image
Login / Sign Up

KPAI Minta Kepala Daerah Tidak Main Pecat Guru Terduga Pelaku Kekerasan

Muslimin

Image

Retno Listiyarti, Komisioner Bidang Pendidikan KPAI | AKURAT.CO/Chodijah Febriyani

AKURAT.CO, Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti menyambangi sekolah di Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (14/2/2020) yang gurunya diduga kuat memukuli sejumlah siswa karena terlambat dan tidak menggunakan atribut seragam.

Retno Listyarti mendatangi sekolah meminta klarifikasi dan penjelasan pihak sekolah. Ia didampingi oleh sejumlah komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi.

KPAI dan KPAD kota Bekasi diterima oleh Kepala Sekolah, Humas, Wakasek Bidang Kurikulum dan Guru Bimbingan Konseling (BK). KPAI juga mendatangi TKP (Tempat kejadian Perkara) yang merupakan lapangan sekolah tempat siswa biasa melakukan olahraga dan upacara bendera.

baca juga:

Retno mengatakan, hasilnya pertama, KPAI mendapat penjelasan bahwa peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada Selasa (11/2/2020) yang dipicu karena ada 172 peserta didik yang terlambat masuk sekolah pada hari itu, tepatnya 72 anak laki-laki dan 100 anak perempuan.

"Anak-anak sendiri berdalih bahwa keterlambatan tersebut terjadi lantaran pintu masuk ke parkiran motor ditutup saat itu. Karena biasanya siswa yang terlambat tidak sebanyak itu, paling banyak 20 orang tidak sampai ratusan," kata Retno dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (16/2/2020).

Ditambah lagi, dari 172 anak yang terlambat, ternyata beberapa diantara tidak menggunakan atribut sekolah seperti ikat pinggang.

Diduga kuat, hal inilah yang memicu kemarahan pelaku kekerasan, karena yang bersangkutan adalah wakasek bidang kesiswaan, yang merasa memiliki tanggungjawab mendisiplinkan siswa. Seluruh siswa kemudian masuk ke kelasnya masing-masing sekitar pukul 08.00 WIB. Pembelajaran kemudian berlangsung seperti biasa. Kepala Sekolah mengaku berada di ruang kerja saat kejadian dan tidak mengetahui peristiwa kekerasan tersebut.

Kedua, kata Retno, pihaknya mendapatkan penjelasan kepala sekolah bahwa video yang viral diduga dibuat oleh anak-anak yang saat itu memang berada di TKP, namun pihak sekolah tidak tahu siapa yang merekam maupun yang mengungah video tersebut ke dunia maya.

"Kepala Sekolah baru mengetahui peristiwa kekerasan tersebut melalui video yang dikirim oleh pihak Dinas Pendidikan kota Bekasi pada hari yang sama saat peristiwa tersebut sekitar pukul 11 wib. Saat peristiwa terjadi, Kepsek tidak mengetahui karena posisinya di dalam ruangan sedang menerima tamu pagi itu, dan tidak ada stafnya yang melaporkan kejadian tersebut kepada Kepsek," ujarnya.

Setelah menerima video, kata Retno, Kepsek kemudian memanggil terduga pelaku dan yang bersangkutan mengakui perbuatan tersebut dan menyatakan khilaf. Kepsek kemudian mengajak Guru ybs ke Disdik Kota Bekasi untuk memberikan klarifikasi.

Esok harinya (12/2/2020) Kepsek mengeluarkan SK pencopotan jabatan sebagai wakasek kesiswaan dan terhitung pada Kamis (13/2/2020) Guru yang bersangkutan di nonaktifkan mengajar sementara waktu sambil menunggu situasi kondusif dan berkosentrasi pada kasusnya.

Ketiga, KPAI juga mendapatkan penjelasan pihak-pihak yang sudah datang ke sekolah selain KPAI pasca peristiwa dugaan kekerasan oleh oknum Guru tersebut, yaitu KPAD kota Bekasi, Inspektorat Kemdikbud RI, Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak/P2TP2A kota Bekasi.

"Hanya satu yang akan melakukan tindaklanjut, yaitu Dinas PPPA/P2TP2A kota Bekasi yang akan melakukan psikososial kepada anak-anak korban pemukulan," ujarnya.

Keempat, KPAI juga diantar ke TKP dan mendapatkan penjelasan posisi para siswa dan terduga pelaku saat pemukulan terhadap sejumlah siswa terjadi. Ada penjelasan juga, selain 172 siswa yang terlambat, ternyata di lapangan yang sama juga ada sejumlah siswa yang sedang mengikuti pelajaran olahraga dan diduga juga melihat peristiwa tersebut.

Berdasarkan penjelasan itu, KPAI merekomendasikan lima hal. Pertama, KPAI akan berkoordinasi dengan P2TP2A kota Bekasi untuk segera melakukan psikososial terhadap 172 siswa maupun yang sedang berolahraga di lapangan tersebut. Selain itu, anak-anak korban pemukulan juga harus di asesmen apakah membutuhkan rehabilitasi psikologis lnjutan.

Kedua, KPAI mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk memeriksa/BAP Guru terduga pelaku pemukulan sesuai peraturan yang berlaku, yaitu PP N0. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS untuk menentukan jenis pelanggaran yang dibuat dan sanksi yang akan diterima. Jangan tiba-tiba hendak memecat tetapi hak Guru untuk membela diri tidak diberikan. Guru menurut UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, wajib diberikan kesempatan membela diri. Kepala Daerah haruslah bijak dan tetap berpegang pada aturan ketika memberikan sanksi pada Guru maupun Guru yang ASN.

Ketiga, KPAI mendorong Dinas Pendidikan Provinsi datang ke sekolah dan memastikan pencegahan kekerasan di masa yang akan datang. Aturan sekolah bisa dikaji kembali apakah masih relevan dan tidak melanggar hak-hak anak. Disdik dapat meminta sekolah membangun sistem pengaduan yang melindungi anak korban maupun anak pelaku. Juga dapat memfasilitasi sekolah untuk sungguh-sunggu menjalankan program SRA (Sekolah Ramah ANak).

Keempat, KPAI juga berencana akan melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan OPD terkait untuk membahas beberapa kasus dari Jawa Barat yang masuk ke pengaduan KPAI.

Kelima, KPAI akan pengawasan ke pihak kepolisian jika kasus ini dilaporkan oleh orangtua anak korban ke kepolisan, sehingga proses hukum harus berjalan dan kita wajib menghormati proses tersebut, karena hak setiap orang untuk melaporkan tindakan kekerasan yang diterimanya.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

Iptek

Muncul Konten Cabul dalam Platform, Singapura Hentikan Penggunaan Zoom

Image

News

Wabah Corona

7 Potret Kompak Ridwan Kamil dan Istri Bahu Membahu Atasi Virus Corona di Jawa Barat

Image

News

Kronologis Perampokan di Alfamart Cikarang Utara

Image

News

Viral Video Detik-detik Pengendara Motor Selamat dari Tanah Longsor di Cianjur

Image

News

Wabah Corona

DKI Jakarta Bakal Terapkan PSBB, Andi Arief ke Jokowi: Depok, Bekasi, Bogor dan Tangerang Perlu Perlakuan Sama

Image

News

Wabah Corona

Ridwan Kamil: Masker Kain Bisa 70 Persen Menahan Droplet, Ini Cukup Digunakan untuk Orang Sehat

Image

News

Wabah Corona

Buruh Pabrik ini Berharap Bekasi Terapkan PSBB

Image

Ekonomi

Wabah Corona

INTI Berikan Bantuan APD ke Tiga RS Rujukan COVID-19 di Jawa Barat

Image

Iptek

Ajak Pengguna Tetap Pintar dan Asah Ilmu, Berikut Lima Aplikasi Belajar Online Pilihan OPPO

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Korban Tewas COVID-19 Terus Meroket, AS Dilaporkan Buat Kuburan Massal

Image
News
Wabah Corona

Bisa Dibikin Sendiri, Tips Mudah Membuat Masker Kain Anti Ribet Ala Ganjar Pranowo

Buat kamu yang susah mendapatkan masker

Image
News

Mahasiswa Semester Akhir Minta Bantuan Kaesang untuk Intervensi Jokowi Hapus Skripsi

Kak @kaesangp tolong dong bilangin sama bapaknya tolong hapuskan juga skripsi, tolong kami mahasiswa akhir ini kak."

Image
News

10 Masjid di Kemayoran Gelar Salat Jumat, Salah Satunya di Komplek Polisi

Salah satu masjid yang menyelenggarakan Shalat Jumat berada di komplek Kepolisian

Image
News
Wabah Corona

Kemenag Imbau Umat Islam Beribadah di Rumah Selama Ramadan

Kita berharap buka bersama ditiadakan, shalat tarawih dilaksanakan di rumah masing-masing

Image
News
Wabah Corona

Bikin Geger, Aksi Vandalisme 'Sudah Krisis Saatnya Membakar' di Tangerang, Polisi Turun Tangan

Pegiat media sosial Denny Siregar menyebut bahwa pelaku vandalisme di Tangerang sudah tertangkap

Image
News

Dua Anggota KKB Papua Tewas Ditembus Timah Panas

Satu orang anggota KKB diamankan.

Image
News

Ini 33 Titik Pemeriksaan Mobil Selama PSBB Berlangsung

Pengendara yang tidak mengindahkan kebijakan PSBB akan diberi sanksi mulai perintah penurunan penumpang, hingga tilang

Image
News

Kasus Baru 219, Pasien Positif Covid-19 di Tanah Air Capai 3.512 Orang

Terdapat 219 kasus baru.

Image
News
Wabah Corona

Ketua Komisi I DPR Ajak Wartawan Peduli Keselamatan Diri di Tengah Pandemi

Kepada para wartawan yang menjadi garda terdepan di saat pandemi seperti saat ini, kami mohon juga untuk melakukan disiplin mandiri

terpopuler

  1. Sindir SBY, Rustam: Seorang Presiden Seharusnya Tidak Mengkritik Presiden yang Menggantikannya

  2. Fadli Zon: Zaman Pemerintahan SBY Indonesia Jauh Lebih Demokratis

  3. Rupiah Balik ke Rp15.000-an Berkat Pernyataan IMF dan Harga Minyak

  4. Diduga Lakukan Penipuan, Anak OSO Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

  5. Surat Terbuka PSI ke Menteri Terawan 'Nyawa Banyak Orang Ada di Tangan Anda'

  6. Kurungan Penjara Menanti Warga yang Keluar Rumah Saat Pemberlakuan PSBB

  7. Salat dengan Pakaian Terkena Air Mani, Bolehkah?

  8. PSBB Resmi Ditetapkan, Warga Jakarta Dilarang Makan di Warung atau Restoran

  9. Nostalgia 4 Penampakan Hantu di TV yang Sempat Bikin Heboh, Masih Ingat?

  10. Keluarkan Pergub No 33 Tahun 2020, PSBB Resmi Diberlakukan Besok

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

PSBB dan Masa Depan Jakarta

Image
Achsanul Qosasi

Krisis dan Sikap Satria Pemimpin

Image
Zainul A. Sukrin

Perppu Corona, Ujungnya Dimana?

Image
Prakoso Permono

Bayang-bayang Ancaman Teror di Tengah Pandemi

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jaga Kesehatan Tubuh, Potret 7 Pejabat Tanah Air Olahraga di Tengah Pandemi Virus Corona

Image
News

Wabah Corona

7 Potret Kompak Ridwan Kamil dan Istri Bahu Membahu Atasi Virus Corona di Jawa Barat

Image
Ekonomi

Glenn Fredly Meninggal, Erick Thohir: Selamat Tinggal, Karyamu Selalu Abadi