image
Login / Sign Up

Bantu Siswa Sakit hingga Beri Nilai Nol, 5 Kisah Guru yang Dipecat karena Alasan Nyeleneh

Citra Puspitaningrum

Image

Beberapa guru mengalami pemecatan dengan alasan yang terkesan janggal | University Research Corridor

AKURAT.CO, Guru merupakan profesi yang sangat dihormati masyarakat karena telah berjasa memandaikan anak-anaknya. Sebagai teladan bagi siswa-siswanya, para guru juga harus selalu menjaga sikapnya.

Namun, tak jarang mereka menerima ketidakadilan. Meski sudah menjaga sikap sedemikian rupa, ternyata ada beberapa guru yang kehilangan pekerjaannya akibat tindakan yang mereka anggap tak menyalahi aturan. Ada yang dipecat karena mengepel cairan berbahaya, mencegah kebakaran, bahkan memberi nilai nol untuk siswanya yang tidak mengumpulkan tugas.

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 kisah guru yang dipecat dengan alasan nyeleneh.

baca juga:

1. Menyebut istilah alat kelamin

Pluscanvas

Penyebutan istilah alat kelamin masih dianggap tabu oleh sebagian kalangan. Itu sebabnya Allison Wint dipecat dari Sekolah Menengah Harper Creek, Michigan, Amerika Serikat (AS), pada 2016 lantaran menyebut kata 'vagina' saat mengajar.

Ketika sedang membahas karya seni Georgia O'Keeffe, Wint sebagai guru seni menyebut kalau lukisan-lukisan bunga O'Keeffe merepresentasikan vagina. Istilah tersebut diucapkannya sekitar 10 kali saat mengajar. Meski dikatakan dalam konteks akademis, tak disangka ia dianggap cabul oleh otoritas sekolahnya. Keesokan harinya, kepala sekolah memanggilnya dan menyatakan dirinya telah melanggar peraturan sekolah, yaitu membahas kesehatan reproduksi tanpa izin. Wint pun tak boleh lagi mengajar di sekolah itu.

2. Mengepel lantai

Listverse

John Maxwell mengajar sains di Sekolah Menengah Pound, Omaha, Nebraska, AS. Pada 2012 ia membawa sebotol kecil cairan merkuri ke sekolah untuk pembelajaran siswa. Namun, seorang siswa tak sengaja menjatuhkannya. Botol itu pun bocor dan sedikit cairan merkuri menetes di lantai. Meski tumpahannya hanya sebesar bijih nikel, Maxwell sadar bahayanya jika terkena kulit. Tak heran ia langsung mengepelnya, lalu melanjutkan pelajaran.

Sayangnya, inisiatif baiknya itu justru mendatangkan petaka baginya. Ia dianggap melanggar peraturan sekolah karena seharusnya melaporkan tumpahan itu dulu. Kepala sekolah lalu memanggilnya dan mengadakan penyelidikan. Hasil penyelidikan pun membuat Maxwell dipecat dari pekerjaannya.

3. Memadamkan api

Huffpost

Bekerja di tempat penitipan anak sekaligus sekolah kelompok bermain, sudah jadi tugas Michelle Hammack memastikan keselamatan anak-anak di sana. Pada 2013 api berkobar di sekolah itu. Untungnya, Hammack bertindak cepat dengan mengambil semprotan pemadam kebakaran dan memadamkan api sebelum anak-anak keracunan asapnya atau lebih parahnya lagi terbakar. Namun, bukannya dianggap pahlawan, ia justru dipecat dari pekerjaannya.

Atasannya berdalih Hammack bersalah karena meninggalkan anak-anak di ruangannya tanpa pengawasan. Padahal, ia melakukannya agar bisa segera memadamkan api dan bukan hanya duduk mengawasi anak-anak sambil menonton api membesar. Meski membingungkan, keputusan atasannya sudah bulat. Sang atasan bersikeras ia telah menempatkan anak-anak dalam bahaya.

4. Memberi nilai nol pada siswa

Listverse

Diane Tirado sudah 17 tahun mengajar di sebuah sekolah menengah di Florida. Namun, pada 2018 ia harus merelakan belasan tahun kariernya gara-gara nilai nol. Masalah ini bermula saat Tirado memberi nilai nol pada siswa-siswanya yang tidak mengumpulkan tugas. Hal ini lantas membuat otoritas sekolah murka. Pasalnya, sekolah melarang guru di sana memberi nilai nol dan mengharuskannya memberi nilai minimal 50.

Merasa pemecatannya tidak adil, Tirado berpamitan lewat pesan yang ditulisnya di papan tulis, kemudian difoto dan diunggah ke Facebook.

"Selamat tinggal, anak-anak. Ibu Tirado sayang kalian dan mendoakan yang terbaik untuk kalian! Saya dipecat karena menolak memberi nilai 50 bagi kalian yang tidak mengumpulkan tugas apapun. Salam sayang, Ibu Tirado," tulisnya.

5. Menolong siswa yang sakit

Hamilton County Schools

Kebaikan terkadang malah menempatkan seseorang dalam kesulitan, seperti yang dialami Jennifer Mitts yang mengajar di SMA Red Bank, Tennessee. Ia menolong seorang siswanya yang terserang demam tinggi dan pneumonia dalam kondisi hamil. Tak heran Mitts langsung melarikannya ke Unit Gawat Darurat (UGD) agar siswa dan bayi dalam kandungannya selamat.

Tak hanya sekali itu, ia kembali menolong seorang siswa lainnya yang sakit dengan mengantarnya ke UGD. Tak tanggung-tanggung, Mitts membayar semua biaya medisnya dengan uangnya sendiri karena sang siswa tak punya asuransi kesehatan.

Namun, otoritas sekolah justru memaksanya mengundurkan diri karena dituding telah melanggar hukum. Pada kasus pertama, ia dianggap bersalah karena membawa siswanya yang masih 17 tahun (di bawah umur) ke dalam mobilnya. Sementara itu, di kasus kedua, siswa yang sakit itu sudah berumur 20 tahun, tetapi Mitts dianggap melalaikan tugas karena meninggalkan kelas tanpa izin.


Meski alasan pemecatan dalam kisah di atas terkesan janggal, ada sejumlah oknum guru yang memang layak dipecat. Misalnya saja, oknum guru yang melakukan pelecehan seksual atau kekerasan yang mengarah penganiayaan tentu harus dijauhkan dari para siswa. []

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

News

5 Larangan Nyeleneh yang Pernah Diterapkan di Sekolah, Siswa Dilarang Punya Sahabat

Image

News

Selain Bikin Disiplin, Peraturan Ketat di Sekolah Jepang Picu Trauma

Image

News

Pilkada Serentak 2018

Ridwan Kamil Janji Akan Carikan Pekerjaan untuk Guru yang Dipecat di Bekasi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pakar: Perlakukan Limbah Medis Pasien COVID-19 Dengan Hati-hati

"Kami sudah berbicara dengan orang-orang yang terlibat dalam penanganan manajemen limbah saat SARS, Ebola, flu babi dan sebagainya,"

Image
News

Gubernur: Jumlah Pasien Positif COVID-19 di Surabaya 77 Orang

"Jumlah pasien positif COVID-19 bertambah 33 orang, sedangkan kemarin 44 orang sehingga totalnya 77 orang di Surabaya,"

Image
News

Pemprov Jabar Percepat Penanganan COVID-19 Melalui Balai Kesehatan

Balai ini menjadi bagian paling penting dan signifikan dalam kampanye Jawa Barat menanggulangi dan melawan COVID-19.

Image
News

2.002 Napi di Jateng Dikeluarkan Dari Lapas Cegah Penyebaran COVID-19

"Jumlahnya terus berubah sampai 7 April 2020 karena masih berproses terus,"

Image
News

Pemda DIY Siapkan Lahan Pemakaman Khusus Pasien Virus Corona

"Apabila masyarakat tidak menerima kita sudah ada, kabupaten sudah menyiapkan,"

Image
News

Semua Pasien Positif Corona Asal Magetan Dinyatakan Sembuh

"Kemarin hari Kamis (2/4/2020) ada lima pasien yang dinyatakan sembuh,"

Image
News

Jakarta Pusat Terima Sekitar 3.000 Alat Rapid Test COVID-19

"Kalau 'rapid test' kita dapat lebih dari 3.000 tapi tidak lebih dari 3.500 alat,"

Image
News

Pemerintah Diminta Siapkan Program Pemulihan Transportasi Umum

“Saat bisnis angkutan umum terimbas Covid-19, hendaknya pemerintah dapat menyiapkan program pemulihan bagi bisnis transportasi umum,”

Image
News

145 Warga Jakarta Barat Positif COVID-19

"Untuk total ODP (orang dalam pemantauan) ada 363 orang dan PDP (pasien dalam pengawasan) ada 396 orang,"

Image
News

20.532 Orang Tes Cepat di DKI Tercatat 2,1 Persen Positif

"Data itu terhitung hingga Kamis 2 April 2020,"

terpopuler

  1. Kehadiran Wakapolri di Pernikahan Kapolsek Kembangan, IPW: Sepertinya Itu Habis Akad

  2. Sultan Sebut Sederet Hotel di DIY yang Sepi Tamu Mulai Tawarkan Kamar untuk Ruang Karantina

  3. Sultan DIY Bocorkan Rencana Pusat Hambat Pemudik, dari Naikkan Tarif Tiket hingga Atur Jarak di Mobil Pribadi

  4. Ratusan Jasad Ditemukan Tergeletak di Rumah dan Jalanan, Presiden Ekuador Bangun Penampungan Korban COVID-19

  5. Buat Onar Selama Lockdown, Presiden Filipina Rodrigo Duterte Tak Segan Tembak Mati Warganya

  6. Pernah Pacari Angel Lelga, 5 Fakta Tak Terduga Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana

  7. Arab Saudi Minta Umat Islam Tunda Rencana Ibadah Haji sampai Pandemi Corona Berakhir

  8. IPW Duga Ada 3 Perwira Yang Langgar Maklumat Kapolri

  9. Cegah Rutan Penuh di Tengah Wabah Corona, Kapolri Perintahkan Tersangka Pidana Tak Ditahan

  10. Jubir Presiden 'Kepleset' Soal Masyarakat Diperbolehkan Mudik, Fadli Zon: Urusan Komunikasi Publik Saja Belepotan

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Image
Achsanul Qosasi

Corona, Subsistensi dan Kredit

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Istri Wakil Bupati Luwu Timur, Anny Ali

Image
News

Siapkan Akomodasi Bagi Tim Medis, 8 Potret Wali Kota Bandung Turun Langsung Perangi Virus Corona

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya