News

Naik Dua Kali Lipat, Pemakaman Jenazah COVID-19 di DIY Bisa Sampai 20 Sehari

BPBD DIY mengungkap adanya kenaikan aktivitas pemakaman jenazah pasien COVID-19 di wilayahnya. Peningkatan bahkan mencapai 100 persen.


Naik Dua Kali Lipat, Pemakaman Jenazah COVID-19 di DIY Bisa Sampai 20 Sehari
Petugas memakamkan jenazah korban COVID-19 (REUTERS)

AKURAT.CO, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengungkap adanya kenaikan aktivitas pemakaman jenazah pasien COVID-19 di wilayahnya. Peningkatan bahkan mencapai 100 persen.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY, Danang Samsurizal mengatakan, angka aktivitas pemakaman seiring melonjaknya angka kasus harian COVID-19 sepekan belakangan. Dari 6-7 per hari kini menjadi dua kali lipatnya.

"Sekarang bisa 15-20 (per hari), (kenaikannya) ya kira-kira seratus persen," kata Danang saat ditemui di Kantor BPBD DIY, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Kamis (24/6/2021).

Danang tak mengada-ada dengan pernyataannya. Menurutnya, bisa dilihat dari tingkat fatalitas atau angka kematian (Fatality Rate) pasien COVID-19. Di mana jika menilik data Pemda DIY per Rabu (23/6/2021). mencapai 2,58 persen.

Danang berujar, relawan BPBD DIY secara kolaboratif mendukung kegiatan pemakaman jenazah COVID-19 yang dilakukan BPBD kabupaten/kota. Sering kali mengisi kekosongan personel di tingkat bawah.

Semisal, kata Danang, layaknya situasi di Kulon Progo yakni saat para relawan di sana kewalahan mengimbangi angka permintaan pemakaman yang meninggi. Atau ketika para personel terpaksa diistirahatkan karena kondisi tertentu.

"Misal, (BPBD) Kota (Yogyakarta), petugasnya ada yang positif COVID. Sehingga, harus dipastikan dia harus terbebas dulu dari masa karantina atau isolasi," beber Danang.

Baca Juga: Rumah Sakit di DIY Tambah Ratusan Ranjang untuk Pasien COVID-19

Dengan meningkatnya permintaan pemakaman jenazah COVID-19 ini, maka BPBD DIY mengubah pola operasinya. Yakni, dengan membagi tugas lewat Satgas COVID-19 tingkat RT/RW, kelurahan dan kecamatan.

BPBD DIY melakukan cipta kondisi agar penanganan pasien atau pemakaman jenazah COVID-19 bisa diselenggarakan secara berjenjang. Dengan kerja sama ini, artinya tak melulu mengandalkan petugas dan relawan di provinsi atau kabupaten/kota.

"Relawan kita siap dipanggil, kalau dibilang kelelahan nggak. Cuma ya itu tadi, kita atur ini peran dan porsinya siapa," tegas Danang.

Manajemen semesta macam ini, lanjut Danang, diperlukan tak cuma di aspek pemakaman saja. Relawan di tingkat bawah turut dilibatkan dalam tiap upaya pencegahan penularan.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co