Rahmah

Nasihat Rasulullah SAW kepada Qabishah, Sahabat Nabi yang Hidupnya Serba Kekurangan

Qabishah merupakan seorang sahabat yang hidupnya dalam kekurangan, sedangkan anggota keluarganya cukup banyak. 


Nasihat Rasulullah SAW kepada Qabishah, Sahabat Nabi yang Hidupnya Serba Kekurangan
Kaligrafi Nabi Muhammad SAW (nu.or.id)

AKURAT.CO Diantara para sahabat Nabi, salah satunya bernama Qabishah bin Mukhariq, atau dikenal dengan nama kunnyah Abu Bisyr. Qabishah merupakan seorang sahabat yang hidupnya dalam kekurangan, sedangkan anggota keluarganya cukup banyak. 

Suatu ketika, Qabishah merasa beban yang ditanggungnya begitu berat, sehingga ia tak mampu memenuhi kebutuhan keluarganya, yang sangat banyak itu. Karena atas dasar itu, ia datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, kami mohon bantuan untuk meringankan beban kehidupan kami…!!"

Akan tetapi, pada saat itu, Rasulullah SAW sedang tidak memiliki apapun untuk diberikan kepada Qabishah. Rasulullah SAW berkata, "Tunggulah sampai ada zakat datang kesini, nanti akan kami suruh si Amil untuk memberikan bagian kepadamu…!!"

Setelah mendengar perkataan Rasulullah SAW, hati Qabishah menjadi lebih tenang. Qabishah kemudian mengucapkan terimakasih kepada Rasulullah SAW dan melangkahkan kakinya untuk pulang. 

Namun baru beberapa langkah ia berjalan, Rasulullah SAW memanggil Qabishah kembali. Sehingga, Abu Bisyr kembali menghadap Rasulullah SAW dan beliau bersabda, "Wahai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta itu tidak diperbolehkan kecuali karena tiga alasan…."

Rasulullah SAW lalu menjelaskan dengan rinci siapa saja yang diperbolehkan meminta-minta serta batasan- batasannya, yaitu:

Pertama, Seseorang yang menanggung beban kehidupan sangat berat, ia boleh meminta-minta untuk memperingan beban kehidupannya. Jika sudah terasa ringan, ia harus mengekang/menahan diri dari meminta-minta.

Kedua, Seseorang yang ditimpa musibah atau kecelakaan sehingga seluruh hartanya habis, ia boleh meminta-minta sehingga ia memperoleh kehidupan yang layak.

Ketiga, Seseorang yang sangat miskin, sehingga setidaknya ada tiga orang bijaksana di antara kaumnya yang berkata tentang dirinya, "Si fulan ini benar-benar miskin", maka ia boleh meminta-minta sehingga ia memperoleh kehidupan yang layak.Artinya, dilarang meminta-minta sampai melebihi kebutuhan standar kehidupan layak, apalagi sampai menjadikan simpanan atau tabungan.

Setelah menjabarkan penjelasan itu, Rasulallah SAW bersabda lagi, "Wahai Qabishah, meminta-minta selain karena tiga sebab tersebut merupakan usaha yang terlarang, dan orang yang memakannya berarti memakan barang yang haram…!!"

"Tangan yang di atas (pemberi) itu lebih baik daripada tangan yang ada di bawah (peminta-minta)," itulah sabda Rasulullah SAW yang dituturkan banyak perawi hadist. 

Rasulullah SAW merupakan orang yang giat dalam bekerja. Sejak muda, beliau dikenal sebagai saudagar yang jujur, tekun dan memiliki etos kerja yang tinggi. Wallahu A'lam Bishawab. []