image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Soal Kasus Suap Izin Revisi Alih Fungsi Hutan di Riau Tahun 2014, Zulhas: Sampai Kemenhut Semua Ditolak

Aricho Hutagalung

Image

Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2009-2014 Zulkifli Hasan (Zulhas) memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (14/2/2020) untuk diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau tahun 2014. | AKURAT.CO/Aricho Hutagalung

AKURAT.CO, Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2009-2014 Zulkifli Hasan (Zulhas) memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (14/2/2020) untuk diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau tahun 2014.

Zulhas mengatakan bahwa dirinya dipanggil dan diperiksa terkait kelanjutan kasus permintaan kebun oleh PT. Palma dan beberapa perusahaan lainnya yang diajukan ke Kemenhut.

"Jadi saya dipanggil terkait kelanjutan kasus permintaan kebun oleh PT Palma. Ada beberapa perusahaan, dan diajukan oleh Kemenhut " kata Zulhas usai diperiksa tin penyidik, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/2/2020) sekitar pukul 15.58 WIB.

baca juga:

Zulhas mengaku bahwa Kemenhut menolak seluruh permohonan dari perusahaan itu.

"Sampai Kemenhut semuanya ditolak. Jadi tidak ada satu pun (ijin) diberikan alias semua permohonan itu ditolak, Intinya itu saja!" tegasnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ada sama sekali mengeluarkan izin terhadap perusahaan tersebut.

"Sama sekali tidak ada izin karna di tolak. Tidak ada izin karna ditolak. Jadi tidak ada (tandatangan izin), katanya.

Kemudian, terkait pada panggilan pertama Kamis (16/1/2020), Wakil Ketua MPR dan juga Ketua Umum DPP PAN tersebut tidak memenuhi panggilan KPK. Zulhas menyampaikan bahwa hal tersebut lantaran dirinya sedang mengikuti Kongres PAN V di Kendari.

"Kemarin kan ada Kongres, jadi tidak bisa hadir. Tapi kan hari ini (14/2/2020) saya yang nentuin tanggalnya akan diperiksa," jelasnya.

Sebelumnya, Zulhas tiba di gedung KPK, Jakarta sekitar pukul 10.05 WIB dan tidak memberikan komentar soal pemeriksaannya.

Ia hanya melambaikan tangan kepada awak media dan langsung masuk ke lobi gedung KPK.

Diketahui, KPK pada 29 April 2019 telah mengumumkan tiga tersangka terdiri dari perorangan dan korporasi, yakni PT Palma, Legal Manager PT Duta Palma Group tahun 2014 SRT, dan pemilik PT Darmex Group/PT Duta Palma SUD.

Nama Zulhas sempat disebut dalam konstruksi perkara tiga tersangka tersebut. Pada 9 Agustus 2014 Zulkifli Hasan sebagai Menteri Kehutanan menyerahkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan tanggal 8 Agustus 2014 tentang Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan kepada Gubernur Riau saat itu Annas Maamun.

Dalam surat itu, Menteri Kehutanan membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin mengajukan permohonan revisi bila ada kawasan yang belum terakomodir melalui pemerintah daerah.

Adapun hubungan antara korporasi dengan dua orang tersangka lainnya, yaitu diduga pertama, perusahaan yang mengajukan permintaan pada mantan Gubernur Riau Annas Maamun diduga tergabung dalam Duta Palma Group yang mayoritas dimiliki oleh PT Darmex Agro.

Surya diduga juga merupakan "beneficial owner" PT Darmex Agro dan Duta Palma Group. Suheri merupakan Komisaris PT Darmex Agro dan orang kepercayaan Surya, termasuk dalam pengurusan perizinan lahan seperti diuraikan dalam kasus ini.

Dalam penyidikan itu, diduga Surya merupakan "beneficial owner" PT Palma Satu bersama-sama Suheri Terta selaku orang kepercayaan Surya daIam mengurus perizinan terkait lahan perkebunan milik Duta Palma Group dan PT Palma Satu dan kawan-kawan sebagai korporasi yang telah memberikan uang Rp3 miliar pada Annas Maamun terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan Tahun 2014.

Oleh karena tersangka Surya diduga merupakan "beneficial owner" sebuah korporasi, dan korporasi juga diduga mendapatkan keuntungan dari kejahatan tersebut, maka penanggungjawaban pidana selain dikenakan terhadap perorangan juga dapat dilakukan terhadap korporasi.

Perkara itu merupakan pengembangan dari hasil OTT pada 25 September 2014 lalu. Dalam kegiatan tangkap tangan itu, KPK mengamankan uang dengan total Rp2 miliar dalam bentuk Rp500 juta dan 156 ribu dolar Singapura kemudian menetapkan dua orang sebagai tersangka.

Dua tersangka itu, yakni Gubernur Riau 2014-2019 Annas Maamun dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau Gulat Medali Emas Manurung.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

News

KPK Minta Tolong Polri Buru Buronan Korupsi Nurhadi

Image

News

MAKI Bikin Sayembara, Wakil Ketua KPK: Bagi Kami Hal yang Positif

Image

News

Sayembara Cari Masiku-Nurhadi, Pakar: Mungkin Ejek Penegak Hukum Sekaliber KPK, Kenapa Orangnya dan Profesinya Jelas, tapi Tak Ditemukan 

Image

News

KPK Minta Bantuan Masyarakat untuk Menangkap Harun Masiku

Image

News

KPK Panggil Paulus Welly dalam Kasus Suap dan Gratifikasi di MA

Image

News

10 Potret Putri Ketum PAN Zita Anjani dan Suami, Romantis di Berbagai Kesempatan

Image

News

Bima Arya: Apakah Pak Amien Masih di Dalam atau Tidak, Ini Sudah Pembicaraan Tingkat Dewa

Image

News

Bupati Tulungagung Belum Didampingi Pengacara Hadapi KPK

Image

News

Warga Gelar Syukuran Keluarga Pulang dari Wuhan, Roy Suryo: Ada Juga yang Persiapkan Slametan 40 Hari Hilangnya Harun Masiku

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ratusan Butir Logam Guiding Block di Area Pedestrian Suroto, Yogyakarta Raib

Jumlahnya, cukup mencengangkan yakni sampai 500 biji lebih

Image
News

3 Pelajar SMK Bunda Kandung Dikeroyok 20 Orang di Pasar Minggu, Seorang Tewas

Pelaku menggunakan 7 sepeda motor untuk mencegat korban.

Image
News

KPK Minta Tolong Polri Buru Buronan Korupsi Nurhadi

Keberadaan Nurhadi masih misteri.

Image
News

Kisah Ketika Mbah Maimoen Zubair Rembang dapat Melipat Waktu

Jika para nabi dan rasul dibekali mukjizat oleh Allah Swt, para wali sebagai penerus risalah kenabian diberikan karamah

Image
News

Survei Indo Barometer, Rustam: Tafsiran Politiknya Sampai Hari Ini Elektabilitas Prabowo Bisa Tetap Tinggi Jika Nyapres, Sedangkan Anies Melorot

Rustam mengatakan boleh-boleh saja mengatakan Anies sebagai gubernur rasa presiden.

Image
News

Alasan Pembawa Alat Isap Sabu ke Mapolres Jaksel

Motif Johny dan James membawa alat isap sabu ke kantornya belum diketahui.

Image
News

Menkopolhukam Sebut Dokumen dari Veronica Koman Cuma Daftar Nama yang Tak Jelas

Identitasnya tidak jelas.

Image
News

Mabes Polri Turut Selidiki Penyebab Paparan Radioaktif di Serpong

"Jadi Polri telah menurunkan tim untuk menyelidiki radioaktif di perumahan BATAN itu"

Image
News

Pengerjaan MRT Fase II Akan Minimalkan Pengalihan Lalu Lintas di Medan Merdeka

Saat pengerjaan berlangsung, pengalihan lalu lintas dilakukan seminimal mungkin agar tidak mengganggu pengguna jalan atau masyarakat

Image
News

Menkopolhukam: Kesimpulannya, Jika WNI Eks ISIS Dipulangkan Akan Membahayakan Negara

Mereka punya HAM iya tapi, pemerintah harus pikirkan juga HAM jutaan WNI lainnya.

terpopuler

  1. Jadi Ibu Muda, 10 Potret Adelia Pasha Telaten Mengurus Empat Orang Anak

  2. Banjir, Pengelola Mal Cipinang Indah Blak-blakan Soal Kerugian Capai Puluhan Miliar Rupiah

  3. Tahun Ini, Elon Musk Akan Menjadi Orang Paling Kaya di Dunia

  4. Deklarasi Anies Jadi Capres 2024 Batal, GPMI: Enggak Boleh Ada Deklarasi Pejabat

  5. Jokowi Nonton Pentas Cucu, Gibran: Anaknya Malu Tadi karena Dilihat Mbahnya, Padahal di Rumah Sudah Hafal Gerakannya

  6. Sarri Balas Komentar Klopp Soal Juventus Favorit Juara Liga Champions

  7. Haidar Alwi Tuding Moeldoko Terlibat Kasus Korupsi Asabri, Sirra Prayuna: Pencemaran Nama Baik

  8. Jonatan: Saya Merasa Bersalah Enggak Dapat Poin

  9. Pemerintah Tak Jadi Cabut Subsisi Gas Elpiji 3Kg, Namun...

  10. Dijamin Masuk Surga hingga Dapat Melihat Wajah Allah, Ini 5 Keistimewaan Salat Subuh

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image
Hasan Aoni

PETIR

Image
Ujang Komarudin

Formula E yang Jadi Rame

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

Korea Hingga Kanada, 10 Potret Hangat Sekretaris Kabinet Pramono Anung Jamu Dubes dari Negara Sahabat

Image
News

10 Potret Putri Ketum PAN Zita Anjani dan Suami, Romantis di Berbagai Kesempatan

Image
News

Tutup Usia, 7 Fakta Penting Romo Gregorius Utomo Pr, Penggerak Pertanian dan Pedesaan Lestari