News

NasDem: Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka, Mustafa Mengundurkan Diri


NasDem: Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka, Mustafa Mengundurkan Diri
Partai NasDem memastikan jika Mustafa sudah mengundurkan diri dari kader besutan Surya Paloh tersebut (AKURAT.CO/Yudi Permana)

AKURAT.CO, Bupati Lampung Tengah yang juga Ketua DPW Partai Nasdem Mustafa ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK  karena diduga menerim suap dari pihak swasta sebesar Rp 1 milyar.

Menyikapi hal itu DPP Partai Nasdem menggelar konfrensi pers terkait sikap partai pasca Mustafa ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rutan KPK dengan memakai rompi orange.

Sekjen DPP Nasdem Johnny G. Plate mengatakan Mustafa merupakan kader yang potensial dan kader muda yang memiliki semangat tinggi untuk membangun daerahnya.

Selain itu, kata dia, kader muda NasDem yang gemilang mencari berbagai alternatif sumber pembiayaan dana dalam rangka akselerasi pembangunan infrastruktur di kabupaten yang dicintainya, termasuk menerima dana dari pihak perusahaan yang membuat Mustafa diciduk tim Satgas KPK.

"Dari PT Persero Sarana Multy Infrastruktur sebanyak Rp 300 milyar namun dalam kaitan dengan itu oleh KPK telah ditetapkan sebagai tersangka diduga menerima suap sebesar Rp 1 milyar rupiah," kata Johnny dalam keteranganya kepada wartawan di DPP Partai Nasdem, Menteng, Jakarta, Jumat (16/2).

Sesuai dengan peraturan Partai Nasdem, ia menyatakan seluruh kader harus mengundurkan diri jika tersangkut kasus korupsi. Hal itulah yang telah dilakukan Mustafa yang sudah mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Lampung.

"Sesuai yang ditetapkan oleh partai Nasdem dan kader seluruh Indonesia, dengan ini DPP Nasdem menerima permohonan pengunduran diri Mustafa sebagai ketua DPW Nasdem Lampung. Dan menunjuk Taufik Bastari yang menjabat koordinator wilayah Lampung, bertindak sebagai Pelaksana Tugas (Plt) yang dalam waktu segera akan menetapkan ketua definitif DPW Lampung," paparnya.

Usai kader terbaik yang juga calon gubernur (Cagub) Lampung yang didukung Partai NasDem ini menjadi tersangka dugaan korupsi, ia menambahkan bahwa pihaknya memerintahkan kepada kader Nasdem, baik DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten di seluruh Indonesia, dan pejabat eksekutif di tingkat pusat dan daerah, untuk tidak melakukan praktek korupsi.

"Seperti gubernur dan bupati dan pejabat infrastruktur organik Nasdem seluruh Indonesia untuk menjaga nilai-nilai gerakan perubahan dan menjaga molar dan tata kelola yang baik," ucapnya.

"Dan tidak terjebak untuk melayani kepentingan-kepentingan pragmatis dan transaksional dari pihak-pihak lain untuk kepentingan pihak-pihak lain yang mengarah ke arah tindak pidana korupsi," tambah dia.

Diketahui, sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Lampung Tengah, Mustafa sebagai tersangka kasus dugaan suap persetujuan DPRD terkait pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah TA 2018.

Mustafa diduga secara bersama-sama menjadi pemberi suap kepada anggota DPRD Lampung Tengah agar menyetujui usulan pinjaman daerah kepada PT SMI sebesar Rp 300 miliar.

Oleh KPK, Mustafa disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. []