image
Login / Sign Up

Soal HAM dan Intoleransi, Jokowi Harus Jawab Harapan Publik

Siswanto

Image

Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet paripurna | Biro Pers Istana

AKURAT.CO, Pernyataan Presiden Joko Widodo sebagaimana dimuat laman www.bbc.com, 13 Februari 2020, tentang prioritas agenda pemerintahannya dinilai menunjukkan bahwa nyaris tidak ada harapan bagi penuntasan pelanggaran HAM masa lalu dan penanganan intoleransi yang menjalar di tengah masyarakat, di sekolah, kampus dan bahkan di tubuh aparatur sipil negara serta TNI/Polri.

Ketua SETARA Institute Hendardi mengatakan diletakkannya HAM sebagai bukan agenda prioritas oleh presiden juga menggambarkan bahwa pemerintah tidak memiliki pengetahuan holistik soal HAM. HAM adalah paradigma bernegara, bukan semata kasus atau pelanggaran HAM.

Jokowi, kata Hendardi, semestinya meletakkan HAM sebagai paradigma dalam pembangunan infrastruktur, kebijakan investasi, penguatan SDM dan agenda pembangunan lainnya. Dengan pemahaman yang demikian, agenda HAM bisa diintegrasikan dalam seluruh kinerja pemerintahan.

baca juga:

Hendardi mengingatkan tugas konstitusional memajukan kesejahteraan umum dan melindungi segenap bangsa Indonesia, yang di dalamnya juga memuat jaminan atas keadilan, penanganan pelanggaran HAM dan jaminan kesetaraan dalam beragama/berkeyakinan bukanlah tugas yang harus dipilih-pilih oleh seorang presiden.

Semua tugas konstitusional melekat pada seorang presiden dalam suatu Periode pemerintahan. Oleh karena itu, kata Hendardi, presiden dibekali kewenangan mengangkat menteri dan kepala badan dalam berbagai bidang agar bisa menjalankan tugasnya secara bersamaan. Sepanjang para pembantu presiden memiliki kepekaan dan kecakapan dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan, maka tidak ada alasan bagi pemerintah menunda tugas-tugas konstitusional tersebut.

Apalagi, khusus agenda penuntasan pelanggaran HAM masa lalu dan penanganan intoleransi, merupakan agenda yang tertunda pada Periode pertama, dimana secara eksplisit termaktub dalam Nawacita Jokowi 2014 silam, kata Hendardi.

Presiden Jokowi memiliki banyak perangkat dan instrumen untuk menuntaskan pelanggaran HAM masa lalu. Gagasan membentuk Komite Kepresidenan Pengungkapan Kebenaran yang tercantum dalam Nawacita 2014, adalah model yang paling moderat untuk merintis penuntasan pelanggaran HAM masa lalu. Fokus komisi ini adalah mengungkap kebenaran, tanpa terjebak penyelesaian yudisial atau non yudisial. Jika komisi ini selesai menjalankan tugas pengungkapan kebenaran, kata Hendardi, berikutnya adalah mendiskusikan makna dan jalan keadilan yang bisa banyak variannya.

"Sayangnya, Jokowi justru mengurungkan niatnya pada Periode II ini, dengan alasan prioritas kepemimpinanya adalah pemajuan ekonomi-kesejahteraan dan penguatan SDM. Lalu kapan janji penuntasan bidang HAM akan dipenuhi? Sedangkan Jokowi sudah memasuki Periode II," kata Hendardi.

Di bidang penanganan intoleransi, komitmen Jokowi tampak hanya ditujukan untuk menjustifikasi tindakan politiknya menunjuk sejumlah menteri yang oleh Jokowi dianggap memiliki kecakapan penangan intoleransi. Nyatanya, kata dia, sejumlah menteri dan kepala lembaga tidak memiliki agenda terpadu dan mendasar dalam menangani intoleransi. Peristiwa-peristiwa pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan terus terjadi dan pada saat bersamaan disangkal oleh elemen-elemen negara.

Kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin belum genap satu tahun. Menurut Hendardi, Jokowi masih punya waktu dan mesti menjawab harapan publik yang setia memberikan dukungan pada Periode II dan percaya bahwa janji penuntasan pelanggaran HAM dan intoleransi akan ditunaikan pada Periode II ini. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Selain Padat Karya Tunai, Pemerintah Klaim Persiapkan Bantuan Khusus Bahan Pokok

Image

News

Wabah Corona

Gelar Doa Bersama dan Pertobatan Global, Ma'ruf Amin: Terimakasih PBNU

Image

News

Wabah Corona

MUI Dukung Usulan HNW Soal KH Ma'ruf Amin Pimpin Istighotsah dan Dzikir Nasional

Image

News

Fadli Zon hingga Sri Mulyani, Potret Kenangan 7 Pejabat Tanah Air Bersama Glenn Fredly

Image

News

Glenn Fredly Meninggal Dunia, Presiden Jokowi: Karyanya Akan Tetap Abadi dan Kita Nikmati

Image

News

Amnesty Indonesia: Pemerintah Harus Lindungi Keselamatan dan Kesejahteraan Pekerja

Image

News

Wabah Corona

Selain Terlalu Banyak Keluarkan Aturan Sebatas Imbauan, Pemerintah Dinilai Terlihat Labil dan Bingung dalam Hadapi Covid-19

Image

News

Wabah Corona

Segera Salurkan Bansos, Jokowi: Gunakan Cara-cara Praktis, Tidak Berbelit-belit, dan Menyulitkan Masyarakat

Image

News

Wabah Corona

15 Pernyataan Blunder Pemerintah di Tengah Pandemi Virus Corona versi LP3ES

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pintu Air Pasar Ikan Siaga Dua Warga Jakarta Utara Diminta Waspadai Banjir Rob

Kondisi cuaca saat itu hujan gerimis dan masuk kategori siaga tiga.

Image
News

Polda Metro Kedepankan Pencegahan Ketimbang Penegakkan Sanksi Pidana Terkait PSBB

Sampai tadi malam kita bersinergi patroli berskala besar, preventif dikedepankan, preventif pencegahan kita utamakan

Image
News

Din Syamsuddin Bakal Dipolisikan karena Bela Said Didu, Begini Tanggapan Politisi Demokrat

Bukan pelanggaran dan bukan provokasi.

Image
News
Wabah Corona

Bantu Percepat Penelitian Corona, BIN Serahkan Peralatan Lab ke LBM Eijkman

"Semoga dengan pemberian alat ini, bisa mempercepat para petugas peneliti dalam memproses sampel terduga positif COVID-19“

Image
News

LPS Bantah Berita yang Menyebutkan 8 Bank Berpotensi Gagal

Secara umum kondisi perbankan masih stabil.

Image
News
Wabah Corona

Satu Pasien Positif Corona di Kediri Meninggal Dunia

“Untuk diketahui, proses perawatan dan pemakamannya sudah sesuai SOP COVID-19“

Image
News
Wabah Corona

Tanggapi Telegram Kapolri, Staf Pribadi SBY: Jangan Lawan Rakyat, Suara Rakyat Suara Tuhan

Rakyat punya hak melayangkan kritik. Bukan menghina.

Image
News

Baru Bebas Asimilasi Corona, Pria ini Nekat Mencuri di Rumah Sakit

Tersangka masuk ke rumah sakit ingin menjenguk keluarganya

Image
News
Wabah Corona

Penuhi Permintaan Penumpang Commuterline yang Ketinggalan Kereta, KCI Operasikan Armada Tambahan

"Kami kasih solusi buat bapak-bapak dan ibu-ibu satu kereta terakhir ke Bekasi untuk kali ini aja," ujar Kepala Stasiun Manggarai

Image
News

Cerita Rektor UIC yang Bersedih dan Merasa Berdosa Karena Sudah 4 Kali Tak Salat Jumat

Salat Jum'at haram ditinggalkan, tapi dalam keadaan darurat Covid-19 boleh tidak dilaksanakan.

terpopuler

  1. Rupiah Balik ke Rp15.000-an Berkat Pernyataan IMF dan Harga Minyak

  2. Salat dengan Pakaian Terkena Air Mani, Bolehkah?

  3. Kurungan Penjara Menanti Warga yang Keluar Rumah Saat Pemberlakuan PSBB

  4. Surat Terbuka PSI ke Menteri Terawan 'Nyawa Banyak Orang Ada di Tangan Anda'

  5. Nostalgia 4 Penampakan Hantu di TV yang Sempat Bikin Heboh, Masih Ingat?

  6. PSBB Resmi Ditetapkan, Warga Jakarta Dilarang Makan di Warung atau Restoran

  7. Inilah Waktu yang Tepat Mencukur Bulu Kemaluan atau Istihdad dalam Islam

  8. Hanya Tiga Hari, Youtuber Asal Siantar Berhasil Kumpulkan Rp3 Miliar untuk Penanganan Corona

  9. Rustam: Pak Luhut, Kapan Jadinya Bapak Membawa Kasus Ucapan Pak Said Didu ke Polisi?

  10. Bukan Harta dan Kekayaan, Ini Tiga Kunci Kebahagiaan Hati dalam Ajaran Islam

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

PSBB dan Masa Depan Jakarta

Image
Achsanul Qosasi

Krisis dan Sikap Satria Pemimpin

Image
Zainul A. Sukrin

Perppu Corona, Ujungnya Dimana?

Image
Prakoso Permono

Bayang-bayang Ancaman Teror di Tengah Pandemi

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jaga Kesehatan Tubuh, Potret 7 Pejabat Tanah Air Olahraga di Tengah Pandemi Virus Corona

Image
News

Wabah Corona

7 Potret Kompak Ridwan Kamil dan Istri Bahu Membahu Atasi Virus Corona di Jawa Barat

Image
Ekonomi

Glenn Fredly Meninggal, Erick Thohir: Selamat Tinggal, Karyamu Selalu Abadi