Ekonomi

Neraca Perdagangan Surplus, BKF : Bukti Pemulihan Ekonomi Makin Solid

Febrio Kacaribu menilai surplus neraca perdagangan merupakan bukti bahwa pemulihan ekonomi Indonesia semakin solid dan terjaga.


Neraca Perdagangan Surplus, BKF : Bukti Pemulihan Ekonomi Makin Solid
Suasana bongkar muat di area PT IPC Petikemas, Tanjung Priok 2, Jakarta Utara, Rabu (27/10/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menilai surplus neraca perdagangan pada Desember 2021 yang tercatat US$1,02 miliar merupakan bukti bahwa pemulihan ekonomi Indonesia semakin solid dan terjaga.

“Kinerja neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2021 jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020,” ujar Kepala BKF dalam rilisnya, Senin (17/1/2022).

Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, surplus neraca perdagangan Desember 2021 menandai tren surplus selama 20 bulan berturut-turut.

baca juga:

Penurunan surplus pada Desember disebabkan oleh impor yang menguat, terutama karena naiknya permintaan domestik sejalan dengan tren menguatnya aktivitas ekonomi domestik.

Bahkan, secara kumulatif Januari hingga Desember 2021 yang mencapai US$35,34 miliar merupakan angka tertinggi selama lebih dari satu dekade terakhir.

“Aktivitas ekonomi global dan domestik yang membaik, harga komoditas global yang masih relatif tinggi, juga turut menyumbang perbaikan kinerja neraca perdagangan di sepanjang tahun 2021,” kata Kepala BKF.

Sebelumnya, Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan surplus itu merupakan yang tertinggi sejak 5 tahun belakangan atau tepatnya sejak 2016.

"Pada tahun 2021 ini surplus mencapai US$35,34 miliar dollar AS. Kalau dibanding tahun 2020, 2019, bahkan 2016, neraca perdagangan tahun 2021 adalah yang paling tinggi dalam 5 tahun terakhir," katanya dalam konferensi pers, Senin (17/1/2022).

Sepanjang 2021, Margo menyampaikan bahwa nilai ekspor mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode 2020. Nilai ekspor mencapai US$231,54 miliar, naik 41,88 persen dibandingkan 2020 yang sebesar US$163,19 miliar.

Sedangkan untuk total impor mencapai US$196,20 miliar, meningkat 38,59 persen dibandingkan 2020 yang sebesar US$141,57 miliar.

“Total ekspor 2021 mencapai US$231,54 miliar, naik cukup tinggi, sebesar 41,88 persen,” lanjutnya.

Sementara, impor nonmigas pada Desember 2021 tercatat mencapai US$170,67 miliar, naik sebesar 34,05 persen jika dibandingkan dengan 2020.[]