Olahraga

Negosiasi Berbelit, Duel Fury vs Usyk Terpaksa Batal

Wacana Fury vs Usyk muncul setelah ada sebuah negara dari Timur Tengah memberikan penawaran agar duel kelas berat tak terbantahkan terwujud.


Negosiasi Berbelit, Duel Fury vs Usyk Terpaksa Batal
Promotor Bob Arum bersama petinjunya yang juga juara dunia kelas berat WBC, Tyson Fury. (BOXING SCENE)

AKURAT.CO, Presiden Top Rank, Bob Arum mengungkapkan bahwa negosiasi yang terlalu berbelit-belit menjadi alasan pertarungan kelas berat tak terbantahkan antara Tyson Fury versus Oleksandr Usyk urung terwujud.

Diketahui, kubu Fury dan Usyk dalam beberapa waktu belakangan melakukan pembicaraan setelah ada sebuah negara dari Timur Tengah memberikan penawaran agar pemegang sabuk WBC, Fury berhadapan dengan Usyk yang memegang gelar WBA, WBO, IBF, dan IBO dalam pertarungan kelas berat sejati pada musim panas ini.

Namun, Fury diperintahkan untuk mempertahankan gelarnya melawan penantang wajib WBC, Dillian Whyte, dan Usyk sudah terikat kontrak untuk bertarung ulang melawan Anthony Joshua.  Oleh karena itu, pihak yang menginginkan duel kelas berat tak terbantahkan harus membayar Whyte dan Joshua agar mau mengalah demi mewujudkan Fury versus Usyk.

baca juga:

Akan tetapi, permintaan Whyte dan Joshua yang terlalu tinggi membuat sang promotor menyerah. Akhirnya, Fury pun batal berhadapan Usyk tahun ini, dan The Gypsy King-julukan Fury-resmi dijadwalkan bertarung dengan Dillian Whyte.

“Itu adalah keseluruhan kesepakatan yang sangat berbelit-belit. Dengan semua niat baik di pihak [negara Timur Tengah] mereka, itu tidak akan terjadi,” kata Arum yang juga promotor Fury, kepada Fight Hype, dikutip dari Daily Mail, Minggu (30/1).

“Mereka tidak hanya harus membayar untuk pertarungan Usyk dengan Fury, mereka juga harus membayar Joshua mengalah, yang merupakan jumlah yang sangat besar dan meminta Whyte menyingkir.”

Arum juga mengatakan, pihak promotor dari Timur Tengah itu juga mengalami masalah dalam bernegosiasi terkait dengan hak siar televisi, sehingga menemui jalan buntu.

Selain gagal menyepakati angka dan hak siar televisi, pertarungan Fury dengan Usyk juga terbukti sulit dijadwalkan. Pasalnya, April sudah masuk dalam bulan Ramadan di Timur Tengah, sedangkan Juni dianggap terlalu lama oleh Fury, yang sudah tak sabar untuk kembali ke ring setelah mengalahkan Deontay Wilder dalam duel trilogi mereka pada Oktober 2021 lalu.

“Mereka tidak bisa melakukan pertarungan pada bulan April karena Ramadhan jadi kami berbicara tentang, paling banter, melakukan pertarungan pada bulan Juni dan Tyson menjadi tidak sabar dengan semuanya,” jelas Arum.[]