image
Login / Sign Up

Atur Kewajiban Suami-Istri hingga Larang Donor Sperma dan Ovum, Ini 5 Pasal RUU Ketahanan Keluarga yang Tuai Polemik

Silvia Nur Fajri

Image

Ilustrasi Keluarga | Pixabay

AKURAT.CO, Belakangan ini, masyarakat Tanah Air tengah ramai membicarakan soal Rancangan Undang-undang (RUU) Ketahanan Keluarga. RUU tersebut mendapat kritikan dari sejumlah pihak karena dianggap terlalu mencampuri ranah privat.

Selain itu, beberapa pasal dalam RUU tersebut juga menjadi sorotan publik. Mulai dari peraturan mengenai kewajiban antara suami dan istri hingga pelarangan hal-hal yang dianggap penyimpangan seksual dalam rumah tangga.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 pasal RUU Ketahanan Keluarga yang mencuri perhatian publik.

baca juga:

1. Mengatur kewajiban suami dan istri

Salah satu poin RUU Ketahanan Keluarga yang mencuri perhatian adalah Pasal 25 Ayat 2 dan 3, yang berisi tentang kewajiban suami dan istri dalam berumah tangga. Pada Pasal 25 Ayat 2, disebutkan bahwa tugas-tugas suami sebagai kepala keluarga antara lain seperti menjaga keutuhan dan kesejahteraan keluarga, bertanggung jawab atas legalitas kependudukan keluarga, hingga melindungi keluarga dari tindak kejahatan.

Sementara Pasal 25 Ayat 3, berisi tentang tugas seorang istri dalam urusan rumah tangga seperti menjaga keutuhan keluarga; memperlakukan suami dan anak secara baik; serta memenuhi hak-hak suami dan anak sesuai norma agama, etika sosial, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Suami istri wajib saling mencintai

Selain mengatur kewajiban suami dan istri, RUU Ketahanan Keluarga juga turut mengatur mengenai perasaan pasangan dalam rumah tangga. Peraturan tersebut tertuang pada Pasal 24 ayat 2, yang berbunyi:

"Setiap suami istri yang terikat dalam perkawinan yang sah wajib saling mencintai, menghormati, menjaga kehormatan, setia, serta memberi bantuan lahir dan batin yang satu kepada yang lain."

3. Melarang 'penyimpangan' seksual

RUU Ketahanan Keluarga juga mengatur perilaku penyimpangan kepuasan seksual. Dalam draft disebutkan bahwa perilaku penyimpangan seksual meliputi sadisme, masochisme, homoseks, dan inses.

Berdasarkan bunyi Pasal 85 yang merujuk pada Pasal 74, sadisme adalah cara seseorang untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan menghukum atau menyakiti lawan jenisnya. Sementara itu, masochisme kebalikan dari sadisme adalah cara seseorang untuk mendapatkan kepuasan seksual melalui hukuman atau penyiksaan dari lawan jenisnya.

Apabila penyimpangan tersebut terjadi, para pelaku wajib dilaporkan atau melaporkan diri ke badan atau lembaga yang ditunjuk pemerintah, untuk mendapatkan pengobatan atau perawatan. Peraturan tersebut telah tertuang pada Pasal 86-89 RUU Ketahanan Keluarga.

4. Keluarga Homoseksual wajib melapor

Poin RUU Ketahanan Keluarga pada Pasal 85-89 juga mengatur tentang pelarangan penyimpangan seksual Homoseksual. Dalam pasal 85 yang mengacu pada Pasal 74, dijelaskan bahwa homoseks (pria dengan pria) dan lesbian (wanita dengan wanita) merupakan masalah identitas sosial, di mana seseorang mencintai atau menyenangi orang lain yang jenis kelaminnya sama.

Selanjutnya, baik pelaku ataupun anggota keluarga dari orang yang memiliki penyimpangan seksual wajib melapor ke pihak yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Mereka akan mendapatkan pengobatan dan perawatan berupa rehabilitasi.

5. Donor Sperma terancam dipidana

Pasal 31 RUU Ketahanan Keluarga juga tak kalah menuai kontroversi. Pasal tersebut berisi tentang pelarangan terhadap pendonoran Sperma dan sel telur. Adapun bunyi pasal tersebut sebagai berikut:

Ayat (1): "Setiap orang dilarang menjualbelikan Sperma atau Ovum, mendonorkan secara sukarela, menerima donor Sperma atau Ovum yang dilakukan secara mandiri ataupun melalui lembaga untuk keperluan memperoleh keturunan."

Ayat (2): "Setiap orang dilarang membujuk, memfasilitasi, memaksa, dan/atau mengancam orang lain menjualbelikan Sperma atau Ovum, mendonorkan, atau menerima donor Sperma atau Ovum yang dilakukan secara mandiri ataupun melalui lembaga untuk keperluan memperoleh keturunan."

Sementara itu, ketentuan pidana juga telah tertuang pada Pasal 139 dan 140, yakni bagi pihak-pihak yang disebutkan di dalam Pasal 31 Ayat (1) dapat terancam pidana paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500 juta. Sementara pihak dalam 31 Ayat (2) akan terancam pidana tujuh tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.

Itulah sederet fakta mengenai pasal-pasal kontroversial dalam RUU Ketahanan Keluarga. Bagaimana pendapatmu? []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

News

FOTO Aksi Penolakan RUU Omnibus Law dan RUU Ketahanan Keluarga

Image

News

Wakil Ketua MPR Minta DPR Cabut RUU Ketahanan Keluarga dari Prolegnas

Image

News

Singkirkan LGBT, Putin Ajukan Konstitusi yang Memuat Definisi Pernikahan

Image

News

Festival LGBT Muslim Pertama Akan Digelar di London

Image

Ekonomi

Pemisahan Kamar Anak dan Orang Tua Bukan sebuah Pilihan

Image

Ekonomi

RUU Ketahanan Keluarga dari Sudut Pandang Kemampuan Beli Rumah

Image

Gaya Hidup

Penelitian Baru, Diet Buruk Pengaruhi Kualitas Sperma

Image

News

Formappi: Ketahanan Keluarga Jadi RUU Akibat Penyusunan Prioritas Prolegnas yang Tak Jelas

Image

News

RUU Ketahanan Keluarga Dinilai Sumbang Kekerasan Sistematis terhadap  Perempuan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Warganya Positif Corona, Pemkab Lumajang Akan Karantina Tiga Wilayah

"Dan untuk orang-orang terdekat dari pasien sudah dilakukan tes, hasilnya sudah dilaporkan ke pemerintah pusat"

Image
News
Wabah Corona

Satu Pasien Covid-19 Sembuh di Tangerang

"Di Kota Tangerang ada satu pasien positif yang telah dinyatakan sembuh dan kini sudah kembali ke tempat tinggalnya."

Image
News
Wabah Corona

PDIP DKI Jakarta Salurkan Bantuan Berupa Masker dan Hand Sanitizer

Brando menegaskan, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap warga

Image
News

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah: Hadapi Covid 19, Perlu Berlakukan Operasi Militer Selain Perang

Pola penangan covid 19 sekarang belum terintegratif

Image
News
Wabah Corona

Jumlah ODP di Barito Selatan Bertambah Delapan Orang

"Ada dua orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini dirawat di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya"

Image
News
Wabah Corona

Dorong Pemerintah Prioritaskan Tangani Covid19, Hidayat Nur Wahid: Ikuti Saran MUI

untuk fokus dan memprioritaskan penanganan pandemi COVID-19 dengan kebijakan yang efektif

Image
News
Wabah Corona

Tidak Indahkan Imbauan Polisi, Pesta Pernikahan di Bogor Dibubarkan

"Kita juga terus melakukan imbauan ke warga masyarakat yang ingin melaksanakan resepsi pernikahan, agar menundanya."

Image
News
Wabah Corona

DPR Diharapkan Kompak Alokasikan Anggaran untuk Penanganan Corona

“Karena kita semua tahu bahwa penanganannya membutuhkan anggaran yang cukup besar“

Image
News
Wabah Corona

Polda Metro Siap Kalau Jakarta 'Lockdown'

"Polisi ditanya udah siap atau belum? Oh sudah (siap) karena sudah latihan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus

Image
News
Wabah Corona

Tunggu DKI Jakarta, Pemkot Bogor Siap-siap 'Lockdown'

"Warga Kota Bogor dan sekitarnya banyak yang bekerja di Jakarta, sehingga Kota Bogor akan menerapkan program yang sejalan dengan DKI."

terpopuler

  1. Fadli Zon: Mungkin Pak Yuri Kelelahan, Virus Corona Disebarkan Oleh Orang Kaya ke Orang Miskin

  2. Bicara Peran Orang Kaya dan Orang Miskin, Staf Pribadi SBY ke Jubir COVID-19: Kurang Bijak di Kala Kesulitan Seperti Ini

  3. FIGC Pastikan Serie A Italia Umumkan Juara Musim Ini

  4. Hendri: Sebentar Lagi Ada yang Nuduh Wali Kota Tegal Lagi Cari Panggung Mau Jadi Gubernur Jateng! Jangan Ya, Jangan Gitu

  5. Khawatir COVID-19, Putra Sulung Angelina Jolie Pulang ke Amerika

  6. Meninggal Dunia, Ini 5 Fakta Penting Edo TS, Gamer Difabel asal Banua, Kalimantan Selatan

  7. Gagal Terapkan Kebijakan 'Social Distancing', PKS Nilai Pemerintah Tidak Siap Hadapi Covid-19

  8. Jokowi Diminta Lepaskan Ego Ekonomi dan Utamakan Keselamatan Warga

  9. Mike Tyson: Wilder Kalah karena Kurang Percaya Diri

  10. Kisah Nabi Isa dan Lelaki Berpenyakit Kusta

ibunda jokowi

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Zainul A Sukrin

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Image
Reza Fahlevi

Gotong Royong Melawan Covid-19

Image
Azhar Ilyas

Video Call Jadi Komunikasi ‘Normal’ Sejak Pandemi Covid-19

Image
Ujang Komarudin

Pilkada di Tengah Corona

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Masuk Forbes hingga Hobi Berkebun, Ini 5 Fakta Menarik Amanda Susanti, Pendiri Sayurbox

Image
News

Diberhentikan Secara Tidak Hormat, 5 Fakta Penting Komisioner KPU Evi Novida Ginting

Image
News

Wabah Corona

Sri Mulyani hingga Retno Marsudi, 8 Potret Menteri Srikandi Jalani WFH