News

Nasib Formula E Belum Jelas, Commitment Fee Rp560 M Berpotensi Langgar Hukum?

Anggaran yang digelontorkan Pemprov DKI Jakarta untuk penyelenggaraan Formula E berpotensi melanggar hukum terjadinya dugaan tindak pidana korupsi.


Nasib Formula E Belum Jelas, Commitment Fee Rp560 M Berpotensi Langgar Hukum?
Balap mobil Formula E akan diadakan di Jakarta 2020 mendatang (Motosports.com)

AKURAT.CO Anggaran yang digelontorkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk penyelenggaraan Formula E berpotensi melanggar hukum terjadinya dugaan tindak pidana korupsi.

Pasalnya, dana yang mencapai triliunan Rupiah itu sudah diberikan kepada FEO Ltd selaku promotor dan pemegang lisensi Formula E. Sementara penyelenggaraan balapan mobil belum diselenggarakan, bahkan terancam batal atau tidak jadi dilaksanakan.

Pemprov DKI Jakarta sudah menunjuk PT Jakpro sebagai penyelenggara untuk melakukan MoU atau perjanjian kerja sama dengan panitia organizer Formula E Organizer (FEO). 

Lantas dari mana beban pembiayaan? Kemudian apa yang didapat Pemprov dari FEO?

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto mengatakan, pembayaran commitment fee oleh Dispora DKI menimbulkan potensi total kerugian Rp560 miliar dari total dana yang sudah diterima panitia penyelenggara. Anggaran sebesar itu digelontorkan tanpa dasar hukum yang jelas.

"Melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 tahun 2019," kata Hari Purwanto dalam diskusi virtual bertema "Formula E: Promosi, Interpelasi, Korupsi di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (24/9/2021).

Ia pun merinci pembayaran commitment fee Formula E berdasarkan Surat Perintah Membayar (SPM) Dispora kepada FEO adalah sebagai berikut, pertama pada 23 Desember 2019 sebesar 10 juta poundsterling atau sekitar Rp179.379.157.255. 

Kemudian pada 30 Desember 2019 sebesar 10 juta poundsterling atau setara Rp180.620.842.000. Terakhir, pada 26 Februari 2021 sebesar 11 juta poundsterling atau sekitar Rp200.310.000.000.

"Total CF yang telah dibayarkan sebesar Rp560.309.999.255," ujar Hari.