News

Naikkan Harga BBM, Politisi Demokrat: Pemerintah Hanya Bisa Bebani Rakyat!

Naikkan Harga BBM, Politisi Demokrat: Pemerintah Hanya Bisa Bebani Rakyat!
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Jakarta, Sabtu (26/3/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan nonsubsidi. 

Menyikapi itu, Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Sigit Raditya menilai, Presiden Jokowi telah mengikis harapan rakyat agar BBM subsidi tidak dinaikkan. Seolah-olah pemerintah tak memperhatikan aspirasi masyarakat.

“Kami menyesalkan atas kebijakan tersebut, rakyat yang sudah terbebani, kini lebih terbebani lagi. Presiden telah melakukan kebijakan yang tak pro terhadap aspirasi rakyat agar BBM tak dinaikkan,” ujar Sigit kepada wartawan, Sabtu (3/9/2022)

baca juga:

Kata dia, Partai Demokrat tetap pada garis terdepan menolak kenaikan harga BBM subsidi. Bahkan, tak sedikit kader Demokrat yang turun ke masyarakat menyampaikan apa menjadi beban selama ini, khususnya kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Saya salah seorang kader yang turun ke masyarakat mendengar apa menjadi aspirasi keluhan khususnya ekonomi, apalagi hari ini BBM naik, keadaan masyarakat bertambah sulit,” ujar Sigit.

Kata Sigit, alasan pemerintah menaikkan harga BBM tersebut dirasa tak masuk akal. Padahal jelas harga minyak dunia turun dalam waktu ini.

“Pemerintah hanya bisa membebani masyarakat,” tukas Sigit.

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menaikkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Pertalite dari harga semula Rp7.650/liter menjadi Rp10 ribu/liter.

"Pertalite dari Rp7.650 per liter, Solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.000 jadi Rp14.500 per liter. Ini berlaku satu jam sejak diumumkan, pada pukul 14.30 WIB," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam Konferensi Pers Presiden Jokowi dan Menteri Terkait Pengalihan Subsidi BBM yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/9/2022).