News

Naik 0,01 Persen, Anies Klaim Indeks Pembangunan Manusia DKI Tertinggi di Indonesia

Anies Baswedan mengklaim IMP DKI menjadi tertinggi di Indonesia


Naik 0,01 Persen, Anies Klaim Indeks Pembangunan Manusia DKI Tertinggi di Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta pada 2020 menjadi yang tertinggi di Indonesia. Kendati pada tahun yang sama, DKI dilanda wabah Covid-19.

Adapun IPM DKI Jakarta pada 2020 naik 0,01 persen dari tahun 2019. IPM DKI pada 2020 tercatat sebesar 80,77 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 80,76. 

"Di tengah pandemi Covid-19, IPM DKI Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia serta satu-satunya provinsi dengan nilai IPM di atas nilai 80 atau sangat tinggi,” kata Anies Baswedan ketika menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2020 dalam Rapat Paripurna yang diselenggarakan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (19/4/2021).

Indikator IPM DKI Jakarta 2020 yang jaih lebih baik dari tahun sebelumnya nampak pada dimensi kesehatan yaitu Umur Harapan Hidup DKI Jakarta mencapai 72,91 tahun, meningkat dari tahun 2019 yaitu 72,79 tahun. 

Dimensi pengetahuan yaitu Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah juga meningkat. Harapan Lama Sekolah mencapai 12,98 tahun meningkat dari 12,97 tahun di tahun 2019, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah mencapai 11,13 tahun, meningkat dari tahun 2019 yaitu 11,06 tahun.

“Alhamdulillah, capaian dimensi Indeks Pembangunan Manusia DKI Jakarta tahun 2020 sangat baik, meskipun kita berhadapan dengan situasi pandemi,” tuturnya.

Kendati begitu, Anies tidak menampik kalau dimensi ekonomi justru merosot pada 2020 karena pandemi Covid-19. Dia menyebut pengeluaran per kapita warga DKI Jakarta pada tahun pandemi ini turun drastis, dari Rp. 18,23 juta per tahun, turun sebesar 1,62 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp. 18,53 juta. 

“Pandemi akibat virus Covid-19 yang masuk mulai Maret 2020, berdampak sedemikian besar terhadap perekonomian bahkan kegiatan sosial, telah membuat daya beli masyarakat melemah sehingga pengeluaran konsumsi masyarakat menurun,” tuturnya.

Anies melanjutkan, pada Indikator Ekonomi, DKI Jakarta di akhir tahun 2020 menunjukkan kinerja yang membaik. Dengan mulai membaiknya perekonomian global, pertumbuhan ekonomi Jakarta yang pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar minus 2,36 persen. 

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu