News

Nestapa Dokter India Hadapi COVID-19: Gaji Kecil, Kerja 24 Jam, Trauma, dan Nyawa Terancam

Menurut Asosiasi Kedokteran India, lebih dari 1.200 dokter gugur sejak awal pandemi, termasuk lebih dari 500 dokter dalam 2 bulan terakhir.


Nestapa Dokter India Hadapi COVID-19: Gaji Kecil, Kerja 24 Jam, Trauma, dan Nyawa Terancam
Para dokter di India mengaku trauma karena dipaksa memilih pasien mana yang harus diselamatkan terlebih dahulu. (Foto: AFP)

AKURAT.CO, Gaji kecil, kerja 24 jam, kekurangan staf, dan langkanya alat pelindung diri telah membuat banyak dokter garis depan pada brutalnya gelombang pandemi India mencapai titik terendah dan takut kehilangan nyawa mereka.

Dilansir dari AFP, infeksi virus corona telah menewaskan sedikitnya 165 ribu orang di negara Asia Selatan yang luas ini sejak awal April. Meski lonjakan COVID-19 di sana telah mereda belakangan ini, angka kematian masih di kisaran 3 ribu orang per hari. Sistem perawatan kesehatan pun kekurangan dana kronis dan masih berada di bawah tekanan berat.

"Kami terlalu banyak bekerja, stres, dan sangat ketakutan," keluh Radha Jain, seorang dokter di ibu kota New Delhi. 

Menurut Asosiasi Kedokteran India, lebih dari 1.200 dokter gugur sejak awal pandemi, termasuk lebih dari 500 dokter dalam 2 bulan terakhir. Deependra Garg, seorang dokter yang bekerja di pinggiran New Delhi, menyaksikan langsung berapa mengerikannya situasi ini. Istrinya, Anubha, yang juga seorang dokter, terinfeksi COVID-19 pada bulan April.

Mereka memulai perawatan di rumah. Namun, karena kondisinya memburuk, ia, seperti banyak keluarga lainnya, berjuang untuk mendapatkan tempat tidur di rumah sakit. Garg akhirnya menemukan di rumah sakit yang berjarak hampir 200 km dari rumah mereka. Namun, Anubha yang sudah divaksinasi lengkap meninggal dalam waktu 2 pekan, meninggalkan putri semata wayang berusia 12 tahun.

"Kami berada di garis depan sepanjang hari. Kami terkena muatan virus yang tinggi, tetapi harus terus bekerja melawan segala rintangan karena kami telah memilih profesi ini. Kami tak punya pilihan," kata Garg.

Nestapa Dokter India Hadapi COVID-19: Gaji Kecil, Kerja 24 Jam, Trauma, dan Nyawa Terancam - Foto 1
AFP

Pandemi ini telah mengungkap kelemahan struktural sistem perawatan kesehatan India, terutama di rumah sakit pemerintah yang tidak lengkap. Ketika wabah terbaru menyebar, muncul laporan adanya pasien terbaring di lantai atau berbagi tempat tidur di bangsal yang penuh sesak. Sementara itu, anggota keluarga hanya terlindung dengan masker kain saat merawat orang yang mereka cintai.

Pemerintah India hanya membelanjakan kurang dari 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk perawatan kesehatan, salah satu yang terendah di dunia. Selain itu, negara ini hanya memiliki 0,8 dokter per 1.000 jiwa, hampir sama dengan Irak, menurut data Bank Dunia. Padahal, 2 negara lain yang paling parah terdampak virus corona, yaitu Brasil dan Amerika Serikat (AS), masing-masing memiliki 2,2 dan 2,6 dokter per 1.000 jiwa.

Menurut laporan dari sebelum pandemi oleh Pusat Dinamika Penyakit, Ekonomi, dan Kebijakan yang berbasis di AS, India membutuhkan dokter 600 ribu lagi dan 2 juta perawat tambahan untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatannya.