Tech

NASA Temukan Ribuan Gunung Berapi Purba Meletus di Mars

Penemuan mereka diterbitkan dalam sebuah makalah di jurnal Geophysical Research Letters pada Juli 2021


NASA Temukan Ribuan Gunung Berapi Purba Meletus di Mars
Lokasi terduga erupsi di Mars (dok. NASA)

AKURAT.CO Ilmuwan dari Badan Antariksa AS (NASA) telah menemukan bukti bahwa ribuan gunung berapi purba besar meletus di planet Mars. NASA menyebut 'erupsi super' pernah terjadi di wilayah Mars utara yang disebut Arabia Terra selama periode 500 juta tahun sejak sekitar 4 miliar tahun lalu.

"Bukti telah ditemukan bahwa wilayah Mars utara telah mengalami ribuan "erupsi super", meledakkan setara dengan 400 juta kolam renang batu & gas cair berukuran Olimpiade, selama 500 juta tahun," kata NASA di akun Twitter-nya.

Ilmuwan yang mempelajari topografi dan komposisi mineral di wilayah Mars tersebut membuat penemuan tersebut. Penemuan mereka diterbitkan dalam sebuah makalah di jurnal Geophysical Research Letters pada Juli 2021.

Mengutip dari Fox News, ahli geologi di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA, Patrick Whelley mengatakan, bahwa setiap letusan ini akan memiliki dampak iklim yang signifikan. Menurutnya, ini memungkinkan gas yang dilepaskan membuat atmosfer lebih tebal atau menghalangi matahari dan membuat atmosfer lebih dingin.

"Pemodel iklim Mars akan memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencoba memahami dampak gunung berapi," katanya.

Terdapat 7 kaldera atau lubang raksasa yang dibuat di lokasi letusan gunung berapi. Ketujuh kaldera ini disebut NASA sebagai 'hadiah pertama'.

Awalnya, kaldera itu diyakini sebagai depresi dari dampak asteroid, tetapi para ilmuwan memperhatikan pada tahun 2013 bahwa kaldera tersebut memiliki tanda-tanda keruntuhan dan tidak bulat sempurna.

"Kami membaca makalah itu dan tertarik untuk menindaklanjutinya, tetapi alih-alih mencari gunung berapi itu sendiri, kami mencari abunya karena Anda tidak dapat menyembunyikan bukti itu," kata Whelley.

NASA akan menggunakan perhitungan berapa banyak material yang akan meledak dari gunung berapi berdasarkan volume masing-masing kaldera untuk menentukan jumlah letusan.