News

'Negeri Istimewa', Video Musik Mahasiswa UGM Untuk Kritik Pengelolaan Sampah di DIY

BEM KM UGM menuangkan kreativitasnya terkait masalah pengelolaan sampah di DIY dalam bentuk sebuah video musik berjudul 'Negeri Istimewa'.


'Negeri Istimewa', Video Musik Mahasiswa UGM Untuk Kritik Pengelolaan Sampah di DIY
BEM KM UGM menuangkan kreativitasnya terkait masalah pengelolaan sampah di DIY dalam bentuk sebuah video musik berjudul 'Negeri Istimewa' (YouTube BEM KM UGM)

AKURAT.CO, Keresahan akan masalah pengelolaan sampah di DIY menuntun sekelompok mahasiswa mahasiswa BEM KM UGM untuk menuangkan kreativitasnya dalam bentuk sebuah video musik berjudul 'Negeri Istimewa'.

Tergabung dalam divisi 'Kementerian Aksi & Propaganda', para mahasiswa ini mempertanyakan peran pemerintah mengelola tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Piyungan yang berada di Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, Bantul.

"Istimewa negerinya, rakyatnya sengsara, hotel dibangun untuk siapa, mall berdiri untuk orang kaya, sini sana sampah ada di mana-mana.

baca juga:

Di sana dibangun megah, rakyatnya protes lalu pejabat malah marah. Katanya negeri istimewa, kok sampah tak dikelola?" demikian penggalan lirik dari musik video tersebut.

Musik video tersebut diunggah di akun YouTube BEM KM UGM, 21 Maret 2021 kemarin dan sudah ditonton sebanyak 20 ribu kali lebih.

Ketua BEM UGM Muhammad Farhan mengatakan, perlu waktu dua pekan untuk menggarap video musik ini. Rampung sekitar pertengahan Februari 2021 kemarin.

"Kita sudah menyusun pengawalan TPST Piyungan sejak Februari. Jadi, kita identifikasi masalah selama satu bulan, lalu proses pembuatan kajian, habituasi, video dan sebagainya," kata Farhan saat dijumpai di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Rabu (24/3).

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Pembuatan video musik ini dilatarbelakangi anggapan bahwa mahasiswa mulai kehilangan kepercayaan publik. Melihat mahasiswa cuma bisa protes dan demo.

Demi mengembalikan kepercayaan publik, BEM UGM mengambil manuver ini. Mengangkat isu lingkungan yang sifatnya universal dan mampu membangkitkan empati seluruh elemen masyarakat.