Rahmah

Nasaruddin Umar: Saya Optimistis Santri Bertransformasi Jadi Kelas Menengah

Salah satunya didukung oleh kontribusi Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU melalui pemberdayaan umat.


Nasaruddin Umar: Saya Optimistis Santri Bertransformasi Jadi Kelas Menengah
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. saat memberikan mauidlah hasanah pada Pelantikan Pimpinan Lakpesdam PWNU DKI Jakarta Masa Khidmat 2021-2026. (DOK/Laskpesdam PWNU DKI Jakarta)

AKURAT.CO, Kaum santri diproyeksikan mampu bertransformasi menjadi kelas menengah. Salah satunya didukung oleh kontribusi Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU melalui pemberdayaan umat.

Optimisme tersebut disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. saat memberikan mauidlah hasanah pada Pelantikan Pimpinan Lakpesdam PWNU DKI Jakarta Masa Khidmat 2021-2026.

Pelantikan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui rekaman video, K.H. Lukman Hakim Hamid, Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta; Ir. H.M. Bahauddin, Sekretaris PWNU DKI Jakarta; Dr. KH. Syamsul Ma’arif, M.A, Ketua Tanfidziah PWNU DKI Jakarta; Dr. KH. Khalilurrahman, M.A, Ketua Lakpesdam PWNU DKI Jakarta; Dr. K.H. Robi Nurhadi, M.Si, Sekretaris Lakpesdam PWNU DKI Jakarta; dan KH. Mukti Ali Qusyairi, M.A., Ketua LBM PWNU DKI Jakarta, para pimpinan Lembaga PWNU DKI, serta para pimpinan baik para wakil ketua maupun sekretaris Lakpesdam DKI Jakarta. 

Kiai Nasar optimistis kaum santri dapat bertransformasi dan merambah menjadi kelas menengah dengan kontribusi Lakpesdam NU yang terus maju. “Kita bisa berharap banyak dari Lakpesdam PWNU DKI Jakarta untuk dapat melakukan kegiatan pemberdayaan umat, salah satunya kegiatan berbasis masjid,” katanya.

Apalagi, kata Kiai Nasar, Lakpesdam memiliki sejarah yang harum pada 1970-1980. Sebab, lembaga ini menjadi pilar utama pamor Nahdlatul Ulama. “NU merupakan organisasi keagamaan terbesar di dunia. Tidak ada organisasi di dunia sebesar NU dengan jumlah jamaah sebanyak 40 juta orang,” papar Imam Besar.

Namun, Kiai Nasar memberikan catatan penting bahwa umat Islam yang mayoritas secara kuantitas ini, berada dalam kondisi minoritas secara kualitas. “NU khususnya melalui Lakpesdam ini ditantang untuk mengembangkan sumber daya manusia umat Islam menjadi berkualitas,” ucapnya tandas.

Pada masa Rasulullah, lanjut Imam Besar, umat Islam merupakan minoritas secara kuantitas tapi mayoritas secara kualitas. “Sekarang, umat Islam mayoritas secara kuantitas tapi minoritas secara kualitas,” timpal Kiai Nasar.

Dicontohkan, dari sepuluh orang terkaya di Indonesia, tak ada satu pun berasal dari NU. Dari sepuluh tersebut hanya satu yang muslim, yaitu Chairul Tanjung.

Kemudian, melihat Taman Makam Pahlawan dipenuhi oleh para Nahdliyin. Mereka notabene para ulama pejuang kemerdekaan. Namun, warga NU masih menjadi minoritas dalam perannya sebagai penikmat kemerdekaan. “Ini ironi, warga NU sebatas menjadi penonton aktivitas perekonomian,” tuturnya.

Oleh karena itu, Kiai Nasar mendorong Lakpesdam PWNU DKI Jakarta untuk terus melakukan upaya-upaya pemberdayaan umat. Salah satunya melalui masjid. Sebab, pada masa Rasulullah, masjid menjadi kekuatan sentral untuk pemberdayaan umat.

Menurut Imam Besar, masjid Nabi hanya 20 persen digunakan untuk salat dan 80 persennya digunakan untuk pemberdayaan. Masjid digunakan sebagai istana di negara Madinah, lembaga pendidikan, balai diklat, dan kursus Bahasa.

“Melalui kursus ini, Zaid bin Tsabit menguasai beberapa bahasa Qibti, Romawi, Persia, dan lain-lain. Ada 15 surat Rasulullah yang ditulis Zaid bin Tsabit untuk berdiplomasi dengan para pemimpin dari negara dan bangsa lain dengan bahasa yang berbeda-beda,” paparnya. “Tugas Lakpesdam adalah bagaimana menggerakkan ekonomi umat dari masjid.”

Selanjutnya, Rasulullah juga merupakan the best manager sekaligus the best leader. Tantangan Lakpesdam adalah mencetak leader sekaligus manager. “Kelemahan NU sekarang adalah miskin manager, surplus leader. Sedangkan Muhammadiyah sebaliknya. Sebagai permata bersama NU, Lakpesdam harus membuat itu parallel,” tutur Kiai Nasar seraya mewanti-wanti.

Hal senada diungkapkan Dr. KH. Khalilurrahman, M.A, Ketua Lakpesdam PWNU DKI Jakarta. Kiai Khalil menceritakan saat menghadap silaturrahim dengan Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta K.H. Muhyidin Ishaq pada 16 Oktober 2021 yang menyampaikan pesan yang sama dengan Imam Besar.

“Pada tahun 70-80, Lakpesdam pernah mengharumkan nama NU. Oleh karena itu, kita bangkitkan Lakpesdam untuk transformasi keumatan di DKI Jakarta. Salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi umat. Saya berharap NU DKI jadi pelopor NU-NU wilayah lainnya,” ungkap Kiai Khalil.

Kiai Khali menegaskan, Lakpesdam memiliki misi untuk melakukan transformasi sosial di berbagai bidang keumatan di Provinsi DKI Jakarta. Tujuannya, menjadi perangkat kelembagaan NU DKI Jakarta yang efektif, kontributif, dan responsive dalam mengkaji isu-isu strategis dan pengembangan sumber daya manusia menuju transformasi sosial yang berkeadilan dan bermartabat dalam berbagai bidang keumatan di Provinsi DKI Jakarta.

Untuk mewujudkan misi tersebut, Kiai Khalil memaparkan sepuluh program unggulan Lakpesdam DKI Jakarta untuk masa khidmat 2021-2026, antara lain:

(1) Lounching E-Bulletin Lakpesdam yang berisi seputar informasi kebijakan Pimpinan NU; (2) Laks DKI TV untuk kajian-kajian NU DKI Jakarta; (3) Publikasi Informasi dan berita Lakpesdam NU DKI; (4) Pelatihan Penggerak Ranting Pelatihan Penggerak Ranting (PPR) berkolaborasi dan sinergi Lakpesdam PBNU; (5) Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) berkolaoirasi dan sinergi Lakpesdam PBNU;

(6) Inisiasi lembaga Inkubator; (7) Membumikan Kajian-Kajian Tematik berbasis resolusi jihad kemanusian; (8) Menggali Potensi Warga melalui Kajian-Kajian Ekonomi, Sosial, Budaya dan Keagamaan; (9) Visualisasi Data SDM NU DKI; dan (10) Empowerment Warga NU DKI dalam Bidang Ekonomi, Industri, Sosial, Budaya dan pemerintahan.

“Namun, tanpa dukungan dari Tanfidiyah dan Syuriah, Lakpesdam akan sulit mewijudkan harapan dan program-program tersebut. Mohon dukungan dan bimbingannya bagi kami pengurus Lakpesdam PWNU DKI Jakarta yang baru dilantik ini,” imbuh Kiai Khalil. []