News

Napoleon Bonaparte dan Tommy Dicekal ke Luar Negeri Terkait Suap Pengapusan Red Notice Djoko Tjandra


Napoleon Bonaparte dan Tommy Dicekal ke Luar Negeri Terkait Suap Pengapusan Red Notice Djoko Tjandra
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Argo Yuwono saat memberikan keterangan pers soal pemeriksaan Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Senin (6/1/2020) (AKURAT.CO/Aricho Hutagalung)

AKURAT.CO, Bareskrim Polri mengeluarkan kebijakan Cegah Tangkal (Cekal) terhadap Tommy Sumardi yang diduga pemberi suap dan Napoleon Bonaparte diduga penerima suap atau gratifikasi keluar negeri.

Hal tersebut setelah Bareskrim mengajukan permohonan pencegahan atau pencekalan keluar negeri terhadap dua tersangka dugaan penyuapan dalam kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.  

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, pencekalan kedua tersangka tersebut sudah diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM.

"Surat (permohonan pencekalan) sudah dikirim ke Kemenkumham," ujar Argo saat dikonfirmasi, Minggu, (16/8/2020).                        

Jenderal polisi bintang dua ini menambahkan, surat pencekalan sudah dikirim pada 5 Agustus kemarin. Keduanya dilakukan pencekalan hingga 20 hari ke depan.                     

"Tanggal 5 Agustus kemarin surat (pencekalan) sudah dikirim. Untuk 20 hari ke depan," ujarnya.          

Pencekalan, dikatakan Argo, dibutuhkan agar penyidik bisa fokus melakukan penyidikan terhadap kasus yang menjerat kedua tersangka.

Sebelumnya diketahui, Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan empat orang tersangka terkait kasus dugaan hilangnya nama Djoko Tjandra di red notice atau notifikasi Interpol.

Keempat tersangka itu rinciannya dua orang diduga sebagai pemberi hadiah atau janji, dan dua lainnya diduga sebagai penerima.

Dua orang yang diduga menerima hadiah atau janji terkait red notice Djoko Tjandra adalah Brigjen Prasetijo Utomo dan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Napoleon Bonaparte.

"Penerima saudara PU kita tetapkan tersangka, kedua adalah NB penerima," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono saat jumpa pers di Jakarta, Jumat, (14/8/2020).                       

Sedangkan pemberi hadiah atau janji pada kasus itu, yakni Djoko Tjandra sendiri dan Tommy Sumardi. "Pelaku pemberi kita menetapkan tersangka saudara JST, dan TS," kata Argo.               

Penetapan tersangka ini diambil setelah Polri beserta aparat penegak hukum lainnya melakukan gelar perkara dan memeriksa saksi-saksi. []