News

Nasib PLN Terancam Kolaps Terlilit Utang, Said Didu: Selamat Menikmati!


Nasib PLN Terancam Kolaps Terlilit Utang, Said Didu: Selamat Menikmati!
Petugas melakukan pengecekan unit Power Bank jaringan listrik milik PLN di area hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat (15/1/2019). PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya menyiapkan 1 unit Power Bank 1.000 kVA dan 1 unit Power Bank 630 kVA serta 3 unit UPS 500 kVA sebagai cadangan untuk memenuhi pasokan listrik pelaksanaan Debat Capres ke 2 yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2019 (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menanggapi pemberitaan mengenai PT PLN (Persero) yang diambang kebangkrutan.

Said Didu seperti tidak kaget dengan keuangan buruk perusahaan PLN. Ia juga menyampaikan, buruknya pengelolaan perusahaan BUMN bahkan sudah terjadi sejak tahun 2016.

"Selamat menikmati. Perkiraan saya masalah yang sama akan terjadi di beberapa BUMN besar yang lain. Masalah di BUMN diawali oleh berbagai kebijakan yang salah sejak 2016 dengan banyaknya penugasan yang tidak layak," kata @msaid_didu di Twitter, yang dikutip AKURAT.CO, Senin (27/7/2020).

PT PLN (Persero) diambang kebangkrutan akibat gundukan utang pemerintah yang tak kunjung dibayarkan. Utang senilai Rp 45,42 triliun merupakan buntut kompensasi tarif selama 2 tahun karena kebijakan Presiden Jokowi tidak menaikkan tarif listrik.

Ekonomi Senior Faisal Basri, menjelaskan kondisi itu membuat BUMN setrum berada di ujung tanduk. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, saat bertemu dengan Faisal Basri pada Jumat (25/7/2020).

"Saya kemarin baru kayak mau nangis sama Dirut PLN, dia bilang sampai sekarang tunggakan pemerintah nol belum dibayar. Akibatnya kalau September belum dibayar, kolaps PLN," ujarnya dilansir dari gelora.co.

Tak hanya utang pemerintah, PLN juga terancam kolaps karena terlilit utang hingga Rp 500 triliun, akibat kebiasaan perusahaan mencari pinjaman Rp 100 triliun setiap tahun selama lima tahun terakhir. Utang tersebut untuk membiayai proyek kelistrikan 35.000 MW yang merupakan penugasan pemerintah sejak 2015. []

Ainurrahman

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu