News

NasDem Sebut Nama Ganjar Masih Dipertimbangkan Jadi Cawapres Anies

NasDem Sebut Nama Ganjar Masih Dipertimbangkan Jadi Cawapres Anies
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam acara Rakornas Pengawasan Kearsipan di The Sunan Hotel Solo, Rabu (26/2/2020). (AKURAT.CO/Wijayanti )

AKURAT.CO, Wasekjen Partai NasDem Hermawi Taslim membocorkan nama-nama yang kemungkinan akan mendampingi Anies Baswedan sebagai capres pada Pemilu 2024 nanti. 

Menurut Hermawi, pihaknya menyiapkan sejumlah kandidat untuk mengisi kekurangan suara yang dimiliki oleh Anies di sejumlah daerah. 

"Banyak lah yang sudah muncul itu, yang jelas nama seperti Andika Perkasa, Khofifah (Indar Parawansa), Yenny Wahid itu masuk dalam radar kita dan banyak lagi," kata Hermawi kepada wartawan, pada Rabu (5/10/2022). 

baca juga:

Kendati demikian, Hermawi menyebut bahwa pihaknya masih mempertimbangkan nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai cawapres Anies nanti. 

Meski begitu, hal itu tergantung pada sikap Ganjar dan juga kehendak dari PDI-Perjuangan (PDIP) sebab, Ganjar masih dalam naungan kader partai berlogo banteng bermoncong putih itu. 

"Pak Ganjar bisa jadi tetap masuk dalam perhitungan kita, karena kita berkejaran dengan waktu. Kita sangsi apakah beliau punya sikap yang teguh," tutur Hermawi. 

Namun, kata dia, keputusan penentuan cawapres itu masih bergantung dengan partai politik (parpol) calon koalisi yaitu Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Tentu partai-partai koalisi kumpulkan (kandidat cawapres) baru nanti persetujuan Pak Anies,” tukas dia.

Sebagai informasi, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan otoritas kepada capresnya Anies Baswedan untuk ikut menentukan posisi cawapres yang akan diusung pada Pemilu 2024 mendatang. 

Menurut Paloh, sosok cawapres tentunya harus disukai oleh Gubernur DKI Jakarta itu. 

"Soal cawapres kalau NasDem ya udah kasih otoritas sama Bung Anies," kata Paloh kepada awak media di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta, pada Senin (3/11/2022). 

Adapun, kata Paloh, pihaknya tidak semerta-merta menentukan sendiri posisi cawapres yang tepat untuk Gubernur DKI Jakarta itu. 

Hal itu justru dikhawatirkan bagi Anies yang merasa tidak cocok dengan cawapres yang ditentukan olehnya. 

"Bagaimana kita tiba-tiba pilih cawapres yang nggak cocok sama dia, itu namanya cari penyakit," ujar Paloh. []