image
Login / Sign Up

Sejarah Alasan Salat Zuhur dan Asar Suaranya Harus Dipelankan

Hadi Mulyono

Image

Ilustrasi | freeimages.com

AKURAT.CO, Salat Zuhur dan Asar memiliki sedikit perbedaan pelaksanaan dibandingkan dengan Salat Subuh, Maghrib dan Isya. Kedua Salat tersebut bacaannya dipelankan dan hanya terdengar oleh yang melaksanakan bukan didengar orang lain, termasuk makmum di belakangnya.

Cara membaca lirih saat Salat Zuhur dan Asar tersebut bukan tanpa dasar. Rasulullah saw bersabda, "Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku Salat."

Oleh karena itu, Salat Zuhur dan Asar suaranya dipelankan berdasarkan pada apa yang diajarkan Rasulullah saw. Saat itu, Rasulullah saw pernah memimpin Salat jemaah bersama para sahabat dengan mengeraskan bacaan. Kemudian, kaum musyrikin Makkah mendengar bacaan Salat Rasulullah sehingga mereka pun mencaci maki bacaan itu.

baca juga:

Tidak berhenti di situ, kaum musyrikin juga mencaci maki Zat yang menurunkannya beserta orang-orang yang menyampaikannya. Akhirnya Allah Swt memerintahkan untuk tidak mengeraskan suara Salat di siang hari (Zuhur dan Asar) agar tidak menjadi bahan caci maki kaum musyrikin.

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an yang artinya;

"Katakanlah, "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al-asmaaul husna (nama-nama yang indah) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu." (QS. Al-Isra: 110)

Dalam kitab I’anah At-Thalibi dijabarkan bahwa Imam Ali Syibramalisy berkata, "Bahwa malam hari adalah waktu khalwat (menyepi) dan tepat untuk digunakan untuk berdiskusi, maka disyariatkan mengeraskan bacaan Salat guna mencari kenikmatan munajat seorang hamba kepada Allah. Mengeraskan suara tersebut dikhususkan pada dua rakaat pertama karena semangatnya orang yang Salat berada di dalam dua rakaat tersebut. Sementara waktu siang hari adalah waktu yang sibuk untuk berkumpul dengan orang lain, maka dianjurkan membaca dengan suara lirih karena memang waktu itu tidak nyaman digunakan munajat. Adapun Salat Subuh disamakan dengan Salat malam, karena waktunya bukan waktu yang sibuk."

Lalu bagaimana jika seseorang Salat Zuhur dan Asar dengan mengeraskan suara?

Dalam kitab Al-Muntaqa Syarah Muwatha' dikatakan bahwa mengeraskan suara saat Salat Zuhur dan Asar salatnya tetap sah tetapi hukumnya makruh karena tidak sejalan dengan apa yang diajarkan Rasulullah saw.

Hal tersebut sebagaimana yang dikatakan Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar.

Wallahu a'lam. []

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

MUI Ajak Semua Muslim Selipkan Qunut Nazilah di Setiap Salat

Image

News

Kisah Ketika Para Sahabat Meninggalkan Rasulullah Saat Sedang Berkhotbah

Image

News

Ibunda Presiden Jokowi Wafat, Menag Imbau Umat Islam Salat Gaib

Image

News

Ada Kemudahan di Balik Kesusahan, 4 Hikmah yang Bisa Dipetik Umat Islam dari Isra Mikraj

Image

News

Wabah Corona

MUI Imbau Umat Islam Salat Ghaib untuk Jenazah Covid-19

Image

News

Wabah Corona

PA 212 Dukung Salat Berjamaah di Masjid Ditiadakan Sementara Waktu

Image

News

4 Tradisi Unik Isra Mikraj di Indonesia, Wujud Harmoni antara Agama dan Budaya

Image

News

Menunjukkan Tanda-tanda Kekuasaan Allah, Ini 5 Peristiwa yang Meliputi Isra Mikraj

Image

News

Selawat Tarhim, Kumandang Sebelum Azan Subuh yang Membuat Hati Tenang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pemkot Jakut Data Warga Beresiko Tinggi Terpapar Covid-19

"Pendataan warga ditugaskan kepada ketua rukun tetangga dan rukun warga

Image
News

638 Tenaga Kesehatan Tinggal di Hotel Kelolaan DKI Jakarta

Hiingga saat ini, terdapat total 638 tenaga kesehatan (nakes) terdiri 604 perawat dan 34 dokter menginap di tiga hotel.

Image
News

Jemaah Masjid Kebun Jeruk Diusulkan Pindah ke RS Wisma Atlet

"Kami usulkan juga agar 183 orang ini dipindahkan ke Wisma Atlet Kemayoran dan ditempatkan di lokasi ODP,"

Image
News
Wabah Corona

Tolitoli Bakal Tutup Total Seluruh Akses Transportasi

"Akan kita berlakukan mulai Senin (30/3/2020) pukul 00.00 Wita selama 14 hari ke depan“

Image
News

Hanya 1,1 Persen Peserta Tes Cepat di DKI Positif COVID-19

"Hingga 27 Maret 2020, telah dilakukan 10.459 tes cepat, hasilnya 121 orang dinyatakan positif dan 10.338 orang negatif,"

Image
News

Legislator Dukung Pemerintah Terbitkan PP Karantina Wilayah

"Semoga PP Karantina Wilayah ini segera keluar sehingga bisa menjadi pegangan pemerintah daerah,"

Image
News

Polres Jakbar Berhasil Cokok Pengedar Narkoba di Kawasan Kebon Jeruk

Saat ini pelaku masih kami lakukan proses penyelidikan lebih lanjut

Image
News

Wali Kota Jakbar: Jamaah Masjid Jami Kebon Jeruk Dipindahkan ke RS Wisma Atlet Malam Ini

Alhamdulilah, kloter pertama tadi 39 orang sudah diberangkatkan ke Wisma Atlet Kemayoran

Image
News

Bertambah 11 Kasus, Tenaga Medis yang Terjangkit Corona di Jakarta Jadi 61 Orang

"Per 28 Maret 2020 jumlah kasus di Jakarta yang positif COVID-19 menjadi 603 kasus dengan 62 orang meninggal dunia,"

Image
News

Merapi Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Terpantau 3 Ribu Meter

terpopuler

  1. Pasien Terus Bertambah, Jubir Covid-19: Ini Menandakan Proses Penularan Masih Berlangsung Terus Menerus di Tengah Masyarakat

  2. Telkomsel Berikan Kuota Gratis kepada Pelanggan untuk Akses ke Situs Resmi Informasi COVID-19

  3. Bantah Hoax, SOHO Buktikan Imboost & Imboost Force Baik untuk Imun Tubuh

  4. Rupiah Makin Semringah Berkat Ada Upaya Lockdown

  5. Kelebihan Kapasitas, Sebagian Tenaga Medis yang Diinapkan di Hotel Grand Cempaka Dipindahkan

  6. Anies Akui Isolasi Covid-19 Sulit Direalisasikan di Kawasan Padat Penduduk

  7. Pasien Positif Corona Sembuh: Jangan Percaya Berita Hoaks, Nyatanya Bisa Sembuh

  8. Mengenal Muezza, Kucing Peliharaan dan Kesayangan Rasulullah

  9. Daerah-daerah Mulai Lakukan Isolasi, Pemerintah Pusat Godok Aturan Mainnya

  10. Tak Kuat Lawan Corona, Wakil Ketua DPD PDIP Jabar Meninggal

ibunda jokowi

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Zainul A Sukrin

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Image
Reza Fahlevi

Gotong Royong Melawan Covid-19

Image
Azhar Ilyas

Video Call Jadi Komunikasi ‘Normal’ Sejak Pandemi Covid-19

Image
Ujang Komarudin

Pilkada di Tengah Corona

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Masuk Forbes hingga Hobi Berkebun, Ini 5 Fakta Menarik Amanda Susanti, Pendiri Sayurbox

Image
News

Diberhentikan Secara Tidak Hormat, 5 Fakta Penting Komisioner KPU Evi Novida Ginting

Image
News

Wabah Corona

Sri Mulyani hingga Retno Marsudi, 8 Potret Menteri Srikandi Jalani WFH