News

New Normal dan Tantangan Baru Bagi Musisi


New Normal dan Tantangan Baru Bagi Musisi
Ananda Sukarlan mengenakan jaket 01 di Spain (Dokumentasi)

AKURAT.CO, Pandemi COVID-19 berpengaruh pada sekolah musik maupun guru piano private Tanah Air. Memasuki fase new normal ini juga memberikan tantangan tersendiri bagi musisi.

Pianis Ananda Sukarlan menyontohkan pengalaman yang dialami sedikitnya sepuluh pemilik sekolah musik atau guru piano, seperti di Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, dan Medan. Rata-rata, mereka kehilangan sekitar 2/3 murid karena orang tua murid menunda les musik sampai pembatasan sosial berskala besar dihentikan pemerintah.

Sebenarnya internet menjadi media alternatif untuk mengganti pertemuan tatap muka menjadi online lessons sehingga sekolah-sekolah musik tetap berlangsung. Tetapi problemnya, jaringan internet di Indonesia tidak mendukung untuk penyelenggaraan kelas musik online. "Lemot," kata Ananda kepada AKURAT.CO, hari ini.

Terlebih untuk penyelenggaraan kelas musik klasik, menurut pengalaman Ananda sendiri sulit mencapai hasil yang maksimal.

"Sampai saat ini nggak bisa 100 persen hasilnya kalau online. Ada soal ekspresi, nuansa musik dan lain-lain. Belum lagi piano tiap murid itu sering kualitasnya nggak bagus," kata Ananda.

Sedangkan untuk konser musik secara online, kata Ananda, juga menghadapi masalah serupa: jaringan internet lambat.

Tetapi Ananda bersyukur konser onlinenya yang diproduksi oleh Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 28 Mei 2020 atau di tengah pandemi COVID-19 berlangsung lancar. Konser ini bisa disaksikan secara streaming melalui kanal YouTube Budaya Saya.

"Jadi mereka memang punya alatnya supaya live streaming itu bisa lancar. Tetapi kalau nggak ada itu, hanya mengandalkan wifi di rumah atau internet di rumah itu kurang. Kameranya juga harus profesional," katanya.

Ananda mengapresiasi peran Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru untuk mendukung kegiatan para seniman. Menurut Ananda, mereka memiliki komitmen kuat untuk menunjang kegiatan para seniman sehingga produksi karya-karya seni baru tidak mandek.

"Karena memang di zaman lockdown ini seniman jadi sangat dibutuhkan," kata Ananda.

Ananda menilai direktorat tersebut sangat produktif, hampir setiap hari memproduksi konser-konser seni yang disiarkan secara online, juga berbagai diskusi turut diselenggarakan.

"Jadi kalau lihat di Kanal Budaya Saya di YouTube itu mereka hampir tiap hari punya acara dan itu ya yang paling dibutuhkan oleh negara kita, dimana negara kita adalah negara paling kaya dalam aset budaya dan semua yang berhubungan dengan budaya ya. Lagu daerah kita punya kekayaan paling banyak di seluruh dunia mungkin, bahasa juga," kata Ananda.

Ananda juga mengapresiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memberikan subsidi kepada para pianis muda, antara lain yang bersedia ikut kompetisi Ananda Sukarlan Award. "Sekarang mereka bisa mengikutinya dengan biaya pendaftaran subsidi penuh jadi gratis untuk mereka," kata Ananda yang beberapa waktu lalu berkolaborasi dengan Joy Tobing melantunkan lagu berjudul A Better World untuk penggalangan dana membantu penanganan COVID-19.

"Saya juga sadar banyak orang tua yang memberhentikan pendidikan ekstrakurikuler anaknya karena memang mereka sedang krisis ekonomi. Nah makanya saya juga bikin program Invest in Young Musicians," Ananda menambahkan. []