image
Login / Sign Up

Kisah Ketika Mbah Maimoen Zubair Rembang dapat Melipat Waktu

Hadi Mulyono

Image

Mbah Maimoen dan istrinya | Facebook/Ahsanul Fuad

AKURAT.CO, Jika para nabi dan rasul dibekali mukjizat oleh Allah Swt, para wali sebagai penerus risalah kenabian diberikan Karamah untuk memperlihatkan bahwa dirinya bukan orang sembarangan.

Karamah merupakan kejadian luar biasa di luar nalar atau logika yang dialami oleh para waliyullah.

Salah satu waliyullah dari Indonesia yang dipercaya diberikan Karamah adalah KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Maimoen. kiai karismatik ini merupakan pengasuh pondok pesantren di Sarang, Rembang, Jawa Tengah dan meninggal dunia Selasa, 6 Agustus 2019 silam.

baca juga:

Kepergiannya saat menunaikan ibadah haji saat itu menyisakan kesedihan mendalam bagi bangsa Indonesia yang harus ditinggal salah satu ulama paling berpengaruh itu.

Dilansir dari akun Facebook Ahsanul Fuad, Karamah Mbah Maimoen pernah dialami dan diceritakan langsung oleh Dr. KH. Fadlolan Musyaffa' Mu'thi sebagai saksi sejarah.

Kiai Fadlolan adalah alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dan selalu menjadi pelayan (tour guide) ketika Mbah Maimoen menyambangi Mesir. Kiai Fadlolan yang juga pengasuh Ponpes Fadhlul Fadhlan, Jawa Tengah itu mengaku pernah mengalami sendiri Karamah yang ada pada diri Mbah Moen.

Suatu hari di tahun 2005, Mbah Maimoen beserta istrinya tengah berkunjung ke Mesir dengan berbagai macam tujuan di antaranya berwisata ke Luxor dan Aswan. Saat itu, Kiai Fadlolan sudah memesankan tiket pesawat pulang pergi antara Kairo dan Luxor. Namun, betapa terkejutnya Kiai Fadlolan ketika Mbah Maimoen memintanya agar mengantarkan ke makam Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili.

Jarak antara Kairo ke Luxor dengan pesawat terbang lebih kurang mencapai 900 km, sedangkan jarak antara Luxor ke Humaisarah (tempat makam Asy-Syadzili) lebih kurang 400 km dengan perjalanan darat.

Dalam hati Kiai Fadlolan jelas tidak mungkin cukup waktu untuk menuruti permintaan Mbah Maimoen mengingat jarak yang sangat jauh serta waktu yang teramat mepet.

Akan tetapi, karena Kiai Fadlolan begitu taat kepada Mbah Maimoen, ia pun lantas memberanikan diri menuruti permintaan ulama tersebut meski dengan banyak konsekuensi.

Singkat cerita, Kiai Fadlolan meminta bantuan kepada kawannya yang siap menjemputnya ketika sampai di bandara Luxor. Sesampainya di Luxor, Kiai Fadlolan, Mbah Maimoen dan istrinya langsung mengunjungi ke Luxor Temple yang dahulu menjadi kuil tempat ibadah Fir'aun.

Di sana Mbah Maimoen begitu mengagumi peradaban sembari memberikan nasihat kepada Kiai Fadlolan agar selalu belajar pada kisah masa lalu.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Kiai Fadlolan pun langsung mengajak Mbah Maimoen agar bergegas menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan jauh ke Humaisarah.

Di tengah perjalanan, rombongan mampir ke sebuah warung untuk beristirahat dan melaksanakan salat jamak taqdim. Tidak disangka sebelumnya oleh Kiai Fadlolan, ibu pemilik warung memberikan sebuah air mineral dalam kemasan botol agar didoakan oleh Mbah Maimoen.

Ibu tersebut meminta Mbah Maimoen membacakan doa untuk kesembuhan suaminya yang tengah sakit layaknya para tamu di pondoknya Mbah Maimoen yang kerap melakukan hal yang sama.

Kiai Fadlolan terkejut karena ibu penjual warung tersebut tahu bahwa Mbah Maimoen bukan orang yang sembarangan. Pemilik warung awalnya tidak berkenan untuk dibayar, tetapi Mbah Maimoen tetap membayar makanan tersebut sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Humaisarah dan tiba di sana menjelang matahari terbenam. Mbah Maimoen langsung mengambil air wudhu dan memanjatkan doa ziarah di makam Asy-Syadzili.

Kiai Fadlolan yang menjadi pelayan Mbah Maimoen kala itu merasa gelisah karena takut ketinggalan pesawat. Ia hafal betul bahwa perjalanan dari Humaisarah sampai ke bandara Luxor kurang lebih memakan waktu 7-9 jam.

Karamah Mbah Maimoen saat itu tidak bisa disangkal lagi. Ketika dalam perjalanan, Mbah Maimoen terus berzikir di jok mobil belakang didampingi istrinya.

Sampai Kiai Fadlolan benar-benar terperangah karena waktu tempuh terlipat menjadi 1,5 jam dan sampai di Luxor. Sebelum ke bandara, rombongan sempat mampir makan malam di sebuah restoran hotel untuk menikmati sea food.

Mbah Maimoen lantas memberikan 300 pound Mesir yang sejatinya cukup untuk membayar makan 4 orang. Tetapi nyatanya, Kiai Fadlolan harus menambah 400 pound karena restoran tersebut memberikan harga yang terlampau mahal dari biasanya.

Mengetahui Kiai Fadlolan tombok, Mbah Maimoen lantas mengucap "laisa minna" (bukan golongan kita) sebagai ekspresi gerutu Mbah Maimoen.

Setelah sampai di Luxor, Kiai Fadlolan kembali terkejut mendengar berita bahwa restoran yang mahal itu terbakar dan tidak bisa dipadamkan. Kiai Fadlolan teringat apa yang diucapkan Mbah Maimoen dan semakin yakin bahwa beliau adalah wali Allah.

Uniknya, Mbah Maimoen setelah mengetahui berita tentang terbakarnya restoran hotel itu justru menyesali karena telah berucap yang tidak semestinya.

Wallahu a'lam.[]

Editor: Nafilah

berita terkait

Image

News

Pesan Mbah Maimun Zubair Agar Kehidupan Rumah Tangga Berlimpah Rezeki

Image

News

Mengenang Salahuddin Al-Ayyubi, Pahlawan Muslim yang Tak Terkalahkan dalam Ratusan Pertempuran

Image

News

Masjid Amru bin Ash, Pertama di Mesir dan Benua Afrika

Image

Gaya Hidup

Kaya Akan Rempah Menggoda, Ini 6 Makanan Khas Mesir yang Bisa Kamu Cicip

Image

News

Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun

Image

News

Wabah Corona

Mesir Konfirmasi Kasus Virus Corona Pertama di Benua Afrika

Image

Olahraga

Olimpiade Tokyo 2020

Partisipasi Salah di Olimpiade, Mesir Tunggu Keputusan Liverpool

Image

Gaya Hidup

FOTO Kegembiraan Anak-anak Mesir Bermain Burung Elang di Kompetisi Sphynx

Image

News

Gadis 14 Tahun di Mesir Meninggal Akibat Sunat Perempuan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Tetap Gelar Ibadah, Jemaat di Ohio Sebut Pandemi Corona Adalah Cara Setan Jauhkan Umat dari Gereja

"Setan berusaha memisahkan kita, dia berusaha menjauhkan kita dari ibadah bersama. Tetapi kami tidak akan membiarkan dia menang," kata Kelly

Image
News
Wabah Corona

Anggota F-PKB Ini Siap Beli APD dan Masker dari Hasil Produksi UMKM dan IKM

Bang NK juga mendorong pemerintah untuk menjajaki kerjasama bilateral dengan berbagai negara di seluruh dunia.

Image
News
Wabah Corona

Harimau di Kebun Binatang New York Terjangkit Virus Corona

Image
News
Wabah Corona

Warga Bolivia Dilockdown, Hewan-hewan Bebas Bermain di Lapangan Golf

Situasi baru akibat pandemi ini memunculkan pemandangan baru yang jarang terlihat

Image
News
Wabah Corona

Presiden Jokowi Dorong Seluruh Jajarannya Lebih Cepat Bekerja dalam Penanganan Covid-19

Ia juga menginstruksikan jajaran pemerintah terkait mempercepat pengadaan dan distribusi alat pelindung diri untuk tenaga medis.

Image
News

Petugas Lapangan Dishub Jakarta Barat Ditarik 50 Persen

"Sekarang yang di lapangan kami kurangi jadi untuk di lapangan 50 persen kami kurangi yang stand by," ujar Erwansyah.

Image
News
Wabah Corona

Wabah Corona, KAI Mencatat Ada 28.000 Pembatalan Tiket di Yogyakarta Sejak Awal Maret

Ada sekitar 5.000 penumpang melakukan perubahan jadwal keberangkatan.

Image
News
Wabah Corona

Takut Tertular Virus Corona, Pria AS Bunuh Diri Setelah Membunuh Pasangan

Mereka mengira telah berinteraksi dengan seseorang yang terjangkit virus corona (COVID-19)

Image
News

Ngaku Anggota Polda Metro, Tiga Pencuri Berhasil Bawa Kabur Obat Senilai Rp500 Juta

Sudharman jadi korban pencurian obat-obatan di dalam mobilnya yang terparkir di Aparteman Casablanka East, Jalan Pahlawan Revolusi, Jaktim.

Image
News
Wabah Corona

Musni Umar ke Yasonna: Jadi Pejabat Publik Harus Tebal Kuping dan Tahan Banting Kalau Dikritik

Yasonna sempat menyoroti komentar netizen di media sosial soal membebaskan narapidana kasus korupsi di tengah wabah covid-19.

terpopuler

  1. Menteri Luhut vs Said Didu, Ferdinand ke Habiburokhman: Bib Pidana Itu Pilihan Terakhir

  2. Babe Haikal: Mohon Banget, Berhenti Jadi Pejabat Publik Kalau Gak Mau Dikritik

  3. Puji Luhut, Ruhut Sitompul: Yang Menggonggong Hanya Cari Panggung

  4. Yunarto Wijaya: LBP vs Said Didu Ini Super Gak Penting

  5. Politisi Demokrat Tanggapi Pernyataan Luhut: Bahaya! Tindakan akan Diambil Seadanya, yang Mati Terus Bertambah

  6. 5 Potret Romantis Pre-Wedding Pemain Borneo M Diky & Pevoli Putri Nasional Mutiara, Awas Kena Smash!

  7. Tak Perlu Selalu Was-was, Begini Cara Bedakan Batuk Gejala Virus Corona Atau Bukan

  8. Imbauan Buat Muslim, Khususnya Anggota PA 212 dan Laskar FPI, Jelang Bulan Puasa di Tengah Wabah Corona

  9. Yasonna: Yang Tidak Terima Napi Dibebaskan Tumpul Rasa Kemanusiaannya

  10. Arminsyah di Mata Sang Anak: Ayah Saya Selalu Katakan 'Setiap Kesulitan Selalu Ada Kemudahan'

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Istri Wakil Bupati Luwu Timur, Anny Ali

Image
News

Siapkan Akomodasi Bagi Tim Medis, 8 Potret Wali Kota Bandung Turun Langsung Perangi Virus Corona

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya