News

Nelayan Tetap Melaut, Meski Harga Ikan Murah


Nelayan Tetap Melaut, Meski Harga Ikan Murah
Nelayan Kamal Muara (AKURAT.CO/Miftahul Munir)

AKURAT.CO, Pandemi Covid-19 membuat para nelayan Kamal Muara merasakan kesulitan mencari uang. Pasalnya, ikan hasil tangkapannya dihargai sangat murah oleh para pedagang di pelelangan.

Jumadi salah satu Nelayan yang terpaksa tetap melaut setiap harinya untuk menyambung hidup. Sebab, ia tidak memiliki penghasilan lagi selain dari hasil tangkapan ikannya.

"Kondisi seperti ini sangat miris buat kami para nelayan ya. Karena semua ikan yang kami jual perkilo harganya turun 50 persen," ujar dia Rabu (22/4/2020).

Contohnya, kata Jumadi ikan kakap biasanya dijual dengan harga Rp50 ribu perkilo sebelum ada pandemi Covid-19. Setelah Virus Corona mewabah di Jakarta ikan kakap hanya dijual dengan harga Rp25 ribu perkilonya.

"Jadi kita cari ikan susah juga di laut dan sekali dijualpun harganya jatuh," tegas dia.

Jumadi melanjutkan, hampir semua nelayan yang ada di Kamal Muara merupakan perantauan dari Sulawesi. Namun demikian, para nelayan tetap memilih bertahan hidup di Jakarta karena kalau pulang kampung tidak bisa mencari uang.

"Kalau di kampung kita mau makan apa? Kita gak ada kerjaan di kampung. Kalau di sini kan masih bisa melaut walau dapat uangnya dikit," terang dia.

Jika tidak sedang melaut, biasanya para nelayan ini mencari uang dengan cara membantu perbaiki perahu milik temannya. Bisanya, para nelayan akan diberikan upah seperti makan, rokok, ngopi dan uang tunai sebesar Rp50 ribu.

Senada dengan Jumadi, Benhur Nelayan Kamal Muara pun mengakui kesulitan mencari ikan di laut karena saat ini sudah mau memasuki musim Timuran. Namun ia tidak menjelaskan apa maksud dari musim timuran.

"Kalau saya ikannya banyak yang gak laku dijual ke pelelangan," tutur dia.

Apalagi, dipelelangan juga saat ini sepi dari pembeli karen pemerintah melarang adanya keramaian. Sehingga, para pedagang pasar tidak ada yang datang membeli ikan di pelelangan.

"Kalau saya pulang kampung mau makan apa di sana?, saya ga ada pemasukaj juga di sana (Sulawesi)," tutup dia.