Tech

NASA Berhasil Bawa Sempel Batuan Mars Untuk Diteliti

Pendaratan tersebut bertujuan untuk mencari tanda-tanda kehidupan purba


NASA Berhasil Bawa Sempel Batuan Mars Untuk Diteliti
Sempel Batuan Mars (dok. NASA)

AKURAT.CO Pada Jumat, 20 Februari 2021, penjelajah Mars, Perseverance berhasil mendarat di dekat delta sungai kuno. Pendaratan tersebut bertujuan untuk mencari tanda-tanda kehidupan purba dan menyisihkan sampel batuan yang paling menjanjikan untuk dibawa kembali ke Bumi dalam satu dekade. Dengan demikian, dunia pertama kali melihat dari dekat permukaan planet merah ini.

Pejabat Administrator NASA, Steve Jurczyk, ditelpon Presiden Amerika Serikat seraya mengucapkan: “Selamat, bung” setelah satu jam mendarat, kata Steve dalam sebuah tayangan video.

Dilansir dari Nine News, Jumat (10/09/2021), penjelahan Perseverance ke Mars selama kurang lebih delapan bulan, berhasil mengumpulkan sampel batuan pertamanya untuk kembali ke Bumi, setelah upayanya bulan lalu gagal. Menurut insinyur NASA, Adam Steltzner, sampel batuan pertama itu adalah inti yang sempurna.

"Saya tidak pernah sebahagia ini melihat lubang di batu," ucapannya dalam akun twitternya.

Pengambilan Sampel Sempat Gagal

Sebulan yang lalu, pengeboran telah dilakukan oleh Perseverance. Namun, batu tersebut ternyata jauh lebih lembut dari dugaan awal. Sehingga, membuat sample yang di cari menjadi hancur dan tidak masuk ke dalam tabung titanium.

Karena itu, penjelajah kembali melaju setengah mil ke tempat pengambilan sampel untuk mencoba ulang. Setelah itu, anggota tim menganalisis data dan gambar sebelum menyatakan sukses.

Perseveverance tiba pada bulan Februari di Kawah Jezero Mars untuk mencari batu yang mungkin menyimpan bukti kehidupan kuno. Kawah itu diyakini sebagai rumah dari dasar danau yang subur dan delta sungai miliaran tahun yang lalu.

Selanjutnya, NASA berencana untuk meluncurkan lebih banyak pesawat ruang angkasa untuk mengambil sampel yang dikumpulkan oleh Perseverance. Para insinyur NASA berharap, untuk membawa pulang sebanyak tiga lusin sampel dalam waktu sekitar satu dekade.