News

Natalius Pigai Sebut Ada Menteri Doyan Mabuk dan Main Wanita, Politisi PSI: Buka Saja ke Publik Pejabat Dimaksud!


Natalius Pigai Sebut Ada Menteri Doyan Mabuk dan Main Wanita, Politisi PSI: Buka Saja ke Publik Pejabat Dimaksud!
Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menjadi pembicara dalam diskusi Forum Legislasi, di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Jakarta, Selasa (23/5). (Sopian)

AKURAT.CO, Pengacara yang juga politikus Partai Solidaritas Indonesia Muannas Alaidid komentari kicauan aktivis kemanusian Natalius Pigai yang menyebut ada menteri yang kerap mabuk dan bermain wanita.

Natalius melontarkan itu menggunakan akun miliknya @nataliuspigai2 pada 6 April 2020. Dia juga mengklaim bahwa menteri tersebut setiap malam mabuk dan main wanita. Namun, dia tidak menyebut nama menteri yang dimaksudnya.

"Seorang Menteri tiap malam hidup mabuk-mabukan, minum-minuman keras & cewek jadi pejabat NKRI," kata Natalius.

Natalius menyebut bahwa perilaku menteri itu sudah diketahui beberapa elite politik. Hal ini, kata dia, berdampak terhadap kebijakan yang dibuatnya.

"Atasan & Ketua Umum Partai juga tahu, bicara juga kelihatan, suaranya serak-serak. Kebijakannya jurus MABUK & tak WARAS! Pejabat Publik wajib dikritik dari kompetensi Mental dan Moralitas!," ucap Natalius.

Sementara itu, Muannas mendesak Natalius untuk blak-blakan kepada publik siapa menteri yang dimaksudnya. Sehingga tidak dianggap menyebar informasi bohong atau hoaks.

"Biar gak dianggap menyebarkan berita bohong, sebaiknya buka saja kepada publik pejabat dimaksud, karena bila tuduhan ini benar bahaya jabatan yang kuasai hidup orang banyak diisi dengan orang seperti itu. karena penyataan Anda ini, sekarang giliran publik berhak tahu untuk memperoleh informasi yang benar," ujar Muannas menggunakan akun @muannas_alaidid dikutip AKURAT.CO, Jumat (10/4/2020).

Muannas yakin publik akan marah bila mengetahui menterinya berprilaku buruk. Dia juga menilai ungkapan Natalius berpotensi dipidana kalau pernyataannya tidak benar.

"Saya yakin publik marah bila tahu, gak rela ada menteri model sepeti itu diberi kekuasaan dapat menentukan nasib banyak orang. kalau tidak Anda sendiri yang kena pidana menyebarkan berita bohong," tuturnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu