News

Neta S Pane: Ma'ruf Amin Bak 'Burung di Sangkar Emas'


Neta S Pane: Ma'ruf Amin Bak 'Burung di Sangkar Emas'
Wakil Presiden Indonesia, Ma'ruf Amin pada saat membuka acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020. (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO, Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane mendapat informasi bahwa tim sukses Ma'ruf Amin geram dengan manuver politik orang-orang mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres.

Neta menyebut, tim sukses dihalang-halangi orang orang Jusuf Kalla ketika ingin menemui Ma'ruf Amin. Tidak hanya tim sukses, keluarga pun sulit untuk bertemu sang Wapres.

"Sejak Maruf Amin menjadi Wapres, baru pada 20 Agustus 2020 lalu yakni Libur 1 Muharram tim suksesnya bisa bertemu dan berdialog dengan Maruf Amin. Mereka komplain bahwa orang orang Jusuf Kalla yang masih berkuasa di Istana Wapres selalu menghalangi mereka untuk bertemu mantan Ketua Umum MUI itu," kata Neta dalam keterangan resminya, Kamis (27/8/2020).

Sikap tidak mengenakan itu membuat sebagian pendukung Ma'ruf Amin resah. Mereka ingin orang orang Jusuf Kalla dimutasi oleh Mensesneg.

"Akibatnya kemarahan para pendukung Maruf Amin di Jakarta dan di daerah semakin memuncak terhadap manuver politik kelompok tertentu, yang menjadikan Maruf Amin bagai 'burung di sangkar emas'," tutur Neta.

Neta melanjutkan, dalam pertemuan pada 1 Muharram, tim sukses mengungkapkan ke Wapres tidak ada satu pendukung menjadi komisaris di BUMN. Sementara mereka melihat puluhan orang orang "yang tak berkeringat" enak enakan duduk menjadi komisaris BUMN.

"Usulan sudah disampaikan kepada Meneg BUMN, tapi hingga kini tidak ada jawaban. Untuk itu mereka meminta agar Wapres segera memanggil Mensesneg dan Meneg BUMN," ujarnya.

Masih kata Neta, dalam pertemuan itu Maruf Amin juga merasa heran karena tidak dilibatkan dalam penyusunan kabinet maupun rencana reshuffle kabinet "Bahkan fungsinya sebagai Tim Penilai Akhir (TPA) untuk posisi pejabat negara diabaikan. Penjelasan Maruf Amin ini semakin membuat tim suksesnya gundah," imbuhnya.

Menurut Neta, rencana Presiden Joko Widodo mereshuffle kabinet terganjal akibat protes pendukung Ma'ruf Amin. Sebab sebelumnya sejumlah calon menteri yang akan ikutan dalam reshuffle sudah dipanggil Jokowi.

"Ada yang bersedia dan ada yang menolak ditawarkan posisi menteri, dengan alasan pandemi Covid 19 membuat mereka tidak akan bisa bekerja maksimal. Tidak dilibatkannya Maruf Amin dalam proses rencana reshuffle ini membuat para pendukungnya melakukan protes. IPW berharap memanasnya suhu politik di tingkat elit kekuasaan ini harus cepat disikapi Presiden Jokowi," pungkasnya.[]