image jamkrindo umkm
Login / Sign Up
Image

Ahmad Irawan

Pengurus DPP Partai Golkar/Praktisi Hukum

Menanti Kehadiran Omnibus Law, Menyongsong Indonesia Maju

Image

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan sangat bersyukur, bahwa pemerintah telah menyerahkan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja kepada DPR RI. | Istimewa

AKURAT.CO, Sejak Presiden Joko Widodo menyampaikan Omnibus Law dalam pidato pelantikannya pada Tanggal 20 Oktober 2019, Omnibus Law menjadi bahasan menarik sejak saat itu bagi banyak pihak. Konsep omnibus menjadi menarik bukan hanya dari tujuan dan isinya, tetapi juga konsep dan strategi perancangannya.

Penyampaian Presiden Jokowi mengenai omnibus telah ditindaklanjuti para menterinya. Setelah mengirimkan rancangan RUU Omnibus Law Perpajakan, Presiden Jokowi melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama beberapa Menteri pada hari Rabu, 12 Februari 2020 mengantarkan paket omnibus lainnya, yakni RUU Omnibus Law Cipta Kerja kepada pimpinan DPR.

Setelah penyerahan surat presiden, tahapan selanjutnya adalah pembahasan rancangan undang-undang tersebut di DPR. Begitu pentingnya omnibus, Presiden bahkan memberi target waktu pembahasan yang akan dilakukan untuk mendapatkan persetujuan bersama.  

baca juga:

Politik Legislasi Baru

Omnibus Law yang saat ini ramai dibahas pada hakikatnya jenis dan hirarkinya adalah undang-undang. Hanya saja digunakan istilah omnibus karena ruang lingkup atau isinya yang mencakup berbagai isu atau topik. Hal ini sesuai dengan konsep besarnya berupa omnibus, suatu istilah hukum latin yang berarti semuanya atau “for everything”.

Bersama Omnibus RUU Perpajakan, RUU Cipta Kerja dapat dikatakan model baru dalam politik legislasi di Indonesia. Model legislasi omnibus akan memberikan dampak hukum berupa perubahan substantif pada beberapa undang-undang sekaligus. Setidaknya, seperti yang disampaikan Airlangga Hartarto, perubahan status hukum akan terjadi pada 79 undang-undang. 

Bagaimanapun, DPR dan Presiden belum pernah memiliki pengalaman pembahasan RUU model omnibus. Oleh karena itu, diperlukan komitmen kuat dan perhatian serius dalam pembahasan sejumlah substansi agar tenggang waktu penyelesaiannya sesuai target. Selain itu, terdapat juga beberapa hal yang perlu untuk menjadi perhatian, di antaranya:

Pertama, memperhatikan asas-asas dalam pembentukan undang-undang. Bagaimanapun, asas-asas hukum menjadi kunci dari pembangunan hukum dan penegakan hukum. Agar RUU Cipta Kerja dan RUU Perpajakan memberi manfaat, maka proses maupun isinya harus mencerminkan asas yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang sedang disusun.

Kedua, meminimalisir potensi dilakukannya judicial review ke Mahkamah Konstitusi setelah undang-undang disahkan. Dari sisi konstitusi, setiap warga negara yang memiliki kepentingan hukum memiliki hak konstitusional untuk mengajukan judicial review terhadap setiap undang-undang yang telah disahkan. Negara tidak bisa melakukan pelarangan untuk menggunakan hak tersebut. Akan tetapi, pembentuk undang-undang dapat mengambil langkah untuk meminimalisir potensi dan menghilangkan sebabnya. Misalnya, pembentuk undang-undang memenuhi hak masyarakat untuk mengakses rancangan undang-undang dan melibatkan orang atau kelompok kepentingan yang terdampak memberikan masukan serta menyampaikan kebutuhannya. Langkah ini diperlukan untuk menghindari dilakukannya uji formil karena ditutupnya hak partisipasi masyarakat.

Ketiga, pembahasan fokus pada sasaran yang ingin diwujudkan, jangkauan dan arah pengaturan. Pembahasan yang fokus menjadi kunci untuk memenuhi target dan keinginan Presiden Jokowi. Jika terdapat pembahasan lain di luar dari sasaran yang ingin diwujudkan, hendaknya hal tersebut dikomunikasikan secara khusus untuk dicari solusinya.  

Keempat, penanganan legislasi secara khusus. Kekhususan yang penulis maksud menyangkut dukungan politik, dukungan teknis legislasi, institusi dan efisiensi waktu. Mengenai dukungan politik, telah terlihat sejak awal penyerahan surat Presiden dan rancangan saja dilakukan langsung oleh beberapa Menteri. Artinya, RUU yang akan dibahas ini mendapatkan dukungan politik yang kuat dari Presiden Jokowi.

Mengenai dukungan teknis legislasi, pihak pemerintah dan DPR harus mengikutsertakan dan mengefektifkan perancang professional dan berpengalaman agar pembentuk undang-undang fokus pada substansi dan tidak terjebak pada teknis legislasi. Sedangkan institusi, sebaiknya prosesnya menyatu di Badan Legislasi (Baleg) DPR agar pemerintah tidak berputar-putar dan singgah di beberapa alat kelengkapan yang ada di DPR. Selanjutnya, mengenai efisiensi waktu erat kaitannya dengan mempersingkat waktu penyusunan daftar inventaris masalah. Jadi memang harus ada kerjasama dan kesepahaman betapa pentingnya paket regulasi ini. Jika ini dapat dilakukan, target pemerintah tidak akan meleset.

Kelima, karena banyaknya ketentuan yang akan dicabut, demi kepastian hukum harus dirinci dan disebutkan dengan tegas ketentuan yang dicabut atau diubah. Dari sisi ini, pemerintah dan DPR harus saling mengingatkan. Jangan sampai terjadi setelah dilakukan pengundangan, masih tersisa konflik norma karena perumusan yang tidak rinci. Untuk soal-soal seperti ini, kementerian Hukum dan HAM menjadi kunci dan pengingat para pihak. Karena meskipun hanya soal teknis, akibat hukumnya dapat berdampak serius.

Menanti Kehadiran Omnibus Law

Banyak pihak menanti kehadiran produk omnibus yang diajukan Presiden Jokowi. Karena kehadiran undang-undang tersebut setidaknya: Pertama, akan menghilangkan masalah konflik regulasi, inkonsistensi, duplikasi dan disharmoni peraturan di Indonesia. Kedua, akan memberikan dampak pada  prosedur administrasi perizinan dan implementasi regulasi yang selama ini menjadi sebab terjadinya inefisiensi, ketidakpastian hukum, konflik sektoral dan ketidaktertiban. Pada akhirnya, kita semua mengharapkan segera selesainya pembahasan paket regulasi tersebut.   

Hanya dengan kehadiran Omnibus Law Indonesia dapat mengoptimalkan potensinya untuk menjadi negara maju dan terciptanya masyarakat yang sejahtera. Selamat bekerja!

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Omnibus Law

Omnibus Law UU Ciptaker Disebut Merangkum Kepentingan UMKM

Image

News

Omnibus Law

Soal PP Bisa Cabut UU di Omnibus Law, DPR: Kita Belum Bahas

Image

News

PP Bisa Cabut UU dalam RUU Ciptaker, Mahfud: Mungkin Keliru Ketik

Image

News

PKS Bicara Tenggat Waktu dan Pasal Zombie RUU Omnibus Law

Image

News

KSPI Tolak RUU Cipta Kerja Karena Tidak Sesuai Prinsip Ketenagakerjaan

Image

News

Baleg Siap Jika Diminta Bahas RUU Omnibus Law

Image

Ekonomi

Wapres Harap Omnibus Law dan OSS Mudahkan Pembangunan Hunian

Image

News

Wapres Harap RUU Omnibus Law Ciptaker dan OSS Mempercepat Program Pembangunan Hunian Bagi Masyarakat

Image

Ekonomi

Mendag Terima Kunjungan Pengusaha AS Bahas Hambatan Perdagangan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Tiba dari Natuna, Delapan Mahasiswa Asal Aceh Dinyatakan Sehat dan Bebas Virus Corona

Tercatat 13 orang mahasiswa Aceh yang mengikuti observasi di Natuna.

Image
News
Wabah Corona

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terjangkit Virus Corona di China, Kukuh Tak Mau Dievakuasi

Seorang mahasiswa Kamerun yang tinggal di Jingzhou, China, menjadi orang Afrika pertama yang terjangkit virus corona atau COVID-19

Image
News
Kolom

Menanti Kebangkitan PPP

PPP harus mampu mempertegas ideologi politiknya berikutnya konsisten dan setia pada ideologi sendiri.

Image
News
Omnibus Law

Omnibus Law UU Ciptaker Disebut Merangkum Kepentingan UMKM

"Konsep membuka lapangan kerja, membuka kehidupan yang layak"

Image
News

Hilang di AS 47 Tahun Lalu, Cincin Wanita Ini Ditemukan Kembali di Finlandia

Sebuah cincin milik wanita asal Amerika Serikat (AS) ditemukan kembali setelah hilang selama 47 tahun di tempat yang jauh

Image
News

Berada Ribuan Meter di Bawah Tanah, Ini 5 Fakta Unik Masjid Baabul Munawwar

Saat mendengat nama PT. Freepot Papua, tentu yang akan terlintas di benak kita adalah hiruk pikuk kesibukan penambang kekayaan alam Indonesi

Image
News

5 Tahap yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mengikuti UTBK SBMPTN 2020

Bagi siswa yang belum memiliki akun LTMPT atau sudah punya akun tapi belum simpan permanen, bisa registrasi akun di tahap kedua ini.

Image
News

Kebun Raya Bogor Ditargetkan Masuk Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO Tahun Ini

“Pengembangan Kebun Raya Bogor harus melihat aspek konservasi,” kata dia.

Image
News

Washington jadi Kota Pertama yang Legalkan Pengomposan Manusia

Seluruh bagian jasad termasuk tulang dan gigi nantinya akan berubah menjadi tanah

Image
News

Bamsoet Sebut Dakwah Khatib Berpengaruh Terhadap Sikap dan Tindakan Masyarakat

Bamsoet ingin para khatib sampaikan dakwah yang dapat membangun narasi kerukunan antar umat beragama.

terpopuler

  1. Bima Arya: Apakah Pak Amien Masih di Dalam atau Tidak, Ini Sudah Pembicaraan Tingkat Dewa

  2. Jadi Ibu Muda, 10 Potret Adelia Pasha Telaten Mengurus Empat Orang Anak

  3. Banjir, Pengelola Mal Cipinang Indah Blak-blakan Soal Kerugian Capai Puluhan Miliar Rupiah

  4. Tahun Ini, Elon Musk Akan Menjadi Orang Paling Kaya di Dunia

  5. Deklarasi Anies Jadi Capres 2024 Batal, GPMI: Enggak Boleh Ada Deklarasi Pejabat

  6. Jokowi Nonton Pentas Cucu, Gibran: Anaknya Malu Tadi karena Dilihat Mbahnya, Padahal di Rumah Sudah Hafal Gerakannya

  7. Sarri Balas Komentar Klopp Soal Juventus Favorit Juara Liga Champions

  8. Haidar Alwi Tuding Moeldoko Terlibat Kasus Korupsi Asabri, Sirra Prayuna: Pencemaran Nama Baik

  9. Jonatan: Saya Merasa Bersalah Enggak Dapat Poin

  10. Pemerintah Tak Jadi Cabut Subsisi Gas Elpiji 3Kg, Namun...

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image
Hasan Aoni

PETIR

Image
Ujang Komarudin

Formula E yang Jadi Rame

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

Korea Hingga Kanada, 10 Potret Hangat Sekretaris Kabinet Pramono Anung Jamu Dubes dari Negara Sahabat

Image
News

10 Potret Putri Ketum PAN Zita Anjani dan Suami, Romantis di Berbagai Kesempatan

Image
News

Tutup Usia, 7 Fakta Penting Romo Gregorius Utomo Pr, Penggerak Pertanian dan Pedesaan Lestari