Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

KSPI Tolak RUU Cipta Kerja Karena Tidak Sesuai Prinsip Ketenagakerjaan

Yohanes Antonius

KSPI Tolak RUU Cipta Kerja Karena Tidak Sesuai Prinsip Ketenagakerjaan

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal, di LBH Jakarta, Sabtu (28/12/2019) | AKURAT.CO/Maidian Reviani

AKURAT.CO, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dengan tegas menolak RUU Cipta Kerja karena tidak mengandung tiga prinsip ketenagakerjaan.

"Dalam RUU Cipta Kerja sama sekali tidak tercermin adanya prinsip ketenagakerjaan yakni kepastian kerja, jaminan pendapatan, dan jaminan sosial, atau dengan kata lain tidak ada perlindungan bagi buruh. Bahkan menghilangkan kesejahteraan yang selama ini didapat buruh," ujar Presiden KSPI, Said Iqbal, di Jakarta, Minggu (161/2/2020).

Dia menambahkan prinsip ketenagakerjaan harus mengandung prinsip kepastian pekerjaan, jaminan pendapatan, dan kepastian jaminan sosial.

baca juga:

Tidak adanya kepastian kerja, lanjut dia, tercermin dari outsourcing dan kerja kontrak seumur hidup tanpa batas. PHK bisa dilakukan dengan mudah, dan tenaga kerja asing buruh kasar yang tidak memiliki keterampilan berpotensi bebas masuk ke Indonesia.

Kemudian tidak adanya kepastian pendapatan terlihat dari hilangnya upah minimum, tidak ada lagi sanksi pidana bagi pengusaha yang membayar upah di bawah upah minimum, dan hilangnya pesangon.

Sementara itu, karena sistem alih daya dan kerja kontrak dibebaskan, maka buruh tidak lagi mendapatkan jaminan sosial, seperti jaminan pensiun, jaminan hari tua, jaminan kesehatan dan yang lainnya.

Selain itu, terdapat sembilan alasan lainnya, KSPI menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja yakni hilangnya upah minimum, hilangnya pesangon, sistem alih daya seumur hidup, karyawan kontrak seumur hidup, waktu kerja yang eksploitatif, tenaga kerja asing buruh kasar berpotensi bebas masuk ke Indonesia, hilangnya jaminan sosial dengan adanya sistem alih daya seumur hidup dan karyawan kontrak seumur hidup, PHK dipermudah, dan hilangnya sanksi pidana untuk pengusaha.

Iqbal menjelaskan jika RUU itu tetap dipaksakan disahkan, maka KSPI dan buruh akan menggelar aksi besar-besaran secara nasional dan di daerah terus-menerus. Aksi besar akan dimulai saat sidang paripurna DPR yang akan membahas Omnibus Law.

Langkah hukum juga akan dilakukan, yaitu "judicial review" formil UU tersebut di Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan seluruh isi Omnibus Law Cipta Kerja, "judicial review" materiil di Mahkamah Konstitusi terhadap pasal yang merugikan buruh, dan gugatan warga negara "citizen law suit" di PN Jakarta Pusat.

KSPI juga meminta DPR menghapus semua pasal kluster ketenagakerjaan di RUU Cipta Kerja dan kembali kepada UU No 13/2003.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

Sumber: ANTARA

berita terkait

Image

News

KSPI Bakal Demo Besar-besaran, Ferdinand Hutahaean: Negara Tidak Akan Tunduk

Image

Gaya Hidup

Dirjen KI Hapus Merek I Am Geprek Bensu, Eddie Kusuma: Ini Melanggar Hukum

Image

Ekonomi

Buruh Minta Upah Minimum 2021 Naik 8 Persen Walau Ekonomi Minus

Image

Ekonomi

Masih Tolak UU Cipta Kerja, Buruh Akan Kembali Gelar Demo Nasional di November

Image

Ekonomi

KSPI Minta PKS dan Demokrat Jadi Inisiator Legislative Review Tolak UU Cipta Kerja

Image

Ekonomi

Bahlil Lahadalia Klaim UU Cipta Kerja Mampu Antisipasi Bonus Demografi

Image

Ekonomi

KSPI: Item KHL Bertambah tapi Buruh Tetap Miskin!

Image

Ekonomi

Gen Z Penyumbang Terbesar Angka Pengangguran Akibat Pandemi

Image

Ekonomi

Alasan Buruh Desak Upah Minimum Tetap Naik Pada Tahun 2021

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

5 Fakta Penting Pengembangan Taman Nasional Komodo, Warganet Sebut 'Jurassic Park'

Pengembangan Taman Nasional Komodo tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak, karena dikhawatirkan dapat merusak ekosistem.

Image
News

Setahun Kiprah Mensos Juliari Batubara, Begini Penilaian Para Tokoh

Anggota Komisi VIII M. Ali Taher mengapresiasi Kemensos yang telah menunjukkan kinerja terbaiknya.

Image
News

Permintaan Status Darurat Ditolak Raja, Posisi PM Malaysia Makin Genting

Para kritikus mengecam pengajuan status daruratnya sebagai upaya mempertahankan kekuasaan karena membantunya menghindari pertikaian parlemen

Image
News

Komjak Minta Jaksa Jelaskan Alasan Sita Rekening Nasabah WanaArtha

Barita menekankan, yang dilakukan jaksa harus lah sesuai prosedur hukum.

Image
News

UU Cipta Kerja Pacu Pertumbuhan UMKM dan Lapangan Kerja

UU Cipta Kerja juga mengatur soal upah minimum.

Image
News

Polisi AS Dipecat usai Tembak Remaja Kulit Hitam Tak Bersenjata hingga Tewas

"Kami tidak mempercayai narasi polisi dalam kasus ini."

Image
News

Hasto Bantah Kader PDIP Jatim Membelot Dukung Machfud-Mujiaman

Mat Mochtar terang-terangan menyatakan mendukung pasangan calon (paslon) calon wali kota dan wakil wali Kota Surabaya nomor urut dua.

Image
News

Syarat yang Wajib Dipenuhi Saat Nonton Bioskop di Jakarta

Wajib memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum dan sesudah menonton.

Image
News

Suka Duka Risma Bangun Surabaya 10 Tahun

Risma mengaku kebijakan yang paling berkesan selama menjadi wali kota Surabaya ialah menutup lokalisasi Dolly.

Image
News

Cuaca Ekstrem di Aceh Diprediksi hingga Pekan Depan

BMKG prediksi cuaca ekstrem masih terjadi hingga pekan depan akibat adanya daerah belokan angin di Provinsi Aceh.

terpopuler

  1. Gus Nur Jadi Tersangka Hina NU, Habiburokhman: Aneh Kalau Bapak Berseteru dengan Anak

  2. KSPI Bakal Demo Besar-besaran, Ferdinand Hutahaean: Negara Tidak Akan Tunduk

  3. Mantap Jiwa, 5 Zodiak Ini Beruntungnya Enggak Main-main Lho!

  4. Berprofesi Sebagai Ustaz, Ayah Dinar Candy Nyerah Nasehati Gaya Pakaian Sang Anak

  5. 5 Zodiak Ini Diramal Gampang Kaya di Usia Muda, Zodiakmu Termasuk?

  6. Demokrat Minta Kasus Gus Nur Dimaafkan, Abu Janda: Partai Kok Gak Ada Integritas

  7. Terungkap, Google Bayar Triliunan Rupiah untuk Jadi Mesin Pencarian Utama di Perangkat Apple

  8. Jakarta Banjir Lagi! 72 RT Terendam Sejak Tadi Malam

  9. Luhut Ungkap Segudang Alasan Pemerintahan Jokowi Lebih Mesra ke China!

  10. Wagub Ariza Mau Tertibkan Rumah Mewah, PDIP: Orang Kaya Nggak Tinggal di Pinggir Kali

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Membatalkan Kompetisi Liga 1

Image
Azhar Ilyas

Albert RRQ, ‘Baby Alien’ yang Bersinar di MPL ID Season 6

Image
UJANG KOMARUDIN

Mengawal Omnibus Law

Image
ABDUL MUKTI RO'UF

Tiga Nalar Pendidikan Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
Iptek

Lee Kun-Hee, Sosok Luar Biasa di Balik Kejayaan Samsung Meninggal Dunia

Image
News

5 Fakta Menarik Wali Kota Tasikmalaya, Bos Angkot hingga Jadi Tersangka KPK

Image
News

5 Gaya Politisi Budisatrio Djiwandono saat Olahraga, Bersepeda hingga Berkuda