image jamkrindo umkm
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Formula E yang Jadi Rame

Image

Balap mobil Formula E akan diadakan di Jakarta 2020 mendatang | Motosports.com

AKURAT.CO, Pagelaran internasional Formula E, akan diselenggarakan di Jakarta. Pro dan kontra mewarnai proses yang mengiringi pelaksanaan tersebut. Mulai dari tarik ulur izin dari pemerintah pusat, soal anggaran yang terlampau besar, dan juga penolakan dari beberapa anggota DPRD DKI Jakarta.

Karena ramenya kontroversi tersebut. Saya sudah dua kali, diundang live oleh CNN TV Indonesia, dalam acara “Prime News” dan tadi malam di KOMPAS TV, dalam acara “Sapa Indonesia Malam”. Untuk membahas secara politik, ajang bergengsi Formula E tersebut.

Secara politis ajang Formula E, akan menguntungkan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta. Oleh karena itu, Gilbert Simanjuntak, anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, menyebut ajang tersebut dengan sebutan, Formula “P”. Formula “Politik”. Bukan Formula E.

baca juga:

Fraksi PDIP menganggap, ajang tersebut hanya menguntungkan Anies. Dan tak menguntungkan rakyat Jakarta. Namun bagi M. Taufik, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Formula E akan menjadi kebanggaan rakyat Jakarta dan Indonesia.

Karena Formula E, yang akan diselenggarakan untuk pertama kalinya di Jakarta. Pada tanggal 6 Juni nanti. Akan menjadi pagelaran dan event internasional bergengsi di republik ini.

Jika acaranya sukses. Tentu ini akan melambungkan nama Anies Baswedan, sang Gubernur DKI Jakarta. Yang juga berkeinginan maju sebagai capres di 2024 nanti. Jika sukses, nama Anies akan harum. Dan akan semakin populer di mata rakyat.

Oleh karena itu, tak aneh dan tak heran. Pemprov DKI Jakarta mati-matian, agar acara bisa berlangsung sesuai dengan yang direncanakan.

Kita tahu, pada awalnya Setneg, menolak pelaksanaan Formula E di sekitar Monas. Dengan alasan untuk melindungi Monas. Karena Monas merupakan bagian dari cagar budaya Indonesia.

Acara pun sempat akan dipindah ke sekitar GBK dan jalan MH. Thamrin – Jenderal Sudirman. Tapi tak butuh waktu lama bagi Anies, untuk melobi pemerintah pusat. Hanya selang beberapa hari, izin penyelenggaraan Formula E di Monas, diberikan oleh pemerintah pusat.

Tarik ulur perizinan ini, yang membuat publik bertanya-tanya. Apakah ada deal-dealan antara pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah pusat.

Apakah ada permainan antara kedua belah pihak, sehingga izinnya lolos. Apakah pemerintah pusat meminta jatah penggarapan proyek di acara tersebut. Ataukah ada bagi-bagi kue proyek bersama.  

Kita tentu tidak bisa menjawab. Hanya mereka yang tahu. Apakah ada kongkalingkong atau tidak. Ataukah memang izin tersebut, murni diberikan, untuk membawa nama baik bangsa di kancah internasional.

Ajang Formula E memang perlu. Dan ajang yang bertaraf internasional, biasanya dilaksanakan di tengah kota. Di jatung pusat kota, yang menjadi icon bangsa itu. Jika Monas dan di sekitar jalan Medan Merdeka digunakan sebagai track lintasan balapan, itu pun menjadi hal wajar.

Namun yang harus diperhitungkan adalah, Monas dan Jalan Medan Merdeka, merupakan area ring satu istana. Jadi memang harus betul-betul acara tersebut, menjamin keamanan dan kenyamanan sang pemilik istana.

Yang kita khawatirkan adalah, terjadi bagi-bagi proyek pengerjaan di acara Formula E. Kita tahu, anggarannya mencapai 1,6 triliun. Ini jauh lebih besar dua kali lipat, dari acara yang sama di Hongkong.

Jangan juga ajang tersebut, diwarnai oleh “pemberian” sesuatu kepada pihak FIA. Selaku pemegang lisensi balap Formula E. Bisik-bisik tetangga, ada dugaan lobi dilakukan dengan membawa “gizi”. Dan mudah-mudahan dugaan tersebut tidak terjadi.

Dan bukan rahasia umum, di banyak negara. Setiap ada penyelenggaraan event internasional. Seperti FIFA Word Cup, Formula 1, Formula E, dan lain-lain. Banyak negara, yang berebut ingin menjadi tuan rumah, diajang bergengsi itu.

Karena peminatnya banyak. Persaingan antar kota dan negara yang begitu sengit, maka tidak jarang terjadi lobi-lobi, untuk meloloskan pelaksanaan event-event tersebut. Dan tidak jarang juga, ada pemberian kompensasi agar bisa menjadi tuan rumah.

Kita masih ingat, kasus penangkapan para petinggi FIFA di Swiss, pada 27 Mei 2015. Karena di FIFA ada korupsi. Ada suap menyuap. Termasuk dalam penentuan tuan rumah piala dunia. Selama dua dekade, Sepp Blatter, Ketua FIFA, selalu membantah ada kongkalingkong di FIFA. Namun faktanya ada.

Desas-desus dan rumor, yang terjadi ranah publik Jakarta dan Indonesia, terkait “dugaan” lobi dengan membawa “gizi”, janganlah sampai terjadi. Dan jangan sampai terjadi. Kalau sampai terjadi, dan ada kejadian tersebut, maka akan mencoreng nama bangsa.

Yang terpenting bagi publik yaitu, transparansi anggaran. Saat ini eranya keterbukaan. Jika ada yang ditutup-tupi, suatu saat juga akan terbuka.

Event Internasional Formula E dengan segala kontroversinya. Haruslah menjadi momentum, untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Jakarta aman. Indonesia nyaman. Dan rakyat bisa rebahan.

Pelaksanaan Formula E, memang akan menguntungkan Anies. Karena dia Gubernurnya. Dan tentu akan merugikan lawan-lawan politiknya.

Segala upaya tarik ulur perizinan, kritikan anggaran yang terlampau besar, dan tak adanya transparansi menjadi sebuah ganjalan. Soal izin sudah beres. Hanya tinggal soal anggaran. Jangan sampai anggarannya dikorupsi dan dibagi-bagi.

Kita memang perlu event internasional seperti Formula E. Karena itu akan menjadi kebanggaan bangsa. Semua mata dunia akan melihat Indonesia. Oleh karena itu, jangan bermain api di lintasan. Dan jangan melakukan korupsi di pelaksanaan Formula E.

Kita sebagai sesama anak bangsa, harus saling menjaga dan menghormati. Pemerintah pusat dan pemprov DKI Jakarta juga harus bersinergi. Kesuksesan Formula E, adalah kesuksesan kita bersama. Dan kegagalan Formula E, juga kegagalan bersama. 

Formula E akan terlaksana tanggal 6 Juni nanti. Mari kita sambut dengan riang gembira. Dan jika ada korupsi dalam pelaksanaannya. Mari kita hukum bersama-sama. Adilkan.  

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Menanti Kebangkitan PPP

Image

News

Kolom

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image

News

Kolom

Tantangan Internal PAN dan Kekacauan Politik Nasional

Image

Ekonomi

Kolom

Kambing Hitam Seretnya Pertumbuhan Ekonomi

Image

News

Kolom

Negara Sandiwara

Image

News

Kolom

Jebakan Tahta, Harta dan Wanita

Image

News

100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

100 Hari Jokowi-Ma’ruf yang Tak Meyakinkan

Image

News

Kolom

Pemerintah, Untuk Apa dan Siapa?

Image

News

Kolom

Babak Baru Suksesi Wagub DKI

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Dituntut Lima Tahun, Orang yang Ancam Penggal Jokowi: No Comment Ya

Ia tampak tidak tegang menjalani persidangan pada saat pembacaan tuntutan oleh jaksa meski sesekali menundukkan kepala.

Image
News

Konflik Tapal Batas Kabupaten Lebong dan Bengkulu Utara Akan Dimediasi Wakil Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin

Menurut Nono, masalah konflik tapal batas tidak hanya terjadi di Bengkulu

Image
News

Panik Sampai Panggil Tim Penyelamat, Barang Sederhana ini Dikira Ular Kobra

Namanya juga orang panik, ya kan?

Image
News

Penggantian Wesel Stasiun Gambir Selesai Lebih Awal, Perka KRL Kembali Normal Mulai Jam 15.00 WIB Tadi

Masyarakat dihimbau untuk selalu memperhatikan informasi yang tersedia.

Image
News

PN Jaksel Tolak Gugatan MAKI, KPK Nyatakan Tetap Fokus Bekerja

Ali mengatakan KPK tetap fokus berkerja dan menyelesaikan kasus PAW DPR RI yang melibatkan Wahyu Setiawan.

Image
News

Riset Nagara Institute: Jatim Wilayah Paling Banyak Terpapar Dinasti Politik

"Jawa Timur menjadi provinsi dengan wilayah terbanyak terpapar politik dinasti, yakni sebanyak 14 wilayah"

Image
News

Tuntut Bonus, Karyawan Nissan Ini Malah Dimutasi

Farrel meminta penjelasan kepada Kepala Cabang Nissan Sukamaju, Namun dirinya malah diminta mundur

Image
News

Jadi Menteri Terpopuler Versi Survei, Gerindra: Konsep Pertahanan Dijalankan Sepenuh Hati Prabowo, Hasilnya Seperti Ini

Hasil survei Indo Barometer menunjukkan Prabowo menempati posisi teratas dari deretan 10 menteri yang paling dikenal publik.

Image
News

Ratusan Butir Logam Guiding Block di Area Pedestrian Suroto, Yogyakarta Raib

Jumlahnya, cukup mencengangkan yakni sampai 500 biji lebih

Image
News

Lokasi Klinik Aborsi Yang Pernah Digerebek Polisi Sindikat Dokter MM

Dokter MM alias A seorang residivis kasus yang sama ternyata juga pernah memiliki klinik Aborsi dengan nama Cimandiri

terpopuler

  1. Survei Indo Barometer: Anies Baswedan Gubernur DKI Paling Wanprestasi

  2. Kota Suci Bagan Jadi Lokasi Syuting Film Porno, Rakyat Myanmar Geram!

  3. Bertemu Saat Peresmian Stadion Manahan Solo, Ini yang Dibisikkan Purnomo ke Gibran

  4. 5 Muslimah Ini Sukses Jadi Selebriti Chef Terkenal Dunia, Ada yang Bikin Kue Ulang Tahun untuk Ratu Inggris

  5. Gara-gara KUR, 'Mas Toge' Sukses Jadi Juragan

  6. Liverpool Unggul 25 Poin, Klopp Justru Kebingungan

  7. Rustam: Heran, Sekarang Pertarungan antara Cebong dan Kadrun Sudah Mulai, Berkisar Soal Gubernur Anies Baswedan

  8. Ditolak Inggris, Amerika Serikat Cari Dukungan Sekutu Eropa Lainnya.

  9. Bima Arya: Apakah Pak Amien Masih di Dalam atau Tidak, Ini Sudah Pembicaraan Tingkat Dewa

  10. Jadi Ibu Muda, 10 Potret Adelia Pasha Telaten Mengurus Empat Orang Anak

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image
Hasan Aoni

PETIR

Image
Ujang Komarudin

Formula E yang Jadi Rame

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

Korea Hingga Kanada, 10 Potret Hangat Sekretaris Kabinet Pramono Anung Jamu Dubes dari Negara Sahabat

Image
News

10 Potret Putri Ketum PAN Zita Anjani dan Suami, Romantis di Berbagai Kesempatan

Image
News

Tutup Usia, 7 Fakta Penting Romo Gregorius Utomo Pr, Penggerak Pertanian dan Pedesaan Lestari