image
Login / Sign Up
Image

Achmad Fachrudin

Dosen Fakultas Dakwah Institut PTIQ Jakarta, Pemerhati Isu Radikalisme dan Terorisme

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Kolom

Image

Ilustrasi - ISIS | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO, Setelah melakukan kajian dan kalkulasi matang, pemerintah memutuskan tidak memulangkan ratusan WNI Eks ISIS yang kini berada di Suriah ke Indonesia. Namun pemerintah tetap membuka opsi memulangkan anak-anak dari WNI teroris pelintas batas (foreign terorist fighter atau TFT) dan terduga eks ISIS. Begitupun, bukan berarti dengan keputusan tersebut semua problem terkait dengan mantan ISIS ini, berakhir total. Tidak. Sebab problemnya sangat kompleks dan berdimensi luas, baik nasional dan global.  Karenanya, pemerintah dituntut untuk meneruskan trend positif guna mengatasi problem Terorisme.

ISIS atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) pada walnya dipelopori kelompok tauhid wal jihad di Irak yang didirikan Abu Muhammad Magdisi. Dilanjutkan Abu Mussaf Jarkawi, dan diteruskan muridnya, pendiri ISIS Abubakar Al Baghdadi. Abu Bakar al-Baghdadi dinyatakan tewas dalam operasi militer yang dilakukan oleh pasukan khusus Amerika Serikat pada Sabtu malam (26/10/2019) di Suriah barat laut. Pihak militer Amerika Serikat menyatakan, jasad Al-Bagdadi  dilarung ke laut namun tidak disebutkan dengan pasti kapan dan di laut mana.

ISIS telah menjadi musuh bersama (common enemy) banyak negara karena gerakan dan aksi destruktif yang dilakukan secara sistematis. Pada level wacana atau narasi, dengan cara manipulasi term, simbol atau ajaran agama untuk tujuan di luar misi suci (mission sacred) agama. Seperti jihad, hijrah, bai’at, al wara wal bara (soliditas sesama muslim), dawlah Islamiyah dan sebagainya. Bukan hanya dalam bentuk narasi, tidak jarang diwujudkan dalam bentuk aksi bunuh diri (suicide bombing), penculikan (kidnaping), perampokan (fai), dan sebagainya.

baca juga:

Berdasarkan data dari Central Intellegence Agency (CIA) Amerika Serikat, terdapat 689 WNI eks ISIS yang tersebar di sejumlah wilayah di Suriah dan Turki. Dari jumlah tersebut, sejauh ini tercatat 228 orang yang sudah teridentifikasi. Selain dari Indonesia, mengacu data dari Pusat Penelitian Radikalisasi Internasional King's College tahun lalu,  memperkirakan lebih dari 41 ribu warga asing telah bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah antara April 2013 hingga Juni 2018.

Sumber lainnya menyebutkan, warga asing yang ditahan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi dan para keluarga terduga militan ISIS yang ditampung di sejumlah kamp pengungsian di utara Suriah, terbanyak berada di al-Hol. Kamp itu menampung hampir 70 ribu orang, di mana lebih dari 94% adalah perempuan dan anak-anak dan 11 ribu di antaranya adalah warga asing.

Argumen Penolakan

Salah satu argumen penolakan pemulangan mantan combattan ISIS yang belakangan disebut dengan eks WNI, seperti dikatakan Menko Polkam Mahfud MD, Selasa (11/2), karena pemerintah lebih mendahulukan kepentingan nasional dengan memberikan perioritas jaminan rasa aman bagi 267 juta rakyat Indonesia. Manakala para mantan combattan ISIS tersebut kembali ke tanah air, dikuatirkan akan menebarkan virus-virus baru ISIS kepada masyarakat, atau melakukan tindakan anarkis dan teror.

Pertimbangan lain untuk tidak memulangkan eks teroris karena sebelumnya  sekitar 600 eks ISIS tersebut mendemonstrasikan arogansinya dengan cara membakar paspor WNI dan merekamnya melalui video.  Lalu rekaman video tersebut disebarkan ke berbagai negara malalui teknologi digital, termasuk kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia. Tindakan tersebut merupakan bentuk nyata dari sikap anti Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menyinggung martabat jutaan rakyat Indonesia.

Argumen lainnya adalah berdasarkan pengalaman dekade 1980-an, dimana sekelompok orang yang tergabung dalam organisasi Darul Islam (DI) dan pecahannya pergi ke Afghanistan. Kemudian setelah kembali ke Indonesia, justeru naik kelas dari teroris lokal menjadi teroris internasional. Pengalaman lain di 2017, ketika belasan WNI yang pergi ke Suriah karena ingin bergabung dengan ISIS dideportase ke Indonesia. Setelah kembali ke tanah air dan dilakukan program deradikalisasi: hasilnya tidak mudah menyadarkan mereka secara total.

Ditinjau dari perspektif UU No 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Pasal 23  huruf D dan F yang berisi ketentuan tentang kehilangan kewarganegaraan Indonesia,  apa yang dilakukan oleh WNI terpapar ISIS tersebut telah masuk dalam dua kriteria WNI yang kehilangan kewarganegaraannya.  Sebab mereka sudah masuk secara sukarela dalam dinas tentara negara asing.  Jika pemerintah memfasilitasi pemulangan mereka, sama saja pemerintah melanggar peraturan perundangan.

Sikap tegas pemerintah tersebut menuai dukungan dari sejumlah kalangan. Salah satunya dari PB NU, sebagaimana dikatakan Ketua Umumnya Said Aqil Siraj (SAS). Dengan merefer pesan Al-Qur’an, SAS mengatakan, Nabi Muhammad SAW diperintahkan mengusir para pembuat kegaduhan. Menurut SAS, ratusan TNI yang terpapar ISIS di Suriah dan Irak bukan saja pembuat gaduh, melainkan juga mendukung teror dan tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Menuai Kritik

Penolakan pemerintah Indonesia terhadap pemulangan WNI eks ISIS menuai kritik sejumlah kalangan. Diantaranya, pemerintah dinilai melanggar prinsip-prinsip negara hukum maupun konvensi internasional tentang kewarganegaraan. Karena melakukan tindakan tanpa melalui proses pengadilan atau due process of law and a fair trial principles. Tindakan pemerintah tersebut berpotensi bakal menimbulkan potensi gugatan di pengadilan dalam negeri ataupun internasional.

Mengacu kepada pengalaman sejumlah negara Eropa, mereka  menolak menerima kembali warga negara mereka yang bergabung dengan ISIS yang kini ditahan oleh pasukan pimpinan Kurdi di utara Suriah. Akibatnya, nasib ribuan tahanan di kawasan itu semakin tidak jelas setelah pasukan Turki merangsek masuk menyusul keputusan Amerika Serikat untuk menarik pasukan mereka dari utara Suriah.

Sementara sebagian lain, memilih bersikap longgar dan akomodatif terhadap eks warganya yang terpapar ideologi ISIS.  Dengan cara melakukan repatriasi  sedikit demi sedikit. Sebagaimana dilakukan Prancis yang telah memulangkan sebanyak 18 anak-anak, AS sebanyak 16 orang dewasa dan anak-anak, Jerman kurang dari 10 orang, Australia dengan delapan anak-anak, Swedia dengan tujuh anak-anak serta Norwegia yang telah memulangkan lima anak-anak.

Kritik lain terhadap sikap pemerintah disebabkan karena tindakan tersebut ditempuh tanpa penelitian mendalam. Padahal latar belakang atau motif yang menyebabkan eks WNI terpapar ISIS, beragam. Ada yang karena motif (a) ideologis, (b) motif politis, (c) motif ekonomis, d. motif  pragmatis, e. motif latah atau ikut-ikutan, f. ketidaktahuan., g. tertipu  oleh teman atau keluarga, dan lain sebagainya.

Sekretaris Jenderal Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengidentifikasi ada tiga jenis eks WNI ISIS. Pertama, memiliki paspor Indonesia dan mendukung Pancasila serta UUD 1945. Kedua, mempunyai paspor Indonesia, tetapi anti Indonesia dan Pancasila. Ketiga, tidak lagi mempunyai paspor dan tidak menjadi WNI. Dengan adanya varian dari jenis paspor tersebut, treatmentnya harus dibedakan. Mu’ti menyarankan, yang masih WNI dan ingin kembali secara sukarela perlu difasilitasi. WNI yang tidak setia kepada Pancasila dapat kembali dengan syarat dan pembinaan khusus.

Tantangan dan Antisipasi

Langkah yang ditempuh oleh pemerintah secara umum sudah tepat. Hal ini menunjukkan pemerintah  hadir di tengah problem pelik dan aktual  yang dihadapi oleh warganya yang terpapar ISIS, dan memberikan jawaban atas problem tersebut. Meski demikian, dengan keputusan penolakan tersebut bukan berarti secara simsalabim, problemnya menjadi selesai. Sejumlah tantangan dan problem yang bisa diduga (predicable) ataupun tidak diduga (unpredicable), bisa saja muncul paska sikap tegas pemerintah  menolak pemulangan eks WNI terpapar tegas.

Beberapa tantangan yang harus diantisipasi tersebut diantaranya, pertama, keputusan pemerintah yang menolak memulangkan eks WNI eks ISIS tetap perlu dikaji dan diuji secara akademis dari aspek hukum nasional maupun hukum dan konvensi internasional, termasuk terkait dengan perlindungan wanita/perempuan, anak-anak, hak asasi manusia dan sebagainya. Dengan demikian diharapkan, setiap keputusan pemerintah tersebut mempunyai landasan hukum yang kuat, valid dan komprehensif.  Muaranya keputusan Indonesia akan mendapat dukungan dari kalangan domestik  maupun kalangan internasional.

Kedua, pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan masuknya teroris pelintas batas melalui ‘jalan tikus’ atau jalan ilegal. Terlebih lagi, Indonesia telah menjalin kerja sama bebas visa dengan sejumlah negara. Sehingga kemungkinan masuknya teroris pelintas batas melalui jalur illegal,  berpotensi terjadi. Karena itu kerjasama antara pemerintah, TNI/Polri, BIN, Kedubes/diplomat Indonesia di luar negeri dan sebagainya dengan negara-negara sahabat khususnya yang terkait dengan perjanjian bebas visa, perlu ditingkatkan.

Ketiga, pemerintah akan menerjunkan tim ke sejumlah lembaga di beberapa negara dengan tugas memverifikasi teroris lintas batas asal Indonesia dengan harapan dapat memudahkan pemerintah mengantisipasi masuknya FTF kembali ke Indonesia. Selain itu, tim tersebut sebaiknya dapat ditugaskan untuk meneliti eksistensi dan aktivitas eks WNI terpapar ISIS. Tujuannya agar diperoleh data komprehensif, aktual dan  valid mengenai profiling teroris pelintas batas tersebut. Hasil penelitian tersebut sangat berguna saat pemerintah merumuskan dan menetapkan kebijakan tentang TFT. Termasuk rencana pemerintah yang tetap membuka opsi memulangkan anak-anak dan wanita tua dari WNI teroris pelintas batas dan terduga eks ISIS.

Keempat, menyeruaknya isu FTF ini harus makin membuat pemerintah pusat, pemerintah daerah  melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang terdapat di seluruh Indonesia, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang terdapat di seluruh Indonesia dan berbagai elemen dan komponen bangsa lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan dini baik di level pusat maupun daerah dalam melakukan pencegahan bahaya Terorisme secara lebih efektif, efisien dan terukur.

Kelima, langkah aktif dari pemerintah pusat yang menolak pemulangan eks WNI terpapar ISIS harus ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah bekerjasama dengan instansi terkait. Pemerintah daerah harus mencari informasi dan data yang valid: apakah dari ratusan TFT tersebut ada yang berasal dari daerahnya. Jika demikian, kemungkinan TFT tersebut berkomunikasi dengan sanak saudaranya yang berada di Indonesia sangat besar. Termasuk jika mereka memilih kembali secara illegal ke Indonesia, diperkirakan yang pertama kali akan ditemui atau diminta pertolongannya adalah sanak saudaranya.

Keenam, munculnya kasus eks WNI terpapar ISIS, harus makin menyadarkan kepada kita akan makin pentingnya meningkatkan intensitas dan efektivitas pencegahan Terorisme dengan secara terus memelihara dan menumbuhkembangkan keagamaan yang moderat dan toleran serta semangat keberagaman dan keindonesiaan dalam bingkai NKRI. Sedangkan terhadap warga yang sudah terlanjur terpapar atau menjadi korban dari pengaruh doktrin dan ideologi destruktif, harus terus diefektifkan program deradikalisasi dengan pendekatan yang makin humanistik serta berbasis kearifan lokal.

Ketujuh, saat bersamaan semua pihak perlu mempunyai kesamaan pandangan bahwa akar masalah dari munculnya wacana dan aksi Terorisme berangkat dari banyak faktor, baik itu agama maupun non agama (kemiskinan, pengangguran, ketidakadilan, kesejangan ekonomi) dan sebagainya maupun faktor-faktor global atau internasional. Guna mengatasi aksi Terorisme harus dilakukan secara komprehensif-holistik-integral. Tugas ini menjadi tanggungjawab bersama, termasuk pelaku dunia usaha. Dengan cara menyediakan dan memberikan lapangan kerja bagi para terpapar Terorisme, khususnya yang sudah sadar dan tidak mengulangi perbuatannya.

 

 

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

Ekonomi

Kolom

Omnibus Law dan Kuasa Kaum Kapitalis

Image

News

Kolom

Covid-19, Media dan Kekuasaan

Image

News

Kolom

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Image

News

Kolom

Pilkada di Tengah Corona

Image

News

Kolom

Alturisme

Image

Ekonomi

Investasi dan Hakikat Pembangunan

Image

News

Kolom

Kaum Miskin di Tengah Badai Virus Corona

Image

News

Kolom

Al-Isra Wal-Mi'raj dan Covid 19

Image

News

Kolom

Putusan Progresif MK Tentang Keserentakan Pemilu (Bagian 1)

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Hasil Rapid Test 300 Siswa Setukpa Positif, Kapusdokkes Polri: Masih Status OPD

Hanya saja berdasar rapid test itulah orang kadang-kadang oh positif, kadang belum tentu COVID-19.

Image
News
Wabah Corona

39 Narapidana Kelas IIA Jambi Dibebaskan dari Tahanan untuk Cegah Penyebaran Corona

Selain peraturan Menteri, pembebasan ini juga untuk mengurangi risiko penularan COVID-19. Jadi kalian malam ini bebas dan bisa pulang.

Image
News

Polisi Tangkap Pelaku Pembuat Video Hoaks Penutupan Jalan di Rawa Bokor Tangerang

Setelah kami cek ke TKP terkait dengan adanya video tersebut, adanya info penutupan jalan di daerah Rawa Bokor adalah hoaks.

Image
News
Wabah Corona

Polisi Pastikan Tidak Ada Penutupan Jalan Tol

"Kami laporkan untuk wilayah hukum Polda Metro Jaya, lalu lintas sampai saat ini tetap normal," kata Sambodo.

Image
News

Ketua Golkar Malut Apresiasi Paket Kebijakan Presiden Jokowi Dalam Mencegah Penyebaran Covid-19

Misalnya stimulus pajak, keringanan kredit, dan pembebasan listrik, itu semua akan sangat membantu masyarakat terdampak," ujar Syukur Manda

Image
News

Rampok Bunuh Pemilik Warung di Depok

Polsek Cimanggis Polres Metro Depok memburu pelaku perampokan yang menewaskan seorang pemilik warung berinisial F (33).

Image
News
Wabah Corona

Jubir Luhut Bantah Info Penghentian Transportasi Jabodetabek

odi menuturkan, informasi tentang penghentian transportasi telah beredar dengan mencantumkan surat edaran BPTJ.

Image
News
Wabah Corona

Tokoh Agama: Jangan Sampai Ada yang Menolak Pemakaman Jenazah Covid-19

"Memulasarakan jenazah merupakan fardhu kifayah, karena itu saya mengajak Umat Islam untuk memperlakukan jenazah dengan hormat."

Image
News

Bukti Ilmiah Bahwa Azan Tak Pernah Berhenti Walau Sesaat

Azan yang dikumandangkan menyesuaikan pergerakan matahari di mana matahari akan bergiliran menyinari bumi.

Image
News
Wabah Corona

Ini Prediksi Guru Besar UGM Soal Akhir 'Perjalanan' Covid-19 di Indonesia

Dedi Rosadi memperkirakan persebaran infeksi COVID-19 di Indonesia akan berhenti pada akhir Mei 2020.

terpopuler

  1. Mudik Dilarang, Tapi Operasi Bus AKAP yang Distop Anies Dibatalkan Luhut, Tengku: Ada yang Bisa Jelaskan Maksudnya Apa?

  2. Sumbangan Atasi Corona dari Warga Capai Rp80 M, Pemerintah: Akan Kami Pakai dengan Tepat dan Bertanggungjawab

  3. Kepala Terminal: Justru Semenjak Ada Tanggap Darurat Corona, Jumlah Penumpang di Terminal Kampung Rambutan Turun Terus

  4. Rustam: Barangkali Jokowi Ingin Ingatkan bahwa Dia Punya Kewenangan Menetapkan Darurat Sipil, Darurat Militer, Bahkan Darurat Perang

  5. Kabar Gembira, 81 Pasien Sembuh, Yurianto: Saya Ingatkan kepada Kita Semua, Kunci Sukses Tanggulangi Covid-19 Ada Pada Kita

  6. Mahfud: yang Mau Karantina Sudah Ada Jalannya dengan Cara UU Indonesia Yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar

  7. Tembus Rp300 Juta per Pasang! Ini 5 Sandal Jepit Termahal di Dunia

  8. Malaysia Terapkan Lockdown, Harga Kelapa Sawit Indonesia Meroket

  9. Ruhut: Tolong Dibaca Ya, Pak Jokowi Presiden RI yang Terbaik untuk Rakyatnya, Itu yang Utama

  10. Pengamat Soroti Hubungan Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat Soal Penanganan Covid-19

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Image
Achsanul Qosasi

Corona, Subsistensi dan Kredit

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Image
Abdul Aziz SR

Omnibus Law dan Kuasa Kaum Kapitalis

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

10 Potret Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam di Berbagai Kegiatan, Seru!

Image
News

Paman Idaman! 8 Potret Seru Aspri Menhan, Rizky Irmansyah saat Momong Keponakan

Image
News

Buka Puasa hingga Berolahraga, Potret Aktivitas 7 Politisi Tanah Air di Tengah WFH