image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Minim Tahanan dan Residivis, Kisah 'Bangkrutnya' Penjara di Belanda

Citra Puspitaningrum

Image

Banyak penjara di Belanda ditutup karena anjloknya jumlah tahanan | BBC

AKURAT.CO, Saat Stefan Koning divonis bersalah karena mengancam orang asing dengan pisau, tak sedikit yang menganggap bahwa penjaralah tempat paling pantas untuknya. Nyatanya, ia hanya mendekam sebentar.

Pria dengan sejarah psikosis itu diperboleh pulang ke rumahnya di Amsterdam. Koning beruntung jadi warga Belanda yang meminimalkan hukuman Penjara, kecuali memang diperlukan.

"Ada 2 tujuan dalam hal ini. Pertama, mencegah terulangnya kejahatan. Kedua, menghindari penyakit kejiwaan dan masalah sosial akibat hukuman Penjara. Kejahatan atau kekerasan yang mereka lakukan tentu tak bisa dibenarkan, tetapi ada dunia yang sangat menyedihkan di balik kehidupan mereka," ungkap Hommo Folkerts, psikolog forensik yang membantu Koning, dilansir dari The Guardian.

baca juga:

Namun, jarangnya hukuman Penjara di Negeri Kincir Angin ini melahirkan masalah lain. Penjara jadi terlalu sepi saking sedikitnya tahanan, bahkan sampai disewakan ke Norwegia dan Belanda.

US News

Sejak tahun 2014, 23 Penjara telah ditutup dan diubah jadi pusat suaka sementara, perumahan, dan hotel, seperti di Rumah Tahanan (rutan) Wolvenplein yang dijadikan ruang kerja kreatif.

Berjalan di sepanjang koridor rutan itu mengingatkan akan sejarah panjang yang tersimpan di balik bangunannya. Sel dengan pintu yang berat dan jendela kecil antipecah kini dijadikan ruang kantor kecil.

Saat para penyewa duduk-duduk di luar di jam istirahat, mereka akan memandang dinding bata tebal, lengkap dengan kawat berduri. Di dapur kecilnya, terdapat poster di samping wastafel besar yang menjelaskan langkah-langkah mengambil sampel urin pengujian narkoba.

Selama 158 tahun, bangunan ini menjadi pusat tahanan yang dikirimkan dari kota Utrecht. Namun, hampir 6 tahun belakangan Penjara ini ditutup. Bekas Rutan Bijlmerbajes di Amsterdam bahkan sudah dihancurkan tahun 2018.

Vonis Penjara Menurun, Tingkat Residivisme Ikut Turun

Tingkat penahanan di Belanda merupakan yang terendah ketiga di Eropa, yaitu 54,4 per 100 ribu penduduk. Menurut Pusat Penelitian dan Dokumentasi WODC Kementerian Kehakiman, jumlah vonis Penjara merosot dari 42 ribu pada 2008 menjadi 31 ribu pada 2018. Menariknya, hal ini justru berefek pada kejahatan yang tercatat ikut anjlok 40 persen di periode yang sama. Bisa dibilang, tingkat residivisme atau mengulang aksi kriminal ikut menurun.

Angka ini berbanding terbalik dengan Amerika Serikat (AS) yang tingkat kejahatannya 10 kali lipat lebih besar, yaitu 655 per 100 ribu penduduk, menurut data World Prison Brief. Departemen Kehakiman Belanda pun memperkirakan total tahanan di Negeri Kincir Angin akan anjlok menjadi 9.810 orang saja pada 2023.

"Dibanding AS, hakim Belanda jarang memvonis hukuman Penjara, tetapi lebih sering menjatuhkan denda finansial atau pelayanan masyarakat. Mereka memutuskan berdasarkan kasus per kasus untuk menilai apakah hukuman Penjara itu sudah sesuai atau malah berbahaya," terang Hilde Wermink, asisten profesor kriminologi di Universitas Leiden, dilansir dari US News.

Berdasarkan penelitian selama bertahun-tahun, Wermink dan rekan-rekannya menyimpulkan Penjara bukan cara yang efektif untuk mengurangi kejahatan. Sebuah studi lain menunjukkan, hukuman Penjara yang lebih lama tidak mengarah pada menurunnya tingkat kejahatan.

Namun, pengabdian masyarakat dan pemantauan elektronik menunjukkan hasil yang lebih baik. Meski pemantauan elektronik dipandang lebih lunak, Wermink dan rekannya menemukan hukuman ini menurunkan tingkat pelanggaran ulang.

"Kita sudah tahu Penjara berefek negatif pada kemampuan kerja. Hal ini juga mengacaukan kondisi keluarga. Teori 'Penjara adalah sekolah kejahatan' pun ikut andil, terutama saat Penjara menegaskan ulang identitas kejahatan seseorang," sambungnya.

Setengah tahanan di Belanda hanya menerima vonis Penjara 1 bulan. Sebagian bahkan hanya sedang menunggu sidang. Selain vonis Penjara, ada juga program rehabilitasi psikologi khusus yang disebut TBS.

"Di negara lain pilihannya adalah mereka divonis Penjara, bebas, atau ditempatkan di lembaga kejiwaan. Namun, lembaga psikiatris kami merupakan bagian dari sistem peradilan pidana bagi orang yang dianggap tidak bertanggung jawab atau hanya bertanggung jawab sebagian," kata Miranda Boone, profesor kriminologi di Universitas Leiden.

'Terapi' Khusus untuk Para Pesakitan

Berbeda dari rumah sakit berkeamanan tinggi di negara lain, TBS punya kondisi khusus. Orang-orang di sini pasti telah melakukan kejahatan dengan hukuman Penjara minimal 4 tahun dan kemungkinan tinggi residivisme. Program ini secara khusus akan mereintegrasi mereka dalam masyarakat. Jika tidak memungkinkan atau mereka menolak bekerja sama, mereka akhirnya dapat dipindah ke rumah sakit biasa berkeamanan tinggi dan dikurung tanpa batas.

Ada 1.300 orang ditahan dengan aturan TBS pada tahun 2018. Mereka ditempatkan di pusat perawatan, terkadang setelah hukuman Penjara, lalu dirawat karena kondisi psikologisnya dianggap berperan dalam kejahatan mereka. Setiap 2 tahun, hakim akan menilai apakah perawatan itu harus diperpanjang.

BBC

Angka antara mereka yang divonis Penjara dan ditawarkan TBS sulit dibandingkan. Namun, berdasarkan pengalaman klinik kesehatan mental Inforsa yang turut terlibat dalam program TBS, perawatan ini berdampak dalam mengurangi residivisme.

"Sering ada seruan masyarakat luas agar kita menghukum orang lebih keras. Namun, kita tahu hukuman itu tidak membantu orang-orang ini. Mereka dibui, keluar, lalu beberapa bulan kemudian melakukan kejahatan lain," tutur Melina Rakic, direktur sekaligus psikiatris Inforsa.

Sementara itu, Miriam van Driel, salah satu psikolog TBS, yakin pendekatan humanis adalah cara yang paling logis.

"Cara Anda memperlakukan orang, termasuk di Penjara, membuat perbedaan besar dalam cara mereka kembali ke masyarakat. Jika Anda memperlakukan mereka seperti anjing, orang akan berperilaku seperti anjing. Namun, jika Anda memanusiakan mereka, mereka akan berperilaku seperti manusia," ucapnya.

Namun, masyarakat juga dibuat khawatir dengan pasien psikiatris yang terkadang tidak kembali menjalani perawatan di masa pembebasan bersyarat, terutama setelah ada yang memperkosa dan membunuh wanita muda, Anne Faber, pada 2017. Serikat polisi berulang kali juga menyatakan kekhawatirannya terkait kejahatan yang tidak terdaftar, seperti narkoba. Sebagian ahli pun bertanya-tanya apakah populasi Penjara yang rendah di Belanda merupakan buah dari gagalnya deteksi kejahatan.

"Kami mencoba memberikan kesempatan rehabilitasi melalui TBS. Namun, tidak menuntut perilaku kriminal yang serius bukanlah hal yang bisa dibanggakan," tegas Boone. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

Olahraga

Bursa Transfer

Resmi, Chelsea Ikat Hakim Ziyech Selama Lima Tahun

Image

Ekonomi

Dukung Indonesia, Belanda Tak Mau Patuhi Larangan Sawit Uni Eropa

Image

News

FOTO Potret Bos Kartel Narkoba Meksiko di Penjara Altiplano

Image

News

Warga Belanda Cari Orang Tuanya di Jakarta: Tolong Bantu Aku Mencari Orang Tua Kandungku

Image

News

FOTO Bryan Domani Merasa Kesulitan Belajar Bahasa Belanda

Image

News

Miliki 2,75 Kg Sabu, Dua WNA Asal India Dituntut 20 Tahun Penjara

Image

Ekonomi

Produk Asli Indonesia! Ini 10 Fakta Menarik Cokelat Silver Queen

Image

Olahraga

Bursa Transfer

Van De Beek Yakin, Ziyech Bakal Bersinar di Chelsea

Image

News

Didakwa 3 Tahun, Petugas Penjara Rusia Tembak Diri Sendiri di Pengadilan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Tiga Pintu Air di Jakarta Berstatus Waspada

Hari ini Jakarta diprediksi diguyur hujan lagi.

Image
News

Penghentian 36 Kasus Korupsi Dikritik, Ketua KPK Anggap Implikasi dari Sistem KPK yang Terbuka

Selama ini sistem di KPK tertutup.

Image
News

Polisi Periksa 17 Saksi terkait Kasus Temuan Zat Radioaktif di Perumahan BATAN Indah

Penguasaan zat radioaktif secara tidak sah sangat tidak dibenarkan.

Image
News

BMKG Prediksi Jakarta Bakal Diguyur Hujan

Hujan di pagi hari akan mengguyur seluruh wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu,

Image
News

Cegah Korupsi Dana Desa, Mahasiswa Aceh Barat Latih Puluhan Perangkat Desa Kelola Anggaran

"Tidak masalah jika harus belajar dengan orang yang lebih muda

Image
News

Sempat Kooperatif Saat Jadi Saksi, KPK Diminta Buktikan Peran DPO Nurhadi Sebagai Tersangka Suap

Jika hari ini Nurhadi masuk DPO, rasanya kurang tepat. Nurhadi sebelumnya kooperatif dan dipanggil selalu datang,

Image
News

Demi Majukan Investasi Pariwisata, Papua Barat Optimalkan Kebijakan Bebas WNA

"Peluang investasi di Papua Barat pun cukup besar. Maka kebijakan ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya

Image
News

Protes RUU Perlindungan Data Pribadi, Anggota DPR: Ada Penyalahgunaan Kekuasaan

RUU PDP hanya mengatur sengketa antar pribadi dan sengketa pribadi dengan korporasi,

Image
News

Tak Atur Status dan Kedudukan Honorer, UU ASN di Gugat ke MK

UU ASN tidak mengatur suatu sistem peralihan dari aturan sebelumnya tentang proses pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS

Image
News

Dirusak Pengunjuk Rasa, Polisi Cek CCTV di Mall AEON JGC

Rekaman-rekaman CCTV sedang kami periksa. Jelas ada perusakan yang dilakukan secara bersama,"

terpopuler

  1. Pengakuan Pembina Pramuka Tersangka Susur Sungai, Ada yang Tinggalkan Siswa untuk Transfer Uang

  2. Kawasan Istana Negara Terendam Banjir, Anak Buah Anies: Nggak Sampai Masuk ke Dalam

  3. Yunarto Lapor Anies Gegara Rumah Kebanjiran Lagi, Fadjroel: Ya Allah, Hampir Tenggelam Rumahmu Bro? Hati-hati Bro

  4. Sebelum Alisson Becker, 3 Kiper Liverpool Era Klopp Ini Suka Blunder

  5. Pengunduran Diri Diterima, Mahathir Tetap Jadi PM Sementara

  6. Peneliti Temukan Obat Hipertensi yang Lebih Efektif Turunkan Tekanan Darah

  7. 5 Kisah Cinta Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Penuh Perjuangan dan Air Mata

  8. Fadli Zon ke Ferdinand: Banjir Bukan Salah, Apalagi Karya Anies, Jangan Ketidaksukaan Pada Seseorang Membuat Kita Jadi Bodoh

  9. Pohon Mahoni di Depan Rumah Anies Baswedan Tiba-tiba Tumbang

  10. Gattuso: Saya Sempat Memikirkan untuk "Mengurung" Messi

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Tewas Saat Luncurkan Roket Buatannya, Ini 6 Fakta Menarik Penganut Bumi Datar Mike 'Mad' Hughes

Image
Ekonomi

7 Fakta Menarik Ryan Angkawijaya, Sukses Raup Omzet Rp250 Juta Per Bulan dari Arum Manis

Image
News

Masuk 30 Under 30 Forbes, 10 Pesona Cucu Luhut Pandjaitan Faye Simanjuntak