Lifestyle

Natur Gagas Program Share and Care Peduli Penderita Kanker

Penderita kanker yang menjalani kemoterapi, pada umumnya mengalami kerontokan rambut


Natur Gagas Program Share and Care Peduli Penderita Kanker
Yayasan Kanker Indonesia turut mengajak anak-anak muda untuk mulai aware dengan kanker sejak dini

AKURAT.CO  Penderita kanker di Indonesia, dari data yang dilansir Global Burden of Cancer Study (Globocan) mencapai 18,1 juta dalam dua tahun terakhir. Dari situ, sebanyak 9,6 juta masuk dalam angka kasus kematian dna membuat Indonesia berada di urutan ke-8 kasus penyakit kanker di Asia Tenggara.

Kasus kanker yang paling banyak yakni kanker paru, kanker hati, kanker payudara dan kanker rahim. Berangkat dari hal tersebut, produk Natur Hair Care menggagas program untuk penderita kanker.

Penderita kanker yang menjalani kemoterapi, pada umumnya mengalami kerontokan rambut. Untuk itu, Natur Hair Care membuat program Share and Care. Bentuknya melalui ajakan teman Natur di Instagram memposting produk Natur senilar Rp50ribu. Dari situ, sebuah bentuk kepedulian turut juga sebagai sumbangan untuk pembuatan rambut palsu.

"Kami berterima-kasih atas kerjasama yang sudah berlangsung ini. Hal ini menjadi bentuk kepedulian bagi anak-anak milenial terhadap pasien kanker di Indonesia," kata Prof. Aru selaku Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Selasa (15/6) di Jakarta.

Demikian halnya Humas dari Yayasan Kanker Indonesia, Pratiwi menambahkan, bahwa kanker muncul dengan berbagai macam. Apa yang menyebabkannya pun diakui bisa dari berbagai macam.

"Kanker dampaknya bukan hari ini kena dan besok langsung sakit, tetapi adalah sebuah kebiasaan yang terbentuk akibat pola hidup 10-15 tahun. Apa yang kita konsumsi, polusi dan banyak faktor lainnya jadi penyebab timbulnya kanker," ujar Pratiwi.

"Jadi 90 persen kejadian kanker itu karena environment sedangkan keturunan hanya 10 persen. Faktornya dari kebiasaan dan pola hidup," imbuh profesor Aru. 

Yayasan Kanker Indonesia turut mengajak anak-anak muda untuk mulai aware dengan kanker sejak dini dengan menerapkan gaya hidup yang NATUR-al yakni mengurangi makan-makanan instan dan berolahraga secara rutin.