinya Malah Berpotensi Bisa Perlemah dan Rusak Ikatan Keluarga, Tolak!

Siswanto

Image

Pengamat Politik Muhammad Hikam di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (9/2/2019) | AKURAT.CO/Herry Supriyatna

AKURAT.CO Pengamat Politik dari President University Muhammad AS Hikam  menentang RUU Ketahanan Keluarga karena penuh kontroversi. 

"Namanya 'RUU Ketahanan Keluarga.' Kedengaran indah & memberdayakan. Jebul isinya malah berpotensi bisa memperlemah & merusak ikatan keluarga. TOLAK!" kata Hikam yang disampaikan dalam akun Twitter @mashikam.

Pengamat Politik Rustam Ibrahim menegaskan Ketahanan Keluarga merupakan urusan privat. Menjadi tanggungjawab masing-masing rumah tangga untuk menjaga dan memperkuatnya.

baca juga:

"Agama tentu jadi pegangan. Tapi bukan urusan negara mengaturnya," kata Rustam melalui akun Twitter, merespons perihal Rancangan Undang-Undang tentang Ketahanan Keluarga.

Rustam menekankan semakin sedikit negara mengatur individu dan masyarakat, semakin baik.

"Biarkan individu dan masyarakat mengatur dirinya sendiri. Sebaliknya, semakin rakyat terlibat dalam mengontrol negara semakin baik, agar negara tidak menyalahgunakan kekuasaannya. Power tends to corrupt!" kata Rustam.

Menurut Rustam, Presiden Joko Widodo harus diingatkan tentang RUU kontroversial ini agar nanti tidak kaget.

"Dari pagi-pagi Presiden @jokowi perlu diingatkan adanya draft RUU Ketahanan Keluarga yang diskriminatif terhadap Perempuan dan kaum minoritas (LGBT). Jangan sampai Presiden diakhir-akhir kaget lagi. RUU itu menyebut kaum LGBT harus lapor dan menyebutnya sebagai penyimpangan seksual," kata dia.

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh adalah salah satu politikus yang menyoroti RUU itu.

"Ya, pastilah (mencampuri ranah private)," ujar Surya di Medan, kemarin.

Surya mengingatkan legislator yang mengajukan RUU Ketahanan Keluarga tersebut terlebih dahulu mengetahui sasaran masalah yang ingin diselesaikan.

"Saya perlu ingatkan, jangan cari-cari masalah kalau enggak ada masalah, itu yang diinginkan sama NasDem," kata Surya.

Surya juga mengaku bingung ketika ditanya apa yang ingin dicapai oleh legislator yang mengajukan RUU Ketahanan Keluarga tersebut.

"Entah apa yang ingin dia capai, saya juga enggak tahu," kata Surya dalam laporan Antara.

Menurut Surya ada hal-hal yang semestinya diprioritaskan dan ada pula yang tidak perlu diatur. Misalnya, permasalahan esensial dan prinsipal menyangkut ketinggian celana (celana cingkrang) yang semestinya tidak perlu dilarang-larang.

"Ini mau semuanya diatur. Bagaimana ketinggian celanalah, terus bagaimana warna celana, masih banyak di depan mata kepala kita untuk segera dibenahi," kata Surya.

RUU Ketahanan Keluarga merupakan usulan dari anggota DPR periode 2014—2019 dan masuk dalam Prolegnas 2020.

Menurut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, saat ini RUU itu baru akan disinkronisasikan dan semua pihak harus bersama-sama mencermati. Dalam hal ini, fraksi-fraksi di DPR RI membuat daftar inventarisasi masalah.

"Tentunya UU Ketahanan Keluarga itu adalah usulan perseorangan, bukan usulan dari fraksi, yang nantinya akan sama-sama dicermati," katanya. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Rustam: Ayo Anies, Tunjukkan Gebrakan Melawan Virus Corona

Image

News

Kolom

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image

News

Said Didu Belum Minta Maaf ke Luhut, Rustam: Lanjutkan ke Ranah Hukum

Image

Iptek

Wabah Corona

Google Izinkan Para Klien Termasuk Rumah Sakit untuk Beriklan Terkait Virus Corona di Platformnya

Image

News

Wabah Corona

Corona Mewabah, Keluarga Tapol Papua Minta Pemerintah Bebaskan Kerabatnya

Image

News

Wabah Corona

Pengamat: Pemerintah Pusat dan DKI Jakarta Harus Bersinergi dalam Penanganan Covid-19

Image

News

Dapat Suaka Politik di Swedia, Jurnalis Pakistan Sajid Hussain Dilaporkan Hilang

Image

News

Wabah Corona

Rustam: Barangkali Jokowi Ingin Ingatkan bahwa Dia Punya Kewenangan Menetapkan Darurat Sipil, Darurat Militer, Bahkan Darurat Perang

Image

News

Wabah Corona

Pusat dan Jakarta Harusnya Rukun Tangani Covid-19, Ulil: Sejak Awal, Anies Mau Serius Nangani Masalah Ini, Dituduh Cari Panggung oleh Pemerintah Pusat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pemerintah Korea Selatan Pertimbangkan Penggunaan Gelang Listrik untuk Pelanggar Karantina

Orang-orang telah menemukan celah dan mulai meninggalkan telepon mereka di rumah saat meninggalkan rumah sehingga tak terdeteksi pemerintah.

Image
News
Wabah Corona

Turki Berencana Bebaskan 90.000 Napi di Tengah Pandemi Virus Corona

Dengan RUU tersebut, tugas hakim dan wewenang otorisasi juga akan diperpanjang

Image
News

Gerindra: Pembahasan RUU Omnibus Law Tak Bisa Dikebut Semalam

Ini harus dikaji betul.

Image
News
Wabah Corona

674 Orang Tenaga Medis yang Tangani Covid-19 di DKI Jakarta Memilih Tak Pulang ke Rumah

Para tenaga medis ini menginap di empat hotel yang disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Image
News

Surat Telegram Soal Penegakan Hukum Banyak Dikritik, Ini Tanggapan Kapolri

Idham menyebut kalau ada yang tidak setuju, maka ada mekanisme tersendiri yang bisa ditempuh, yakni mekanisme praperadilan.

Image
News
Wabah Corona

Corona Mewabah, P4 Sumbang Sembako untuk Supir Angkot

“Saya pernah mendengar langsung curhatan supir angkot yang mengeluh karena sepi penumpang“

Image
News

Surat Telegram Dikritik, Kapolri Idham Azis: Pro Kontra Itu Hal yang Biasa

Para tersangka juga punya hak untuk mengajukan praperadilan

Image
News

PSBB Diterapkan, OJK Terus Koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya

Masyarakat, lanjut Sekar, dapat melakukan transaksi layanan keuangan melalui lembaga jasa keuangan dengan memanfaatkan teknologi informasi

Image
News
Wabah Corona

PSI Pertanyakan Sasaran Bansos yang Dibagikan Anies Jelang Penerapan PSBB

"Kami minta kejelasan, siapa sebenarnya yang jadi sasaran bansos ini, apakah warga atau keluarga?

Image
News
Satgas Pamtas

Gelar Patroli, Prajurit Kostrad Cek Kesehatan Warga di Hutan Papua

"Kami juga harus mengetahui kondisi kesehatan warga yang tinggal di bivak-bivak yang berada di hutan”

terpopuler

  1. Kendaraan Pribadi dan Angkutan Umum Bakal Dibatasi di Jakarta

  2. 5 Fakta Tak Terduga Tora Sudiro, Cucu Mantan Gubernur DKI Jakarta

  3. Kasdam XVIII/Kasuari: Kalian Harus Gembira dan Jangan Terlihat Susah

  4. PSBB Mulai Diberlakukan, DPR: Pintu Masuk dan Keluar DKI Jakarta Harus Dijaga

  5. Surabaya Ketat, Risma: Kami Juga Minta Warga Sementara Ini Tidak Menerima Tamu atau Kerabat dari Luar Kota

  6. 5 Foto Cantik Petenis Eugenie Bouchard di Alam Bebas, Mendaki di Tengah Virus Corona

  7. Polri: Larangan Berboncengan Sepeda Motor Hanya untuk Pemudik

  8. Ruhut: Dampak Baik Virus Corona yang Paling Terasa Sekarang Udara Menjadi Bersih, Polusi Jauh Berkurang

  9. Rustam: Ayo Anies, Tunjukkan Gebrakan Melawan Virus Corona

  10. IHSG Diramal Melambung, Saham Ini Akan Bawa Untung

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Zainul A. Sukrin

Perppu Corona, Ujungnya Dimana?

Image
Prakoso Permono

Bayang-bayang Ancaman Teror di Tengah Pandemi

Image
Reza Fahlevi

Atas Nama Kemanusiaan, Stop Politisasi Covid-19

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Besarkan Go-Life hingga Diakui Forbes, Ini 5 Fakta Menarik Windy Natriavi, Pendiri AwanTunai

Image
Hiburan

Resmi Diperistri So Ji-Sub, 5 Fakta Menarik Presenter Cantik Jo Eun-jung

Image
News

Wabah Corona

Olahraga hingga Donor Darah, 7 Potret Aktivitas Sandiaga Uno di Sela-sela WFH