Ekonomi

Neraca Perdagangan Cetak Rekor Ekspor Terbesar Sepanjang Sejarah!

Neraca Perdagangan Cetak Rekor Ekspor Terbesar Sepanjang Sejarah!
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11/2018). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor dan impor pada Juli 2018. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia tembus US$ 16,24 miliar atau tumbuh 19,33% secara tahunan. Sementara impor naik 31,56% tahunan menjadi US$18,27 miliar. Sehingga defisit neraca perdagangan bulan lalu mencapai US$2,03 miliar. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Ekspor Indonesia pada Agustus 2022 kembali mencatatkan kinerja positif dengan Nilai USD27,91 miliar, tumbuh kuat sebesar 30,15% (yoy) dan 9,17% (mtm). Ekspor ini tercatat sebagai ekspor tertinggi sepanjang masa.

Secara kumulatif, nilai ekspor dan neraca perdagangan Januari – Agustus 2022 masing-masing tercatat sebesar US$194,6 miliar dan US$34,9 miliar, keduanya merupakan rekor tertinggi dalam sejarah ekonomi Indonesia.

“Tingginya nilai ekspor ini tentunya akan semakin memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ditambah dengan konsumsi masyarakat yang diharapkan akan terus menguat seiring semakin terkendalinya pandemi yang bahkan telah dideklarasikan hampir selesai oleh WHO, serta Pengeluaran pemerintah yang juga meningkat di tengah penyaluran berbagai program seperti bantuan sosial, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 diperkirakan akan sesuai atau bahkan melebihi target Pemerintah”, kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu.

baca juga:

Kontribusi APBN sebagai shock absorber salah satunya melalui kebijakan subsidi dan kompensasi energi turut menjaga pemulihan ekonomi secara keseluruhan tetap berkesinambungan.

Peningkatan eskpor Indonesia di bulan Agustus 2022 didorong oleh ekspor migas yang masih tumbuh sangat tinggi mencapai 64,46% (yoy). Sementara itu, ekspor non migas juga mencatatkan pertumbuhan yang mencapai 28,39% (yoy).

Dari sisi sektoral, sektor pertambangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi mencapai 63,17% (yoy), disusul pertanian yang tumbuh 31,17% (yoy) dan manufaktur yang tumbuh mencapai 20,61% (yoy).

“Capaian ini mencerminkan bahwa Indonesia masih menikmati keuntungan dari adanya kenaikan harga komoditas. Selain itu, pertumbuhan manufaktur juga mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi Indonesia yang bernilai tambah tinggi semakin meningkat. Ke depan, meskipun di tengah risiko seperti perlambatan ekonomi Tiongkok, ekspor diperkirakan melanjutkan kinerja yang baik dari bulan sebelumnya“, lanjut Febrio.

Sementara itu, impor Indonesia masih mencatatkan kinerja positif mencapai US$22,15 miliar dengan pertumbuhan 32,81% (yoy) dan 3,77% (mtm). Selayaknya ekspor, kinerja impor ini juga merupakan capaian paling tinggi dari yang pernah terjadi.

Tumbuhnya impor antara lain didukung oleh kinerja sektor manufaktur yang tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan Agustus 2022 yang terus melanjutkan ekspansi.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi