Ekonomi

Neraca Komoditas Solusi Atasi Kisruh Impor Beras

Neraca Komoditas Solusi Atasi Kisruh Impor Beras
Para pekerja saat mengangkut beras lokal kualitas super dari dalam truk untuk dinaikan kedalam kapal pinisi yang didistribusikan ke Bangka Belitung di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (11/9/2018). Pemerintah melalui kementrian perdagangan telah mengeluarkan tiga kali izin impor beras dari Thailand kepada Bulog. Pertama pada bulan Januari sebanyak 500 ribu ton, kemudian fase kedua 500 ribu dan saat ini sebanyak 1 juta ton. Sehingga, total izin impor yang telah dikeluarkan Kemendag be (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian, Erizal Jamal menyampaikan bahwa untuk mengakhiri polemik impor beras yang sering terjadi setiap tahunnya, maka diperlukan adanya penetapan neraca komoditas sebagai acuan dalam melaksanakan impor maupun ekspor.

“Neraca komoditas ini mencakup penetapan rencana kebutuhan dan rencana pasokan, penetapan neraca komoditas, dan juga penerbitan persetujuan ekspor dan impor,” ucapnya pada saat seminar web Narasi Institute di Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Menurutnya dengan adanya neraca komoditas ini kementerian ataupun lembaga dapat menyusun rencana produksi dan stok kedepannya. Tak hanya itu saja, Kementerian atau lembaga juga bisa menetapkan berapa besaran kebutuhan termasuk pelaku usaha maupun industrinya.

Kemudian terkait penetapan neraca komoditas, Sistem Indonesia National Single Window (SINSW) nantinya akan melakukan kompilasi data rencana kebutuhan dan pasokan, dan penetapan neraca komoditas berbasis SINSW ini tetap berbasis rapat koordinasi tingkat menteri. Penerapannya pada bulan Desember pada tahun sebelum berlaku neraca komoditas.

“Setelah dua hal ini disusun, baru kemudian terlihat kira-kira kita butuh impor atau ekspor. Di sinilah peran dari Kementerian Perdagangan, dan para pelaku usaha dapat mengajukan. Kalau dilihat di neraca itu ada ketidakseimbangan, kita bisa melakukan impor atau ekspor,” tambahnya.

Dengan adanya penetapan ekspor impor berbasis neraca komoditas yang dilakukan secara transparan, diharapkan persoalan impor beras bisa diselesaikan karena ada basis data jelas mengenai kebijakan yang diambil.

Selain penyusunan neraca komoditas, hal lainnya yang juga diyakini bisa mengakhiri kisruh impor beras adalah pembentukan Badan Pangan Nasional. Saat ini, sudah dilakukan kajian yang mendalam oleh Bappenas tentang bentuk ideal dari Badan Pangan Nasional dengan memperhatikan fungsi K/L dan Bulog sebagai regulator dan operator.

“Dengan pembentukan Badan Pangan Nasional, koordinasi atau pengambilan keputusan akan lebih cepat, sehingga yang selama ini dirasa tidak bagus antara K/L bisa diakhiri,” tambah Erizal.[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu