News

Negaranya Digulung Tsunami Corona, PM India Sibuk Bangun Gedung Parlemen Baru Senilai Rp40 Triliun

Proyek realestate itu telah menjadi simbol sikap apatis pemerintah India di tengah krisis corona


Negaranya Digulung Tsunami Corona, PM India Sibuk Bangun Gedung Parlemen Baru Senilai Rp40 Triliun
Perdana Menteri Narendra Modi saat melakukan kampanye di Distrik 24 Parganas Utara, 12 April 2021 (Samir Jana/Hindustan Times/Getty Image)

AKURAT.CO, Sementara rumah sakit mengemis oksigen dan ribuan pasien corona meregang nyawa, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi justru kekeh melanjutkan 'proyek real estate' di ibu kota. Seperti disebut oleh Quartz India, proyek realestate itu telah menjadi simbol sikap apatis pemerintah India di tengah krisis corona. 

Proyek yang dijuluki Vista Central Project itu kini juga telah menjadi pusat banyak diskusi dan kritikan selama beberapa minggu terakhir. Banyak pula yang percaya bahwa proyek Vista Central mencerminkan prioritas pemerintah Modi yang salah sasaran. Mengingat, dalam pembangunannya, Central Vista disebut-sebut menelan hingga USD 2,8 miliar (Rp40 triliun). 

Pemimpin politik kiri Sitaram Yechury adalah salah satu yang getol memprotes keputusan pemerintah untuk tidak menunda operasi Vista Central. Dalam komentarnya, Yechury bahkan sampai menyebut keputusan sebagai 'hal yang aneh'. 

"Ini aneh. Tidak ada uang untuk Oksigen dan Vaksin saat saudara dan saudari kita mati setelah mengatre ranjang rumah sakit, dan saat mereka dikremasi di tempat parkir. Tapi Modi malah menghambur-hamburkan uang publik untuk memberi makan kesombongan megalomaniaknya. Hentikan Kejahatan ini," kata Yechury melalui Twitter nya.

Tak hanya itu, yang makin membuat geram publik adalah lantaran dalam bagian bagian proyek itu, terdapat agenda pembangunan kediaman baru untuk Modi hingga pasukan pelindung PM dan keluarga, Grup Perlindungan Khusus (SPG). 

Diketahui pula bagaimana pembangunan itu ditargetkan bakal rampung pada tahun 2022 mendatang. 

Dokter sekaligus juru bicara Komite Kongres India (AICC), Shama Mohamed misalnya, terang-terangan menuturkan bagaimana pembangunan rumah mewah baru bagi Modi adalah bentuk kurangnya empati dari pemerintah dan partai yang berkuasa, BJP.

"Kediaman baru Perdana Menteri dijadwalkan selesai pada Desember 2022. Orang-orang sekarat di jalanan & rumah sakit karena kekurangan oksigen & pemerintah BJP menggunakan dana pembayar pajak untuk membangun rumah mewah baru bagi PM Raja Modi! Kurangnya empati BJP benar-benar memuakkan!," kata Shama melalui Twitter nya. 

Pendapat serupa juga diutarakan oleh jurnalis Hindustan Times, Anisha Dutta. Melalui Twitter nya, Dutta bahkan sampai mendaftar rincian biaya bangunan untuk SPG, renovasi kediaman Modi hingga wakil presiden India.

"Kediaman baru Perdana Menteri akan selesai pada 22 Desember termasuk rumah SPG, Wakil Presiden Enclave (22 Mei) sebagai bagian dari rencana Central Vista karena Pusat memberikan izin lingkungan yang diperlukan untuk bangunan yang tersisa dari proyek #CentralVista.

"Perkiraan biaya proyek yang disetujui itu adalah 13.450 crore Rupee (Rp26 triliun)," kata Dutta.

Sampai saat ini, pemerintah pusat belum memberi klarifikasi mengapa proyek tidak dihentikan di masa gelombang kedua mematikan ini. Sementara, juru bicara Departemen Pekerjaan Umum Pusat (CPWD) mengklaim bahwa saat ini, pekerja hanya melakukan 'aktivitas yang urgen di lokasi'.

Dikatakan pula bahwa saat ini, hanya pekerja yang ada di lokasi yang diizinkan, pekerja dari luar tidak diizinkan bekerja. 

Menambah itu, juru bicara CPWD lain mengatakan bahwa mereka telah membuat pengaturan terbatas untuk tempat tinggal pekerja di sekitar lokasi proyek. Namun, klaim ini telah dibantah oleh seorang pekerja konstruksi dari Uttar Pradesh yang mengatakan bahwa pekerja tersebut tidak diizinkan untuk tinggal di lokasi.

Lalu apa itu sebenarnya Vista Central Project?

Arvind Yadav/Hindustan Times

Menurut Quartz hingga NDTV, Vista Central Project adalah salah satu proyek paling ambisius pemerintah Modi untuk membangun kembali pusat kota Delhi. Proyek ini pertama kali dicanangkan pada 2019 karena pemerintah yakin fasilitas yang ada tidak memadai, dan pembangunannya dimulai pada Januari tahun ini.

Proyek ini mencakup pembangunan bertujuan menampung badan legislatif dan bangunan bersejarah lainnya.

Dengan area seluas 50 lapangan sepak sepak bola, pemerintah India pun nantinya bakal memiliki sejumlah bangunan baru. Di antaranya termasuk bagaimana India akan mendapatkan gedung parlemen baru. 

Diketahui gedung parlemen lama usianya sudah sekitar 94 tahun, dan dibangun sejak pemerintahan kolonial Inggris. Menurut rencana, parlemen lama akan dijadikan museum.

Kemudian selain parlemen, India bakal memiliki tempat tinggal baru untuk perdana menteri dan wakil presiden; kantor untuk beberapa departemen pemerintah pusat. Bangunan baru ini kini sedang dibangun di sepanjang Gerbang Rashtrapati Bhavan-India di pusat Delhi. 

Diperkirakan 46.700 orang dipekerjakan sementara selama konstruksi.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co