image
Login / Sign Up

Kontroversi RUU Ketahanan Keluarga, Anggota PKS Ditanya Rustam: Apakah Sudah Penuhi Kewajiban Atur Rumah Tangga Sebaik-baiknya?

Siswanto

Image

Sejumlah anggota DPR mengikuti Rapat Paripurna, Kamis (12/7/2018). Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Pembicaraan RAPBN 2019 dan RKP 2019 oleh Banggar DPR hanya dihadiri 63 anggota | ANTARA

AKURAT.CO, Belum kelar perdebatan soal RUU Cipta Kerja yang rancangannya sudah diserahkan pemerintahan Presiden Joko Widodo ke DPR, muncul kontroversi baru lagi, yakni RUU Ketahanan Keluarga.

RUU Ketahanan Keluarga dinilai banyak pihak terlalu mengintervensi urusan pribadi warga negara, terutama masalah seksual dan perempuan. 

Draf aturan ini diajukan oleh lima politikus, yaitu Netty Prasetiyani dan Ledia Hanifa dari Fraksi PKS, Endang Maria Astuti dari Fraksi Partai Golkar, Sodik Mudjahid dari Fraksi Partai Gerindra, serta Ali Taher dari Fraksi PAN.

baca juga:

"Saya ingin bertanya kepada perempuan-perempuan anggota DPR dari PKS yang mengusulkan RUU Ketahanan Nasional; yang hari-harinya berkantor di Senayan; apakah sudah memenuhi kewajiban mengatur rumah tangga dengan SEBAIK-BAIKNYA?" demikian dikatakan pengamat Politik Rustam Ibrahim dalam Twitter.

Menurut Rustam negara yang terlalu mengatur ranah privat itulah yang disebut negara totaliter. Negara totaliter, kata dia, bisa dalam bentuk negara komunis, bisa negara fascis, bisa juga negara agama.

Sebaliknya, kata Rustam, semakin sedikit negara mengatur individu dan masyarakat semakin baik. Biarkan individu dan masyarakat mengatur dirinya sendiri. Sebaliknya, semakin rakyat terlibat dalam mengontrol negara semakin baik, agar negara tidak menyalahgunakan kekuasaannya.

"Saya berharap Presiden @jokowi hadir dalam melindungi hak-hak warga negara, hak kehidupan privat, kebebasan beragama/beribadah, hak atas informasi yang benar, dan sebagainya. Mudah-mudahan tidak hanya sibuk urusan/kesejahteraan ekonomi  @fadjroeL," kata Rustam. 

Dibahas

Menanggapi berbagai kritik dari masyarakat, bahkan kalangan partai, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memastikan akan membahas RUU Ketahanan Keluarga di DPR.

"RUU Ketahanan Keluarga pasti dibahas tapi kita belum sampai pada agenda itu," kata Muhadjir di lingkungan istana kepresidenan Jakarta dalam laporan Antara, Kamis lalu.

RUU Ketahanan Keluarga yang merupakan usulan DPR tersebut belakangan menjadi perbincangan karena memuat sejumlah hal kontroversi mulai dari kewajiban suami istri hingga aktivitas seks sadis BDSM (Bondage and Discipline, Sadism and Masochism)

RUU Ketahanan Keluarga tersebut telah masuk dalam Prolegnas Prioritas 2020 dan sedang dalam proses harmonisasi di Badan Legislasi  DPR sebelum masuk tahap pembahasan.

Sejumlah hal kontroversi dalam draf tersebut misalnya pertama, kewajiban suami dan istri. Kewajiban istri tertuang dalam Pasal 25 Ayat (3). Berdasarkan RUU itu, ada tiga kewajiban istri, yaitu mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya serta menjaga keutuhan keluarga. Kemudian, istri wajib memperlakukan suami dan anak secara baik, serta memenuhi hak-hak suami dan anak sesuai norma agama, etika sosial, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, dalam pasal 25 ayat (2) diatur empat kewajiban suami yaitu sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab antara lain melindungi keluarga dari diskriminasi, kekejaman, kejahatan, penganiayaan, eksploitasi, penyimpangan seksual, dan penelantaran; melindungi diri dan keluarga dari perjudian, pornografi, pergaulan dan seks bebas, serta penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Kedua, draf ini mengatur bahwa lesbian, gay, biseksual dan transgender tergolong penyimpangan seksual keluarga atau individu homoseksual dan lesbian wajib melapor.

Aturan itu tertuang dalam pasal 85-89 RUU Ketahanan Keluarga. Pasal 85 mengatur tentang penanganan krisis keluarga karena penyimpangan seksual. Penyimpangan seksual yang dimaksud dalam Pasal 85, salah satunya adalah homoseksualitas. Selanjutnya, dalam pasal 86-87, pelaku penyimpangan seksual wajib dilaporkan atau melaporkan diri ke badan atau lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk mendapatkan pengobatan atau perawatan.

Dalam Pasal 88-89 diatur tentang lembaga rehabilitasi yang menangani krisis keluarga dan ketentuan mengenai pelaksanaan wajib lapor.

Tak hanya LGBT, RUU Ketahanan Keluarga juga mengatur pelaku sadisme dan masokisme atau BDSM. BDSM adalah aktivitas seksual yang merujuk pada perbudakan fisik, sadisme, dan masokisme yang dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak.

Penjelasan pasal 85 mendefinisikan sadisme dan masokisme sebagai penyimpangan seksual. "Sadisme adalah cara seseorang untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan menghukum atau menyakiti lawan jenisnya" sedangkan "Masochisme kebalikan dari sadisme adalah cara seseorang untuk mendapatkan kepuasan seksual melalui hukuman atau penyiksaan dari lawan jenisnya."

Donor sperma dan sel telur juga terancam pidana. Berdasarkan pasal 31 disebutkan ayat (1) "Setiap orang dilarang menjualbelikan sperma atau ovum, mendonorkan secara sukarela, menerima donor sperma atau ovum yang dilakukan secara mandiri ataupun melalui lembaga untuk keperluan memperoleh keturunan". Ayat (2) "Setiap orang dilarang membujuk, memfasilitasi, memaksa, dan/atau mengancam orang lain menjualbelikan sperma atau ovum, mendonorkan, atau menerima donor sperma atau ovum yang dilakukan secara mandiri ataupun melalui lembaga untuk keperluan memperoleh keturunan."

Pasal 139 mengatur ketentuan pidana bagi pihak-pihak yang disebutkan di dalam Pasal 31 Ayat (1). Mereka yang melakukannya terancam pidana paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500 juta. Sementara itu, mereka yang melakukan perbuatan sebagaimana diatur dalam Pasal 31 Ayat (2) terancam hukuman lebih berat sebagaimana diatur pada Pasal 140. Dalam pasal itu, mereka yang sengaja melakukannya terancam pidana tujuh tahun dan denda paling banyak Rp500 juta.

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Gagal Terapkan Kebijakan 'Social Distancing', PKS Nilai Pemerintah Tidak Siap Hadapi Covid-19

Image

News

Wabah Corona

Fraksi PKS Sarankan Pembukaan Paripurna DPR Dilakukan Secara Virtual

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pengusaha Industri Swasta Diminta Bantu Produksi Massal APD Untuk Lawan Corona

Image

News

Wabah Corona

Soal Rapat Paripurna, Sekjen DPR: Kami Siapkan Teleconference

Image

News

Cegah Corona di Lapas dan Rutan, Anggota DPR: RUU Pemasyarakatan Harus Dipercepat dan Disahkan

Image

News

Sebelum Meninggal Anggota DPR RI Imam Suroso Sempat Blusukan di Pasar Puri Kabupaten Pati

Image

News

Status PDP Corona, Anggota DPR Komisi IX Fraksi PDIP Meninggal Dunia

Image

News

Organisasi Buruh FSP-KEP Minta DPR Tunda Rapat Paripurna: Jangan Ambil Kesempatan

Image

News

DPR Harap Pemerintah Percepat Pergantian Eks Komisioner KPU Evi Novida Ginting

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

KSAD Kerahkan Armada Bantu PMI Disinfektan di Jakarta

"Sebanyak 100 prajurit TNI AD telah membantu operasional armada penyemprotan disinfektan PMI,"

Image
News

Pemkab Karawang Tetapkan Tanggap Darurat Bencana COVID-19

Status tanggap darurat bencana corona di Karawang ditetapkan berlaku selama 100 hari, mulai 23 Maret hingga Juni 2020.

Image
News

Perkumpulan Dokter Harap Pemerintah Pastikan APD Berkualitas Tersedia

"Salah satu permasalahan utama saat ini adalah ketersediaan dan kualitas alat pelindung diri bagi seluruh petugas kesehatan dan relawan,"

Image
News

Ragunan Perpanjangan Masa Penutupan Sampai 12 April

"Jadi kita ralat, perpanjangan masa penutupan dari tanggal 30 Maret sampai 12 April,"

Image
News

Satu Kasus Positif COVID-19 di Kota Bogor Meninggal

"Satu pasien meninggal dunia hari ini, sehingga ada enam pasien positif COVID-19 yang masih dalam perawatan di rumah sakit,"

Image
News

Pelabuhan Tanjung Priok Disemprot Disinfektan Cegah COVID-19

"Kegiatan disinfeksi akan terus dikerjakan dengan harapan bisa memperlambat penyebaran COVID-19 di wilayah Jakarta Utara,"

Image
News

Pemkot Jakut Data Warga Beresiko Tinggi Terpapar Covid-19

"Pendataan warga ditugaskan kepada ketua rukun tetangga dan rukun warga

Image
News

638 Tenaga Kesehatan Tinggal di Hotel Kelolaan DKI Jakarta

Hiingga saat ini, terdapat total 638 tenaga kesehatan (nakes) terdiri 604 perawat dan 34 dokter menginap di tiga hotel.

Image
News

Jemaah Masjid Kebun Jeruk Diusulkan Pindah ke RS Wisma Atlet

"Kami usulkan juga agar 183 orang ini dipindahkan ke Wisma Atlet Kemayoran dan ditempatkan di lokasi ODP,"

Image
News
Wabah Corona

Tolitoli Bakal Tutup Total Seluruh Akses Transportasi

"Akan kita berlakukan mulai Senin (30/3/2020) pukul 00.00 Wita selama 14 hari ke depan“

terpopuler

  1. Pasien Positif Corona Sembuh: Jangan Percaya Berita Hoaks, Nyatanya Bisa Sembuh

  2. Nasib TKI Saat Malaysia Lockdown, Kades: Ada Keluarga yang Jual Ternak sampai Perhiasan untuk Dikirim Agar Tetap Bisa Makan

  3. Politikus Demokrat: Pak Jokowi, Apa yang Membuat Bapak Jadi Peragu untuk Putuskan Lockdown atau Tidak, Jelaskan Saja Pada Rakyat

  4. Menkopolhukam: Pastikan Tidak Ada Lockdown Tapi Karantina Wilayah

  5. Wilmar Peduli Alokasikan USD1 Juta Ringankan Dampak Covid-19

  6. Masuk Forbes hingga Hobi Berkebun, Ini 5 Fakta Menarik Amanda Susanti, Pendiri Sayurbox

  7. Haikal Hassan: Walikota Lockdown Tegal Dipuji, Gubernur DKI Mau Lockdown Dibully

  8. Sebelum Meninggal Anggota DPR RI Imam Suroso Sempat Blusukan di Pasar Puri Kabupaten Pati

  9. Pro Kontra di Tengah Wabah Corona, Gatot Nurmantyo Jelaskan Mengapa Ajak Umat Makmurkan Masjid dan Galakkan Salat Berjamaah

  10. Presiden Jokowi Diminta Nyatakan Jakarta 'Lockdown'

ibunda jokowi

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Zainul A Sukrin

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Image
Reza Fahlevi

Gotong Royong Melawan Covid-19

Image
Azhar Ilyas

Video Call Jadi Komunikasi ‘Normal’ Sejak Pandemi Covid-19

Image
Ujang Komarudin

Pilkada di Tengah Corona

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Masuk Forbes hingga Hobi Berkebun, Ini 5 Fakta Menarik Amanda Susanti, Pendiri Sayurbox

Image
News

Diberhentikan Secara Tidak Hormat, 5 Fakta Penting Komisioner KPU Evi Novida Ginting

Image
News

Wabah Corona

Sri Mulyani hingga Retno Marsudi, 8 Potret Menteri Srikandi Jalani WFH