News

Nekat! Pegawai KPP Pratama Pare Terima Suap Dekat Kantor Kejagung

Pemberian uang suap itu dilakukan di dekat kantor aparat penegak hukum di wilayah Blok M, Jakarta Selatan.

Nekat! Pegawai KPP Pratama Pare Terima Suap Dekat Kantor Kejagung
Supervisor Tim Pemeriksa Pajak pada KPP Pare, Jawa Timur, Abdul Rachman mengenakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK Jakarta, Jumat (5/8/2022). KPK menahan Abdul Rachman dan perantaranya Suheri sebagai tersangka penerima suap serta pihak swasta Tri Atmoko sebagai tersangka pemberi suap dalam penyidikan kasus suap terkait pembayaran restitusi pajak proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (Soker) pada Kantor Pajak Pratama (KPP) Pare, Jawa Timur. AKURAT.CO/ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A (Antara Foto)

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap pembayaran restitusi pajak dalam proyek pembangunan jalan Tol Solo-Kertosono pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pare, Jawa Timur.

Pemberian uang suap itu dilakukan di dekat kantor aparat penegak hukum di wilayah Blok M, Jakarta Selatan. Beredar kabar, bahwa pemberian suap tersebut dilakukan di dekat Kantor Kejaksaan Agung.

Suap itu diberikan dari Kuasa pelaksana pembangun jalan Tol Solo-Kertosono yakni China Road adn Bridge Corporation, PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero), Tri Atmoko ke Supervisor Tim Pemeriksa Pajak KPP Pare, Jawa Timur Abdul Rachman.

baca juga:

Pada kesepakatan Awal, Abdul meminta kepada Tri agar memberikan uang suapnya tersebut di Kantor Pusat Dirjen Pajak, Jakarta.

"Namun, kemudian berpindah ke salah satu tepi jalan yang berdekatan dengan kantor aparat penegak hukum di wilayah Blok M (Kejaksaan Agung), Jakarta Selatan dan uang tersebut kemudian diterima AR (Abdul) dan SHR (Suheri)," kata Direktur Penindakan KPK Asep Guntur di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Tri sedianya menjanjikan uang sebesar Rp1 miliar kepada Abdul. Uang itu diyakini untuk mengunci permintaan restitusi pajak sebesar Rp13,2 miliar.

"Keseluruhan restitusi pajak senilai Rp13,2 miliar yang diajukan diduga ada inisiatif TA (Tri) untuk memberikan sejumlah uang kepada AR dan tim agar pengajuan restitusi dapat disetujui," ujar Asep.

Abdul kemudian menyanggupi adanya permintaan tersebut. Dia kemudian menunjuk pihak swasta yakni Suheri yang merupakan orang kepercayaannya untuk mengurus uang suap dari Tri.

Namun, pemberian uang tidak berlangsung mulus. Tri hanya memberikan Rp895 juta dari kesepakatan awal Rp1 miliar. Asep menuturkan, uang suap yang nilainya kurang itu disebut dengan istilah 'apel kroak'.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap pembayaran restitusi pajak dalam proyek pembangunan jalan tol Solo Kertosono pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pare, Jawa Timur.

Mereka yakni pihak swasta Tri Atmoko, Supervisor Tim Pemeriksa Pajak pada KPP Pare Abdul Rachman, dan pihak swasta Suheri. Tri merupakan tersangka pemberi, sementara itu Abdul dan Suheri tersangka penerima.

Tri disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara itu, Abdul dan Suheri disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. []