image
Login / Sign Up

Demokrat: Alasan Salah Ketik Draf RUU Omnibus Law Ciptaker Tak Masuk Akal

Oktaviani

Image

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin (kedua kiri) saat menjadi pembicara dalam diskusi akhir pekan dikawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2018). Dalam diskusi ini membahas tema " Pilkada, Kotak Kosong dan Pilpres". Dalam diskusi ini para pembicara menanggapi pilkada serentak 2018 yang telah berlangsung, mereka menyoroti kandidat yang maju dalam pilkada tersebut baik yang menang maupun yang kalah dan juga partai-partai besar yang gagal memenangkan calonnya dibeberapa daerah yang menggelar pilkada serentak. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Wasekjen Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengkritik adanya salah pengetikan dalam draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) yang memberi kewenangan kepada pemerintah bisa mencabut Undang-undang (UU) lewat Peraturan Pemerintah (PP).

Ia menilai, alasan kesalahan pengetikan itu tidak masuk akal. Menurut Didi, itu sudah jelas keinginan dari pemerintah.

"Terkait pasal 170 Cipta Kerja, tidak masuk akal alasan salah ketik. Sesungguhnya itu jelas memang keinginan pemerintah," kata Didi dalam keterangan tertulis, Rabu (19/2/2020).

"Kalau memang kemudian pasal itu salah fatal maka hapus saja," imbunya.

Adapun bunyi Pasal 170 Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus law Ciptaker:

Ayat (1)

Dalam rangka percepatan pelaksanaan kebijakan strategis cipta kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), berdasarkan Undang-Undang ini Pemerintah Pusat berwenang mengubah ketentuan dalam Undang-Undang ini dan/atau mengubah ketentuan dalam Undang-Undang yang tidak diubah dalam Undang-Undang ini.

Ayat (2)

Perubahan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Ayat (3)

baca juga:

Dalam rangka penetapan Peraturan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pemerintah Pusat dapat berkonsultasi dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

"Apakah salah ketik sepanjang itu? Salah ketik dalam bentuk 1 pasal dan 3 ayat? Salah ketik biasanya tidak substantif. Padahal jelas isi pasal ini sangat substantif. Jadi clear dan jelas itulah keinginan sesungguhnya pemerintah sebagaimana yang tertuang dalam RUU Ciptaker tersebut," ucapnya.

Dengan demikian, Didi berharap agar pemerintah segera merumuskan kembali untuk menjadi RUU yang lebih baik. Tidak perlu lagi mencari alasan pembenaran yang menurutnya seolah-olah seluruh masyarakat tidak mengerti. 

"Hemat saya tidak usah lagi cari-cari pembenaran seolah-olah seluruh masyarakat  tidak mengerti, tarik kembali dan segera hapus pasal itu. Akui secara ksatria memang itulah keinginan sesungguhnya dari pemerintah yang kemudian ternyata keliru fatal. Logika dan akal sehat kita sangat mudah melihat suatu yang salah dalam pasal tersebut," tandasnya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Di Hadapan DPR, Erick Beberkan Langkah BUMN Cegah COVID-19

Image

News

Wabah Corona

Pemerintah Dinilai Lamban Tangani Covid-19, Nasdem: Jangan Sampai Kita Seperti Italia!

Image

News

Wabah Corona

Desak Pemerintah Beberkan Peta Penyebaran Covid-19, PAN: Ibarat Perang, Zona Tempurnya Harus Jelas

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Gawat! Gara-Gara COVID-19, Target Dividen BUMN Bakal Tak Tercapai

Image

News

Kritik Jubir Presiden, Demokrat: Pernyataan Tak Bisa Dipegang, Apalagi Kebijakan

Image

News

Wabah Corona

Baleg DPR Lakukan Uji Publik RUU Omnibus Law Ciptaker

Image

News

Baleg DPR RI Akan Bentuk Panja RUU Ciptaker Pekan Depan

Image

News

Wabah Corona

DPR Sepakat Lanjutkan Pembahasan Omnibus Law

Image

News

Wabah Corona

Fraksi NasDem: DPR Perlu Percepat Omnibus Law untuk Pulihkan Ekonomi Pasca Covid-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di OKU Terancam Hukuman Seumur Hidup

"Tersangka akan dijerat pasal 340 Sub pasal 338 KUHP”

Image
News
Wabah Corona

Update Covid-19 di Jakarta: Positif 1.143, Sembuh 58, Meninggal 111

asien meninggal 111 orang, bertambah sebanyak 12 orang dari data sebelumnya, yakni 98 orang.

Image
News

Ferdinand: Selamat Jalan Pak Arminsyah, Kaget dengan Kepergian Bapak Seperti ini

"Semoga surga untukmu pak Armin."

Image
News
Wabah Corona

Distrik di China Terapkan Lockdown di Tengah Kekhawatiran Gelombang Kedua COVID-19

"Kami sangat sadar bahwa masih ada gelombang kedua di China. Itu mungkin," kata Kylie Ainslie, peneliti di Imperial College London.

Image
News

Pengamat: Koruptor Biar Saja Mereka Nginap di Balik Jeruji

"Kasus narkoba dan koruptor, dua kasus ini seharusnya tidak diberikan asimilasi atau bebas bersyarat," kata Emrus.

Image
News
Omnibus Law

HIPMI Bali Sebut Omnibus Law Ciptaker Justru Untungkan Kaum Pekerja

“Pada Pasal 153 diatur pembatasan alasan PHK jika tidak terjadi kesepakatan. Jadi perusahaan tidak bisa dengan semena-mena PHK pegawainya“

Image
News

Babe Haikal: Mohon Banget, Berhenti Jadi Pejabat Publik Kalau Gak Mau Dikritik

"Kalau Anda marah dan tersinggung saat dikritik, selain menandakan tidak dewasa dalam demokrasi, percayalah, ini mempercepat jatuhmu."

Image
News

Yasonna: Yang Tidak Terima Napi Dibebaskan Tumpul Rasa Kemanusiaannya

"Hanya orang yang sudah tumpul rasa kemanusiaannya dan tidak menghayati sila kedua Pancasila yang tidak menerima pembebasan napi."

Image
News

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Lumajang, Terasa hingga Denpasar

Pusat gempa berada di laut 100 km Barat Daya Lumajang dengan kedalaman 60 km.

Image
News

Ada Teror KSB, TNI Terus Laksanakan Komsos di Distrik Serambakon Papua

"Kami menghimbau semua pihak untuk dapat berdialog dan bersama-sama bekerja”

terpopuler

  1. Said Didu Vs Menteri Luhut, Politikus NasDem: Ngapain Main Ancam?

  2. Said Didu Terancam Dipidanakan Luhut, Ruhut Sitompul: Mulutmu Harimaumu

  3. Said Didu Diancam Luhut, Politisi PAN: Sabar Bro, Anda Pasti Telah Diincar Banyak Pihak

  4. Gantung Mi Instan di Pintu Gerbang, Deretan Momen Indah Saling Berbagi Warga RI di Tengah Pandemi Corona

  5. Refly Harun: Seorang Pejabat Negara Harusnya Tidak Marah Kalau Dikritik

  6. Ustaz Hilmi: Ketika Kritik Dianggap Menghina, Mau Dibawa Kemana Bangsa ini?

  7. Bebizie Akui Kapolsek yang Menikah di Tengah Pandemi Corona Adalah Mantannya

  8. Pengusaha Muda Puji Anies: Cara Gubernur Membuat Warganya Tenang dan Tidak Panik

  9. Luhut Ancam Pidanakan Said Didu, Pengamat: Jadi Penguasa Tak Boleh Baper

  10. Wakil Jaksa Agung Arminsyah Wafat, Sandi Uno: Terimakasih atas Dedikasinya kepada Bangsa Ini

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Image
Achsanul Qosasi

Corona, Subsistensi dan Kredit

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Istri Wakil Bupati Luwu Timur, Anny Ali

Image
News

Siapkan Akomodasi Bagi Tim Medis, 8 Potret Wali Kota Bandung Turun Langsung Perangi Virus Corona

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya