Lifestyle

Naik Roller Coaster Tapi Tak Boleh Teriak, Mau?

Naik Roller Coaster Tapi Tak Boleh Teriak, Mau?
Sejumlah gadis Jepang mengenakan kimono saat naik roller coaster pada upacara perayaan Hari Kedewasaan di taman hiburan Toshimaen di Tokyo, Jepang 14 Januari 2019. Hari Kedewasaan (Coming of Age Day) adalah hari libur umum Jepang yang diadakan setiap hari Senin, minggu kedua di bulan Januari tiap tahunnya. Hari Kedewasaan ini untuk menghormati setiap orang yang telah berusia 20 tahun selama setahun terakhir. Mereka secara resmi menjadi orang dewasa dalam tataran masyarakat Jepang. Selain itu, me (REUTERS/Issei Kato)

AKURAT.CO, Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, sejumlah aktivitas sudah kembali berjalan normal. Salah satunya adalah berwisata.

Dilaporkan, Taman Hiburan California di Amerika Serikat akan kembali dibuka 1 April mendatang. Tak berjalan sembarangan, semua aktivitas di taman hiburan ini nantinya dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Akurat.co melansir Travel Leisure, Grup Perdagangan California Attraction and Parks Association (CAPA) menjelaskan jika pengunjung akan diminta untuk menghindari semua hal yang dapat menularkan Covid-19 di area terbuka, seperti bernyanyi, bernapas berat, hingga berteriak di taman bermain.

baca juga:

Pasalnya, semua itu berpotensi besar mengeluarkan banyak cairan, dari mulut atau hidung ke udara.

Ya, bahkan saat menaiki roller coaster, pengunjung dilarang keras untuk berteriak. Artinya, selama naik roller coaster yang menakutkan ini, kamu harus menjaga mulut tetap tertutup sepanjang waktu dan hanya bisa berteriak di dalam hati saja.

Hal ini tentu sedikit aneh, mengingat wahana pemacu adrenalin ini identik dengan teriakan pengunjung. Namun, pengunjung wajib mematuhinya demi menghindari penyebaran Covid-19.

Larangan berteriak ini juga diiringi dengan kewajiban para pengunjung agar mengenakan masker demi mengantisipasi droplet yang keluar.

Sebenarnya, "larangan berteriak" ini bukan hal baru. Sebelumnya, East and West Japan Theme Park Association sudah menerapkan aturan ini pada Mei 2020 lalu.

Tak hanya aturan soal "larangan berteriak", taman hiburan ini nantinya juga hanya akan menampung kapasitas 15 persen dari biasanya.

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu