Ekonomi

Netizen Heboh Ungkit Jebakan Utang China ke Pemerintah, Jokowi Dicap Penggadai Negeri!

Masih heboh soal jebakan utang China hingga mampu berujung kehilangan aset negara


Netizen Heboh Ungkit Jebakan Utang China ke Pemerintah, Jokowi Dicap Penggadai Negeri!
Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan (AKURAT.CO/BPMI-Setpres/Muchlis Jr)

AKURAT.CO Masih heboh soal jebakan utang China hingga mampu berujung kehilangan aset negara. Hal itu baru saja terjadi oleh salah satu negara di Afrika Timur, Uganda.

Hal ini pun nampaknya turut diamati oleh para netizen budiman, hingga tagar #PenggadaiNegeri trending di media sosial Twitter. Seakan netizen ingin mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap pemerintahan memiliki banyak utang ke sejumlah negara, termasuk ke China.

Tak bisa dipungkiri banyak negara berurusan utang dengan China untuk membangun infrastruktur, termasuk Indonesia. Adapun sejumlah proyek-proyek di Indonesia yang dibiayai China diantaranya Tol Medan-Kualanamu.

Tol sepanjang 17,8 km ini merogoh biaya Rp 1,347 triliun. Dari total konstruksi Rp 1,347 triliun, 90 persen di antaranya berasal dari pinjaman China melalui Bank Exim China dan 10 persen dari APBN.

Pembangunan tol ini dimulai pada 2012 lalu. Pembangunan tol ini diresmikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

Selain itu, yang tak kalah heboh yakni proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang membuat persaingan sengit antara Jepang yakni Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan China.

Sempat berhembus kabar, jika pada September 2015 Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin membatalkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung lantaran bisa semakin membuat utang pemerintah buncit. Akan tetapi, akhirnya Jokowi tetap melanjutkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga memilih China untuk menggarap proyek itu.

Isu jebakan utang China ini pun,  mendapat tanggapan dari sejumlah netizen budiman. Diantaranya akun @Cepot yang bercuit, " beginilah jadinya jika negara dikuasai para pengkhianat. Negeri pun akan digadai demi kepentingan," kicaunya seperti dikutip berdasarkan pantauan dari Twitter Jumat (3/12/2021).

Sementara netizen lain bahkan tak kalah pedas, yang menilai bahwa Jokowi lah yang memang memerintahkan langsung untuk menjual sejumlah aset negara.