News

NASA Umumkan 10 Kandidat Astronaut yang Bakal ke Bulan, Para Calon Berusia 32-45 Tahun

NASA telah mengumumkan sepuluh kandidat astronaut yang suatu hari  nanti mungkin berkesempatan untuk berjalan di Bulan atau bahkan Mars. 


NASA Umumkan 10 Kandidat Astronaut yang Bakal ke Bulan,  Para Calon Berusia 32-45 Tahun
Kelas Kandidat Astronot 2021 di Johnson Space Center NASA di Houston, Texas (ROBERT MARKOWITZ NASA-JSC NASA/AFP)

AKURAT.CO  NASA telah mengumumkan sepuluh kandidat astronaut yang suatu hari  nanti mungkin berkesempatan untuk berjalan di Bulan atau bahkan Mars. 

Seperti diwartakan France2 hingga UPI, kesepuluh calon astronaut itu disebutkan oleh NASA selama upacara Senin (6/12) di Ellington Field, dekat Johnson Space Center, Houston. Para calon astronaut yang disebut terdiri dari enam pria dan empat wanita, dengan rentang usia antara 32 hingga 45 tahun. 

Di antara para calon astronaut termasuk seorang petugas pemadam kebakaran yang menjadi profesor Harvard; mantan anggota tim bersepeda nasional; hingga seorang pilot yang memimpin formasi F-22 wanita pertama dalam pertempuran.

Para kandidat itu akan mulai melapor untuk bertugas pada bulan Januari di Johnson Space Center di Texas, dan di sana mereka akan menjalani dua tahun pelatihan. Setelah mereka lulus, mereka dapat ditugaskan ke misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), Bulan atau bahkan Mars.

"Mereka yang terpilih Senin akan melapor ke Johnson Space Center pada Januari untuk memulai pelatihan mereka dalam sistem pesawat ruang angkasa, keterampilan berjalan di luar angkasa, kerja tim, dan keterampilan lain yang diperlukan," kata NASA dalam siaran persnya.

NASA membuat kelas baru Kandidat Astronaut 2021 itu setelah meninjau 12 ribu lamaran dan akhirnya memangkas hanya menjadi 10. Pengumuman tentang para kandidat astronaut terakhir datang pada tahun 2017, ketika NASA menyebutkan 12 kandidat astronaut.

"Kami akan kembali ke Bulan, dan kami melanjutkan ke Mars. Dan hari ini kami menyambut 10 penjelajah baru," kata administrator NASA Bill Nelson di sebuah acara untuk menyambut rekrutan.

Namun, mereka yang akan terbang ke Bulan pada awalnya, termasuk wanita pertama yang berjalan di permukaannya, kemungkinan besar akan berasal dari 44 anggota korps astronaut yang ada. Menurut pejabat, keputusan diambil mengingat pengalaman dan pelatihan yang lebih besar dari para anggota korps astronaut. Lalu dari jumlah tersebut, 16 di antaranya adalah perempuan.

Sementara itu, sepuluh kandidat astronaut yang telah dipilih NASA adalah sebagai berikut:

-Nichole Ayers, 32 tahun, dari Colorado, seorang penerbang utama dan pilot tempur di Angkatan Udara AS. Sebagai salah satu dari sedikit wanita yang saat ini menerbangkan F-22 Raptor, Ayers memimpin formasi F-22 wanita pertama dalam pertempuran pada tahun 2019.

- Marcos Berrios, 37, dibesarkan di Puerto Rico, adalah seorang mayor di Angkatan Udara AS dan pilot uji helikopter.

- Christina Birch, 35, berasal dari Arizona, seorang insinyur biologi yang dulunya atlet sepeda untuk Tim Nasional AS.

- Deniz Burnham, 36, seorang insinyur pengeboran dari Alaska, dengan pangkat letnan di Angkatan Laut AS.

- Luke Delaney, 42, pensiunan dari Korps Marinir AS sebagai pilot uji, dari Florida tengah.

- Andre Douglas, 35, mantan arsitek angkatan laut di US Coast Guard dari Virginia.

- Jack Hathaway, 39, komandan dan penerbang Angkatan Laut AS, dari Connecticut.

- Anil Menon, 45, seorang letnan kolonel Angkatan Udara AS yang dibesarkan di Minnesota. Ia juga merupakan ahli bedah penerbangan pertama SpaceX.

- Christopher Williams, 38, seorang fisikawan medis yang dibesarkan di Maryland.

- Jessica Wittner, 38, penduduk asli California, letnan komandan dan penerbang di Angkatan Laut AS.

Selama upacara Senin, Administrator NASA Bill Nelson memuji kesepuluh kandidat tersebut.

"Anda dipilih tidak hanya untuk mendorong selubung potensi kemanusiaan, Anda telah ditugaskan untuk mewujudkan harapan sebuah bangsa, dan harapan itu terdapat dalam binar mata seorang anak dengan mimpi menjulang ke atas," ucap Nelson.

NASA diketahui telah menaikkan persyaratan untuk para pelamar kelas baru tahun ini. Agar memenuhi syarat, para kandidat harus memiliki gelar master dalam sains, matematika atau bidang teknis lainnya, bukan hanya gelar sarjana.

Persyaratan untuk gelar master dapat dipenuhi dengan cara lain, seperti memiliki gelar kedokteran atau menyelesaikan program sekolah uji coba yang diakui secara nasional.

Pejabat NASA mengatakan kepada UPI pada tahun 2020 bahwa badan antariksa tersebut sebenarnya tidak memiliki jumlah kandidat yang ditetapkan. Begitu pula tidak ada jumlah tempat yang harus diisi atau rincian yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan jenis kelamin atau atribut lainnya.

Pada tahun 2017, NASA menerima lebih dari 18 ribu lamaran, tiga kali lipat dari jumlah sebelumnya pada tahun 2012 dan melampaui rekor 8 ribu pelamar pada tahun 1978.[]