Olahraga

NBA Selidiki Dugaan Rasisme yang Diungkapkan Pemain Keturunan Asia

Jeremy Lin mengaku pernah dipanggil "virus corona" meski ia sudah malang-melintang di NBA selama sembilan tahun.


NBA Selidiki Dugaan Rasisme yang Diungkapkan Pemain Keturunan Asia
Mantan pemain NBA yang kini bermain di Santa Cruz Warriors, Jeremy Lin, angkat suara soal rasisme terhadap warga Amerika keturunan Asia di Amerika Serikat. (ESPN)

AKURAT.CO, Liga Basket Nasional Amerika Serikat (NBA) berencana melakukan penyelidikan atas pengakuan salah salah satu pemain berdarah Asia, Jeremy Lin, yang mengaku mengalami pelecehan rasial dengan dipanggil sebagai “virus corona” ketika bermain di lapangan.

Penyelidikan ini menyusul tulisan Lin di media sosial yang mengatakan bahwa mantan pemain Golden State Warriors, New York Knicks, dan Houston Rockets yang kini bermain di liga kasta kedua tersebut menjadi alumni NBA tak menjamin ia bebas dari serangan pelecehan rasial.

“Menjadi veteran NBA selama sembilan tahun tidak melindungi diri saya dari dipanggil ‘virus corona’ di lapangan. Menjadi seorang lelaki berkeyakinan tidak berarti saya tidak akan bertarung untuk keadilan, diri saya sendiri, dan yang lain,” kata Lin di akun Facebook-nya, 25 Januari lalu.

Lin, 32 tahun, saat ini bermain di klub kedua Golden State Warriors, Santa Cruz Warriors, di liga kelas dua NBA yang disebut dengan G League. Ia pindah ke Santa Cruz setelah sempat mampir di China untuk Beijing Ducks pada musim 2019-2020.

Pelatih Golden State Warriors, Steve Kerr, mengatakan akan mendukung penuh Lin dalam urusan ini. Kerr juga merujuk pada tudingan mantan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut bahwa virus corona merupakan “virus China.”

“Sangat kuat. Saya menghormati Jeremy karena ucapan dan menggemakan sentimennya tentang rasisme terhadap komunitas Asia-Amerika,” kata Kerr. “Ini konyol dan jelas disebarkan oleh banyak orang, termasuk mantan presiden kita, ketika itu dihubungkan dengan virus corona berasal dari China.”

Lin sendiri mengindikasikan bahwa ejekan “virus corona” datang dari lingkaran pebasket sendiri. Namun, atlet keturunan China-Taiwan tersebut menolak untuk menyebut siapa koleganya yang menggunakan istilah tersebut untuk mengejeknya.

“Saya tahu ini bakal mengecewakan beberapa dari Anda tapi saya tidak akan menyebut atau mempermalukan siapapun,” cuit Lin.

“Apa bagusnya melakukan itu dalam situasi saat ini untuk seseorang yang bakal dijatuhkan? Itu tidak akan membuat komunitas saya menjadi lebih aman atau memecahkan masalah-masalah jangka panjang rasisme.”

Lin adalah salah satu dari tokoh terkenal di AS yang bersuara tentang rasisme terhadap warga Amerika keturunan Asia sejak pandemi virus corona yang dikenal juga dengan nama COVID-19 tersebut menyeruak ke seluruh dunia sejak tahun lalu.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu